<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896</id><updated>2012-01-03T23:26:23.107-08:00</updated><category term='Just for Smile'/><category term='curhat'/><category term='Lomba Blog'/><category term='puisi'/><category term='cerpen'/><category term='artikel'/><category term='Cerber'/><title type='text'>Catatan Hati  Ukhty Tini</title><subtitle type='html'>Sebening Hatiku, Sebening Cintaku</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>131</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6976650841321985280</id><published>2011-09-07T21:34:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T21:35:01.979-07:00</updated><title type='text'>Menulis (Lagi)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi sekian lama meninggalkan blog ini tanpa tulisan dan tanpa kunjungan. Banyak sekali yang ingin di tulis, tapi sepertinya aku ingin bilang bahwa, bakat menulisku sudah hampir hilang sekarang.Padahal dulu aku pernah bilang pada setiap kawan yang bertanya, bagaimana caranya membuat tulisan ini ataupun itu, dan jawabanku &lt;i&gt;simple&lt;/i&gt; saja, menulislah tanpa perduli orang lain menyukainya atau tidak, menulislah apa yang ingin kau tulis.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku resmi menikah dengan orang yang kucintai, Ahmad Rizkan &amp;nbsp;pada 8 Agustus 2010 lalu, dan kini usia pernikahan kami sudah memasuki tahun kedua, tak ada kata lain bahwa aku bersyukur diamanahi tanggung jawab menjadi istrinya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di edisi menulis lagiku, sedikit saja yang ingin kubagi :)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6976650841321985280?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6976650841321985280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2011/09/menulis-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6976650841321985280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6976650841321985280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2011/09/menulis-lagi.html' title='Menulis (Lagi)'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4161754494030454785</id><published>2011-02-01T18:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T18:58:41.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Menunggu, Mendapatkan, Kehilangan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami, selayaknya pasangan yang menikah pada umumnya, memiliki keturunan adalah salah satu tujuan &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dari pernikahan kami. Mendidik anak-anak yang lahir dari darah daging kami dan juga mengemban amanah Nya untuk melahirkan generasi yang takut kepada Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun hidup harus selalu tunduk pada Yang Maha Memberi, hingga bulan kelima berjalan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tamu bulananku masih setia berkunjung. Dan kami sadar ini adalah jawaban Rabb’ kami atas do’a yang senantiasa di mohonkan suamiku “Ya Allah, karuniakan anak pada kami di saat yang tepat”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan saat yang tepat itu kemudian kami dapatkan pada bulan januari. Aku berselimut rasa haru ketika menyadari&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hendak jadi ibu, ketika meraba perutku yang di dalamnya tengah tumbuh segumpal darah yang bernama &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;janin.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ungkapan syukur&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tak henti kami panjatkan. Allah tak membiarkan kami menunggu begitu lama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak dokter menyatakan aku positif hamil meski masih ragu-ragu karena belum terlihat tanda-tanda kehamilan saat di USG. Aku mulai berhati-hati menjaga kandunganku, menjauhi makanan yang notabene bisa membuatku gagal hamil. Terkadang akupun sering mengajak janinku berbicara, kembali aktif ber tadarus Al Qur’an yang kemudian ku tutup dengan do’a , semoga Allah mengilhamkan kebenaran ayat-ayat Alqur’an padaku dan pada anakku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semua terasa berjalan begitu singkat, ketika di penghujung bulan yang sama aku merasakan sakit luar biasa di rahimku dibarengi bercak darah selayaknya haid. Dokter tempat pertama aku memeriksakan diri menyatakan aku tengah kontraksi dan mungkin mengalami abortus. Sebelum kemudian aku di rujuk di UGD rumah sakit terdekat. Tapi rasa sakit itu membuatku terus berteriak, memohon pada semua yang tengah memperhatikanku untuk sedikit memberikan pertolongan agar rasa sakitku berkurang, tapi mungkin, para suster atau dokter dirumah sakit itu sudah terlampau biasa mendengar teriakan kesakitan dari pasiennya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Allahuakbar” aku terus berteriak menyebut asma Nya, tak ada lagi yang lain kecuali beristighfar memohon ampunan Nya jika rasa sakit ini adalah teguran Nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Tolong bius saya suster” ibaku pada suster yang tengah bertanya-tanya padaku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kami tidak bisa sembarangan mengambil tindakan, ini adalah proses alami, jika ingin menjadi ibu kita harus kuat, teruslah beristighfar, tahan rasa sakit itu” jawab sang suster&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan aku mulai terdiam, suster benar, seorang ibu yang kukenal adalah orang-orang yang kuat, orang –orang yang rela syahid demi anak-anaknya. Orang yang akan menyembunyikan air mata dan rasa sakitnya di depan anak-anaknya. Dan aku tak lagi menjerit minta tolong pada siapapun, kutahan rasa sakit yang terus melilit perutku hingga aku di pindahkan dari ruang UGD ke ruang kebidanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rasa sakit itu reda dengan sendirinya ketika janin yang berusia empat minggu di rahimku telah meninggalkanku. Entah kenapa aku hanya tersenyum, bersyukur telah melewati rasa sakit yang terhebat kurasakan. Aku serasa tak menyadari bahwa aku telah kehilangan hal termanis yang kudapatkan dari penantian kami selama lima bulan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai hamba Allah yang berfikir aku hanya berusaha menggali hikmah yang sebenarnya dari Menunggu, Mendapatkan dan Kehilangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya Robbi habli minasholihin (&lt;span&gt;Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh)”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Fabasyar naahu bighulaamin halim (&lt;span&gt;Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar)”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Al Qur’an Ash Shaaffat : 100 &amp;amp; 101&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Batam, 2 Februari 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tini&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #888888;"&gt;&amp;nbsp;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4161754494030454785?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4161754494030454785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2011/02/menunggu-mendapatkan-kehilangan.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4161754494030454785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4161754494030454785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2011/02/menunggu-mendapatkan-kehilangan.html' title='Menunggu, Mendapatkan, Kehilangan'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-851493905550260204</id><published>2010-09-22T00:53:00.001-07:00</published><updated>2010-09-22T00:53:30.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Masih</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;by. Tini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang rindu aku ingin bercerita&lt;br /&gt;Dipucuk hari yang bernama senja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah aku bernyanyi &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ku mencintaimu, lebih dari apapun"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ku memohon ampun pada Rabb'ku&lt;br /&gt;Tersadar hakikat cinta yang diajarkan Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang rindu aku ingin berbagi&lt;br /&gt;Di bawah cahaya yang bernama rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud rasa cinta itu adalah takut kehilanganmu&lt;br /&gt;Perjuanganku mewalan sejuta galau&lt;br /&gt;Persis seperti kedua sayap burung garuda membelah mega&lt;br /&gt;Terbang tuk menemui ruang bernama keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang rasa aku ingin mengungkapkan&lt;br /&gt;Uhibbukafillah &lt;br /&gt;Aku mencintaimu karena Allah&lt;br /&gt;I love you because of Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-851493905550260204?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/851493905550260204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/09/masih.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/851493905550260204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/851493905550260204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/09/masih.html' title='Masih'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6086464116039401642</id><published>2010-09-05T22:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-05T22:18:38.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Menikah Tanpa Pacaran  Bukan Berarti Tanpa Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wah judulnya... tak disangka tini bisa menulisnya he he _^_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah membaca sebuah tulisan singkat &lt;a href="http://www.tinisyifa.com/2010/03/memilih.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu saya buat sebelum datang sebuah pengubah idealisme saya sebulan kemudian, Allah Sang Penggerak hati, mengilhamkan dan membulatkan tekad saya untuk bertaaruf pada seorang ikhwan yang belum pernah saya lihat, bahkan belum pernah saya dengar sepak terjangnya dalam dunia kependekaran, ups maksud saya dalam dunia dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tipikal wanita nekad," begitu komentar sedap yang mampir ketelinga. Seperti dapat memahami keraguan kebanyakan wanita, bagaimana mungkin memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup dengan laki-laki yang belum dikenal lama. Namun saya berfikir, hidup saya sudah berjalan 24 tahun dan setiap keputusan yang saya ambil demi kemaslahatan hidup ini adalah "nekad", tapi bagi saya itu adalah tekad yang bersandar kepada Allah, rasa percaya penuh dan prasangka baik pada setiap garis takdirNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapapun boleh tidak percaya, bahwa masa berkenalan hingga pernikahan kami adalah dalam tempo 4 bulan. Karena ketidakpercayaan itu juga kami rasakan, bahkan pasca pernikahan kami, saya dan suami sering bilang "seperti mimpi." Sejujurnya dua-tiga hari menjelang pernikahan, saya dilanda rasa yang bercampur aduk -bahagia, haru, harap, takut-. Tapi saya sadar, sesadar-sadarnya bahwa pernikahan adalah bagian dari episode hidup, ibadah yang harus dilakoni oleh setiap hamba yang mengaku umat Rosulullah Sholallahu'alaihi Wasalam. Dan saya maklum, saya tidak akan mengerti bagaimana rasanya memahamkan dua kepribadian yang berbeda dalam satu kebersamaan jika saya tidak menjalani pernikahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar Rum : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cinta terlahir dari komitmen, halalnya sebuah hubungan memperindah cinta itu. Jikalau menafakuri ayat Nya, maka terpecik sadar bahwa hanya Allah lah yang menjadikan rasa kasih dan sayang antara seorang suami kepada isterinya. Seorang bijak pernah berkata "jika engkau menikahi seseorang, maka nikahilah kekurangannya, karena kelebihannya adalah hadiah yang diberikan Allah kepadamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa tersendiri yang dirasakan seorang istri ketika suami pulang berjamaah dari masjid lalu mencium keningnya dan bertanya "sudah sholat?", dan&amp;nbsp; ada sebuah rasa syahdu menjadi makmum sang suami dalam sholat-sholat sunahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the last, I just wanna say "I'm lucky marry this man and I love him so much".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 6 September 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tini    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6086464116039401642?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6086464116039401642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/09/menikah-tanpa-pacaran-bukan-berarti.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6086464116039401642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6086464116039401642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/09/menikah-tanpa-pacaran-bukan-berarti.html' title='Menikah Tanpa Pacaran  Bukan Berarti Tanpa Cinta'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-712266906820369299</id><published>2010-07-20T22:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:09:58.337-07:00</updated><title type='text'>Undangan Pernikahan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/TEZ_HYGSR2I/AAAAAAAAAQI/tNEEZxOGaW8/s1600/UNDANGAN%282%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/TEZ_HYGSR2I/AAAAAAAAAQI/tNEEZxOGaW8/s400/UNDANGAN%282%29.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/TEaASmyL3vI/AAAAAAAAAQQ/Pr-c2ZFZ-mA/s1600/UNDANGAN+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/TEaASmyL3vI/AAAAAAAAAQQ/Pr-c2ZFZ-mA/s400/UNDANGAN+2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-712266906820369299?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/712266906820369299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/07/undangan-pernikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/712266906820369299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/712266906820369299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/07/undangan-pernikahan.html' title='Undangan Pernikahan'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/TEZ_HYGSR2I/AAAAAAAAAQI/tNEEZxOGaW8/s72-c/UNDANGAN%282%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1504277351076298618</id><published>2010-05-21T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T00:03:13.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Waspada atau Buruk Sangka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Azan Magrib sudah berlalu setengah jam-an yang lalu. Kabut kelam mulai membungkus hari pada 21 May 2010 ketika kami melangkahkan kaki meninggalkan Rumah Sakit Budi Kemulyaan (RSBK) selepas menjenguk Mbak Lis tercinta. Status kami yang belum bersuami (bukan promosi ya :p ) memaksa kami untuk memutuskan bahwa biarlah kami sendiri saja menempuh perjalanan jauh menjangkau tempat berteduh alias pulang ke rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Simpang jam?” Tawarku pada pemilik taksi berplat resmi dibalas dengan tawaran harga yang mungkin lebih tinggi dari biasanya, dan kami menyetujuinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak kusangka di tengah perjalanan menuju Simpang Jam, kedua sahabat baikku yang Chinese ini justru membuatku bingung atau lebih tepatnya takut dengan penjelasan mereka bahwa mendapatkan taksi ke arah Sekupang bukanlah hal mudah. Pernyataan ini bukanlah tanpa sebab, telah berulang kali mereka merasakannya ketika hendak ke kantor pada hari libur.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lili telah berpamitan lebih dulu sebelum taksi yang membawa kami sampai di Simpang Jam, karena rumahnya berada di bilangan Baloi. Tinggal aku dan Juju yang memiliki arah rumah yang juga berbeda, tapi yang jelas Simpang Jam adalah titik yang memisahkanku dengannya. Ia tinggal di Batam Centre dan aku di Sekupang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tawaranya untuk menemaniku hingga mendapatkan taksi kusambut dengan gembira. Dan tak berselang lama ketika akhirnya aku mendapatkan taksi yang sudi mengantarkanku pulang ke rumah. Mungkin sebab kalimat bahwa mendapatkan taksi untuk ke Sekupang tidak mudah membuatku lupa bahwa memilih taksi berplat hitam alias tidak resmi sangat membahayakan untuk seorang gadis yang berpergian sendirian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin pembaca bisa membayangkan bagaimana rasa takut yang kuderita, ketika kemudian taksi yang kutumpangi mendapatkan tiga penumpang yang kesemuanya laki-laki. Aku rasanya ingin menumpahkan kemarahan pada adik laki-lakiku satu-satunya yang menolak menjemputku, karena alasan jauh. Dan pembaca pasti juga tau bagaimana asma Allah begitu lekat diseluruh aliran darahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika aku benar-benar &lt;a href="http://www.tinisyifa.com/2010/05/pendekar-berjilbab-putih-part-3.html"&gt;&lt;i&gt;pendekar berjilbab putih&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; mungkin aku tidak perlu setakut ini atau mungkin bisa bertingkah galak ketika laki-laki asing disampingku terkadang memandangku dengan pandangan yang kupersepsikan sebagai pandangan aneh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian tragis yang menimpa mahasiswi sebuah universitas swasta tahunan lalu serasa jelas membayang dalam ingatanku. Dan benar yang kupikirkan hanyalah berburuk sangka pada ke empat laki-laki yang berada dalam satu mobil denganku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan terlepas dari suasana menakutkan dengan &lt;i&gt;ending &lt;/i&gt;aku aman, bukan melepaskanku dari kesalahan berburuk sangka meski alasannya adalah waspada. Semoga Allah mengampuniku, amin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teringat sebuah pesan dari Rosulullah, hendaknya seorang wanita tidak keluar rumah tanpa ditemani muhrimnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu pelajaran berharga apa yang ingin anda sampaikan setelah membaca sedikit ceritaku di atas?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1504277351076298618?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1504277351076298618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/waspada-atau-buruk-sangka.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1504277351076298618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1504277351076298618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/waspada-atau-buruk-sangka.html' title='Waspada atau Buruk Sangka'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8017387153094381238</id><published>2010-05-16T18:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T18:47:00.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerber'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Pendekar Berjilbab Putih Part 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka  sudah menunggunya saat pendekar berjilbab putih itu tiba. Seperti  biasanya, Meydia tampak cantik dibalut jilbab putih dipadu dengan jubah  dan celana panjang putih abu-abu, di pinggangnya tampak mengikat erat  selendang biru muda berjuntai. Pedang yang terselempang di punggungnya  menggambarkan ia bukan pendekar biasa. Tangan kanannya memegang erat  sebuah tongkat berukuran sepundak dari tubuhnya. Ia sengaja membawanya  agar tak melukai lawan-lawannya dengan pedangnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Akhirnya kau datang juga” Ujar  mereka membuat Meydia tersenyum tipis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Seorang pendekar muslimah sepertiku pantang ingkar janji, apa mau  kalian sekarang? Bertarung denganku?” Tanya Meyda langsung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hahaha kau yang mengundang kami kesini bukan?” &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, aku harus membuat perjanjian dengan kalian”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ada perjanjian? Apa sama-sama menguntungkan, hahahaha.” Mereka tertawa  bahak tampak senang. Wajah-wajah jahat itu memandangi Meyda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalian harus meninggalkan dusun ini.”  Ucap Meyda tenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa? Meninggalkan dusun ini? Hahaha.” Terdengar lagi gelak tawa mereka  seolah apa yang diucapkan Meydia baru saja adalah lelucon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana jika kami tidak mau?” Goda mereka dengan seringai nakal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maka aku akan memaksa kalian” Meydia menarik kaki kirinya membentuk  kuda-kuda. Semilir angin malam di terangi cahaya bulan membuat Bukit  Rejosari tempat Meydia berpijak terang benderang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wow, ada yang akan menghajar kita rupanya, kau ingin pertarungan  seperti apa? Satu lawan satu?” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan membuang waktuku, aku bisa mengusir kalian semua sekaligus”  Teriak Meydia lantang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan sombong gadis cantik!! Hiyat…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laki-laki bertubuh jangkung tampak gusar dan segera menyongsong meydia  dengan tangan terkepal mengandung kekuatan. Meydia yang sedari tadi  sudah bersiap dalam satu kali hentakan sudah melambungkan tubuhnya untuk  menghindari serangan lawan. Dalam sekejab tubuh ringannya mendarat  membelakangi sang lawan yang geram mendapati serangannya menghantam  angin kosong belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meydia memutar tongkatnya kebelakang untuk menangkis pedang lawannya  yang  sudah terhunus dan seketika pedang itu terlempar diiringi pekikan  kesakitan dari pemiliknya. Melihat temannya berlutut sambil memegangi  tangannya, kelima lainnya tanpa basa-basi segera menyerang juga dengan  pedang yang terhunus dan tampak berkilauan terkena sinar rembulan.  Meydia segera menyiapkan jurus tongkat harimau. Seketika ia garang  memainkan tongkatnya, sekali-kali tubuhnya berputar keatas dan mendarat  kembali dengan tongkatnya yang juga sigap melakukan serangan. Tak  membutuhkan waktu lama untuk membuat musuh-musuhnya kesakitan dan harus  mengakui kekalahan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin mereka yang sedari tadi menonton meski dilanda khawatir tetap  berkelebat menyerang Meydia, gadis cantik itu memiringkan tubuhnya 90  derajat sebelum kemudian menendang tubuh lawan dengan kekuatan tidak  penuh namun cukup membuat sang lawan terpental beberapa tomdfhhbak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pergi kalian dari sini, jangan paksa aku membunuh kalian” Gertak  Meydia, dan cukup membuat mereka tertatih-tatih membawa lari tubuh  mereka  yang lebam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepasang mata mengawasi dari balik rimbunnya pohon, berdecak kagum atas  kepiawaian Meydia menghajar lawan-lawannya. Sebelum akhirnya menyaksikan  Meydia telah meninggalkan tempat itu dengan ilmu meringankan tubuhnya .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersambung &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8017387153094381238?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8017387153094381238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/pendekar-berjilbab-putih-part-3.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8017387153094381238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8017387153094381238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/pendekar-berjilbab-putih-part-3.html' title='Pendekar Berjilbab Putih Part 3'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2709158085119418664</id><published>2010-05-07T01:22:00.001-07:00</published><updated>2010-05-16T18:41:43.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Masihkah Rindu Itu Memilikimu</title><content type='html'>By. Tiny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seperempat purnama aku menekuri ini&lt;br /&gt;Menggugah hati tuk menyadari&lt;br /&gt;Detik waktu yang merambat mendekat&lt;br /&gt;Tiba masa semua hanya menjadi kisah&lt;br /&gt;Masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku, memuncak pada selukis senyum memesona&lt;br /&gt;Kepada sepasang alis bertemu&lt;br /&gt;Kepada binaran mata memandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan bertanya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ingatkah engkau duhai pemilik senyum?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saat kita bercerita di balik kaca&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kelak kita akan merenda cinta bersama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Meneguknya untuk kekuatan jiwa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Merinduinya untuk kenangan tak terlupa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terfikirkah duhai pemilik binaran mata?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berpisah itu menyakiti cinta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi ia menguatkan rasa dengan sabar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak bersua itu mengundang tangis&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun ia memberi arti tentang indahnya memiliki&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku memejamkan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terbayangkanlah kelak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saat rindumu ada bersama senyummu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masihkah rindu itu memilikimu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 7 May 2010&lt;br /&gt;If tomorrow never come, you must know that I love you and I miss you so much _^_&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2709158085119418664?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2709158085119418664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/masihkah-rindu-itu-memilikimu.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2709158085119418664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2709158085119418664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/masihkah-rindu-itu-memilikimu.html' title='Masihkah Rindu Itu Memilikimu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-3793911281142101412</id><published>2010-05-03T18:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T18:12:33.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Rinai Hujan Di Langit Batam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;By. Tini&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hujan deras mengguyur kota menjelang petang kala itu, di bilangan kawasan industri sekupang Batam, laki-laki sangat muda itu tinggal. Tampak ia tengah berlari menembus air langit yang turun lebih lebat, memang pantang bagi seorang laki-laki menangis karena kecengengannya, tapi kini ia tak perduli, ia hanya ingin menangis untuk meluahkan sejuta gundah yang tengah ia rasakan, menumpahkan kesedihan seumpama anak termalang dari sekian anak-anak seusianya. &lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt; ketika tetesan air mata membasahi pipinya akan terlampau susah untuk dibedakan apakah itu air mata ataukah air hujan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa sebab hatinya begitu berduka adalah ketika mimpinya tak jua menjadi nyata, rasanya &lt;i&gt;mandeg &lt;/i&gt;satu tahun untuk meneruskan SMA adalah sudah cukup. Tapi tidak demikian faktanya, kesadaran barunya muncul bahwa kemiskinan orang tuanya adalah alasan utama kenapa ia masih harus merasakan pahitnya mengorbankan mimpi dan masa depannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumah tempat ia dan kedua orang tuanya bernaung di bangun di atas tanah yang memang bukan milik mereka, hidup di pinggiran lembah dan dengan di suguhi bentangan air laut di belakang rumah tempat mereka membuang berbagai macam limbah dan sampah. Taukah apa gambaran yang pas untuk keadaan mereka selain keadaan yang berkekurangan. Ia masih memiliki tiga orang adik, yang dua diantaranya harus tinggal di kampung halaman neneknya karena biaya sekolah di sana lebih terjangkau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dani, begitu ia biasa di panggil. Entah sejak kapan menyukai hujan. Apakah sejak ia bisa menangis tanpa takut disebut cengeng, atau sejak ia ingin marah namun tak kuasa? Kerap ia sendiri tak mampu menjawabnya. Usianya baru menginjak enam belas tahun dan sejak setahun yang lalu ia telah menjadi alumni sebuah Sekolah Menengah Pertama Negri dengan hasil yang baik. Namun hingga kini, orang tuanya belum mampu membantunya menggenapi biaya untuk mengecap manisnya bangku Sekolah Menengah Atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dani baru saja menyelesaikan pekerjaan barunya, membantu sebuah usaha yang bergerak di bidang katering, yang juga menggaji ibunya, Dani tidak berbeda remaja kebanyakan, tapi ia lebih menjadi anak penurut dan ramah, keinginannya untuk meneruskan sekolah begitu kuat, hingga ia bersedia menerima saran orang tuanya untuk bekerja dahulu sebelum melanjutkan sekolah. Meski dari lubuk hatinya Dani iri pada anak-anak seusianya yang tidak perlu memikirkan kebutuhan sekolah, tugas mereka satu yaitu belajar. Mungkin kelak mereka akan menjadi orang-orang penting di negri ini atau akan menjadi manusia-manusia yang mampu merubah peradaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan Dani lainnya adalah menjadi muadzin di Mushola Subulussalam yang tak jauh dari rumahnya, meski dengan pemahaman agama yang pas-pasan. Dani bisa mengeja huruf Al Qur'an. Dani juga punya sahabat-sahabat yang sering ia ajak nongkrong di depan rumah &lt;i&gt;genjrang-genjreng &lt;/i&gt;dengan gitar &lt;i&gt;jadul &lt;/i&gt;mereka, menyanyikan lagu terkini dan sedang &lt;i&gt;hit&lt;/i&gt;, sekadar pengusir lelah dan resah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Genap setahun sudah Dani bekerja, meski serabutan dan tidak jelas gaji nya, tapi Dani masih sangat berharap itu bisa menjadi modal sekolahnya. Ah.. semangatnya masih sama, keinginan itu juga masih sangat sama. Dengan langkah hati-hati Dani mendekati sang ayah mencoba meluluhkan hati beliau dengan keinginannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ayah, tahun ini Dani sekolah ya, umur Dani sudah enam belas tahun " ujarnya sambil memainkan ujung sarung sebagai selimut tidurnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat hanya helaan nafas sang ayah yang terdengar. Menambah jantung Dani berdebar-debar, baginya ini keputusan akhir. karena jika tidak sekarang kelak usianya sudah tujuh belas tahun dan sangat tipis harapannya bisa terwujud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak ada biaya" Begitu akhirnya jawaban singkat dari sang ayah. Dani tidak berkomentar lebih, ia memejamkan mata, menahan sesak di dadanya, dia benar-benar ingin menangis tapi cuaca sedang tak bersahabat dengan air matanya, kekuatan hatinya mencoba menahan ledakan pilu yang begitu membuatnya sedih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dua tahun itu berlalu, kini Ia harus menuruti kemauan orang tuanya, bekerja dan bekerja, karena memang tak ada pilihan lain , sebuah galangan kapal yang berlokasi di Tanjung Uncang , bersedia menerimanya menjadi karyawan, menggajinya setiap bulan, usianya telah menginjak 17 tahun dan baginya kini semua impiannya sudah berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum genap empat bulan ketika kecelakaan kerja itu merenggut nyawanya, usianya dengan wajah yang bagi semua orang teramat muda tidak menghalangi maut menjemputnya. Dani menghembuskan nafas terakhirnya dengan menahan rasa sakit di kepalanya ketika ia terjatuh dari ketinggian pada saat menyelesaikan pekerjaannya, Rinai hujan di langit batam dan tangisan mengiringi kepergianya, menyesali kenapa begitu cepat ia pergi, berandai-andai ini dan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiada hidup yang abadi, Ia yang datang, akan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa - setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan kaki dan tangan terikat, apa bedanya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat Hari Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Cerpen lama setelah diedit, untuk almarhum sahabat atau adik, semoga Allah menerima amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu, amin.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-3793911281142101412?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/3793911281142101412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/rinai-hujan-di-langit-batam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3793911281142101412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3793911281142101412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/05/rinai-hujan-di-langit-batam.html' title='Rinai Hujan Di Langit Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2983156964996473243</id><published>2010-04-25T17:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T07:20:42.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerber'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Pendekar Berjilbab Putih Part 2</title><content type='html'>&lt;i&gt;Episode lalu: Yasa di bawa kabur oleh sekelebat bayangan saat hendak menyerang Meyda yang tidak sempat mengetahui siapa gerangan yang ia taksir memiliki ilmu meringankan tubuh mengagumkan itu. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Aisyah RadhiAllahuanha, adalah ummul mukminin yang dekat dengan ilmu, kepiawaiannya dalam menafsirkan Al Qur’an dan meriwayatkan hadist Rosulullah Shalallahualaihi wasalam, tak pernah diragukan oleh para sahabat dan khalifah” Meyda menghentikan kalimatnya, ia tatap wajah antusias para murid kecilnya dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis kecil mengangkat tangan “Apa Aisyah cantik seperti Ibunda guru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meydia tersipu, dengan senyum ia menganggukan kepala “Aisyah adalah istri kecintaan Rosulullah, ia sangat cantik, lebih cantik daripada ibunda guru sayang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Aisyah bisa berperang Ibunda guru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, tapi Aisyah dengan ilmu yang ia miliki telah mengobarkan semangat kaum mujahid untuk berperang ”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;“Karena itu kita harus belajar ibunda guru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja, bagus sekali, kalian pintar dan sudah paham” Meyda tersenyum puas .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murid kecilnya tertawa senang, dan mulai mengemasi peralatan belajar tanpa diminta setelah mata pelajaran usai, dan setelah membaca do’a penutup, mereka berlarian untuk berebut mencium tangan Meyda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tawa keras mengagetkan mereka, membuat para murid kecilnya beringsut mengkerut di balik tubuh Meyda yang segera berdiri tegap , waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segerombolan manusia berjumlah tujuh orang yang berpakaian serabutan mendekat, dilihat dari penampilannya mereka adalah penjahat dan ini dibenarkan oleh seorang gadis kecil yang membisikan kalimat pelan kearah telinga Meyda yang segera membungkukkan badan “mereka itu yang suka memukuli para penjual di pasar ibunda guru” Meyda mengangguk paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kepentingan kisanak semua datang ke tempat kami ini dengan mengindahkan etika bertamu dengan baik” Meyda membuka suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, tidak usah berbelit-belit gadis cantik, siapa yang mengijinkanmu mengajar anak-anak dusun ini tanpa sepengetahuan kami hah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa kalian dan apa urusan kalian”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahahahaha” suara tawa membahana memenuhi ruang tak begitu besar, berdiding papan dan beratap rumbai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami adalah penjaga di dusun ini, siapapun orang baru yang membuat kegiatan di sini harus membayar pajak kepada kami”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pajak? Kepala dusun tidak pernah menyinggung tentang pajak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi terdengar suara ejekan dengan kerasnya tawa, murid-murid Meyda ketakutan saling merapat satu dengan lainnya. Meyda harus cepat membuat keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak akan membayar pajak” ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahahahaha, jangan nekad gadis cantik, wajah cantikmu itu akan berubah menjadi monster kalau kau melawan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SAYA TUNGGU KALIAN DI BUKIT REJOSARI UNTUK MENYELESAIKAN INI” tulisnya di atas sebuah kertas, menghindari anak-anak kecil mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar, jika kalian merasa malu mengeroyoku di depan anak kecil, turuti ini”para penjahat itu langsung berembuk. Sesorang membisikan sesuatu kepada pemimpinnya yang di sambut tawa sumringah, ada cahaya mesum yang terpancar dari pandangan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meydia bisa menangkap itu, “lelaki biadap” bisik hatinya, ia biarkan mereka pergi dengan tawa mereka. Dan setelah mereka menjauh Meyda segera menenangkan para murid kecilnya , menghapus air mata gadis kecil yang sempat menangis .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar Andini sayang, tidak ada yang perlu di takutkan dari manusia seperti mereka, wanita harus kuat seperti Khansa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa Khansa ibunda guru”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Besok ibunda guru ceritakan” Andini mengangguk dan mengusap air matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah , ibunda guru antar kalian pulang” dan dalam sekejab suasana sepi menyergap ruangan itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasa mengerjapkan matanya, ia baru tersadar setelah semalaman tertidur, pandangannya menyusuri ruangan tempat ia tergeletak, ia baru ingat semalam gurunya yang membawanya dirumah tempat ia menghabiskan masa kecilnya hingga ia tumbuh dewasa ini, dipojok, didekat jendela sana tersedia singkong rebus dan kopi yang masih mengepulkan asap tanda baru saja di hidangkan, tapi ia masih tak menemukan sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera ia mengangkat tubuhnya untuk beranjak, rasa sakit di perutnya sudah benar-benar sirna, ia ingat kekalahannya atas Meydia , “memalukan” bisik hatinya. Dan matanya telah menangkap sosok sang guru yang tengah duduk bersila di atas batu dengan tangan menangkup di dada layaknya semedi kala ia telah berdiri di pintu. Deburan ombak laut tempat gurunya menghadap seringkali di tingkahi oleh semilir angin memecah kesenyuian namun tetap menciptakan suasana tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sudah bangun” ujar sang guru masih memejamkan mata saat ia mendekat. Ia tau gurunya punya indra keenam yang bisa merasakan kehadiran orang lain tanpa harus melihat langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya guru, terimakasih sudah menyembuhkan rasa sakit ini, tapi kenapa guru membawa saya kabur dari sana? Bukankah itu sangat memalukan” guru tersenyum sinis, masih dengan mata tertutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang pendekar juga tidak boleh mati konyol bukan, kau masih memiliki banyak tugas yang harus di selesaikan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi guru, pendekar wanita itu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau hanya butuh berlatih lebih keras lagi, jangan malas!!! Seorang pemalas hanya akan mendapati ilmunya setengah-setengah, paham?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik guru, tapi … apa benar para warga dusun itu tidak sepenuhnya bersalah guru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan percayai musuh, kau bisa melihat sendiri kejahatan mereka dulu, apa kau percaya begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan membuat taktik melawan pendekar wanita itu, dia membahayakan misimu”&lt;br /&gt;Yasa terpekur, kesedihannya mengingat tragedi belasan tahun lalu menerbitkan dendam membara dihatinya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2983156964996473243?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2983156964996473243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/04/pendekar-berjilbab-putih-part-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2983156964996473243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2983156964996473243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/04/pendekar-berjilbab-putih-part-2.html' title='Pendekar Berjilbab Putih Part 2'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4137158688838524381</id><published>2010-04-23T00:43:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T00:45:52.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Tiba-tiba , Lagi-Lagi</title><content type='html'>Tiba-tiba menjadi penakut&lt;br /&gt;Melihat kekurangan diri tak disuka manusia lainnya&lt;br /&gt;Seberapa diri menghibur dengan kesabaran &lt;br /&gt;Seberapa ketakutan membuat tak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba menjadi pengecut&lt;br /&gt;Melihat kobaran api melalap tempat berpijak&lt;br /&gt;Seberapa diri menyadarkan hanya buaian&lt;br /&gt;Seberapa kepengecutan merenggut keberanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ingin menangis&lt;br /&gt;Menyadari lagi-lagi merasa begini&lt;br /&gt;Merindukan Tuhan tapi tak menemukan cahaya&lt;br /&gt;Tak menangkap jalan menuju Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4137158688838524381?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4137158688838524381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/04/tiba-tiba-lagi-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4137158688838524381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4137158688838524381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/04/tiba-tiba-lagi-lagi.html' title='Tiba-tiba , Lagi-Lagi'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5032144541963906182</id><published>2010-03-25T18:11:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T19:12:19.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Bumbu Cinta Masakan Umi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By. Tini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cerpen ini di ilhami oleh ungkapan seseorang yang saya hormati , Ibu dari adik-adik saya Rani, Mutya, dan Raihan. Di dedikasikan untuk ibu yang telah melahirkan saya dan untuk seluruh Ibu di dunia yang memberikan bumbu cinta pada setiap masakan untuk keluarga tercinta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Umi , umi hali ini macak apa"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu yang sering ku dengar dari bibir mungil adik bungsuku adalah adikku satu-satunya, yang ibarat berjalan gaya bicaranya masih tertatih-tatih.. Dan seperti biasa umi akan menunjukan sebuah gambar yang melekat pada majalah resep masakan kesukaan beliau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ayam goreeeng" begitu sorak umi kami sambil tertawa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hoyeeee, ayam goyeng" dan sibungsupun ikut tertawa memeluk umi penuh kasih, yang kutau memang itulah makanan kesukaannya, meski ia selalu bersemangat terhadap semua masakan umi. Dan setelah itu mereka akan bercanda sambil menyiapkan menu, sedangkan aku masih tak berniat beranjak, tugasku adalah belajar, belajar dan belajar , tapi tidak untuk belajar memasak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Umi, hari ini Abi pulang, kita masak apa ya?" begitu tanya adik bungsuku kala ia sudah duduk di kelas enam dan aku kelas sembilan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hmmm" Dahi Umi mengkerut , seolah berfikir keras , padahal aku tau pasti Umi sudah punya rencana memasak apa, beliau hanya sedang ingin membuat adikku memberikan ide, ya hanya ide adikku untuk yang satu ini, karena sudah pasti aku tak memiliki ide apapun. Menyambut kepulangan Abi dari Tanjung Pinang setelah menyelesaikan pekerjaannya mencari nafkah , menjadi moment yang berharga untuk masakan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ah Umi... Abi khan suka pelas udang kukus buatan Umi, kita masak itu saja" rengeknya, dan akhirnya tawa itu sempurna, tapi  tidak untuk tawaku, hanya senyum tipis melihat indahnya hubungan ibu-anak ini. Tapi tak lama tawaku juga akan terlepas ketika Umi bertanya tentang sekolahku, tentang pelajaran yang kusukai , tentang prestasiku menulis hingga mendapat nilai berapa dalam pelajaran seni dan sastra, karena disanalah bakatku berada, setidaknya begitu yang sering kudengar dari kebanyakan sahabatku, termasuk Umi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkali-kali kulihat umi mengusap peluh yang merembes di keningnya, ketika beliau memasak untuk makan malam kami, ada yang kurang beres kulihat , umi sedang kurang baik kesehatannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Umi  sakit?" aku mendekat memegang pundaknya , merasakan umi tengah menggigil &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Astaghfirullah, sudah Umi, Umi harus istirahat"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"tidak apa, umi harus menyelesaikan ini"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak umi, biar Handa saja" begitu janjiku untuk menghentikan kegiatannya, dan aku tau kenapa umi  memberikan tatapan  ragu  terhadapku, andai adikku tak memiiliki kegiatan ektrakulikuler di kelas tujuhnya sore ini, aku tak harus berjanji menyelesaikan kegiatan masak-memasak ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan benar saja, masakanku hampir tak tersentuh di meja makan, padahal berkali-kali ku intip penampilannya tak jauh beda dengan masakan umi biasanya , sup ayam dan udang masak kecap yang berwarna cokelat karena memang begitu warna kecapnya, ya aku akui ketika menghidangkannya aku tak menghirup aroma sedap seperti masakan Umi, tapi apa salahnya mereka mencicip sedikit saja dengan rasa senang, meski aku sendiri sangsi tentang rasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami menghawatirkan kesehatan Umi" begitu aku ber&lt;i&gt;positive thinking&lt;/i&gt;, saat kulihat Abi dan adikku ogah-ogahan makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tau kenapa masakan Umi enak?" Umi berkata pada adikku &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa Umi?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Karena Umi meracik bumbunya dengan bumbu cinta" jawab Umi tersenyum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bumbu cinta?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya, karena memiliki kalian adalah anugerah untuk Umi, adalah amanah Allah yang harus Umi jaga sebaik-baiknya, kalian berdua anak-anak Umi yang kelak akan membangun peradapan dunia menjadi lebih baik, dan menjadi tanggung jawab Umi untuk menjaga kesehatan kalian dengan makanan sehat dan tentu lezat, setiap masakan Umi adalah di penuhi dengan cinta , ikhlas dan penuh pengharapan semoga yang halal ini akan menambah ghirahkalian dalam menjalankan perintah Allah, itu sebabnya kenapa Umi tak perduli harus memasak berapa kali setiap kalian dan Abi kalian lapar" Umi tertawa tanpa suara , hanya baris giginya yang rapi dan wajah cerah kami dapati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalian tau cerita tentang ketabahan Siti Fatimah, putri kecintaan Rosulullah Sholallahu'alaihi wasalam" lanjutnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami diam, namun penuh ekspresi ingin tau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Beliau adalah sosok teladan bagi kaum muslimah yang tak pernah mengeluh , untuk menyediakan makanan bagi suami dan anak-anaknya , beliau harus rela menggiling padi hingga berpeluh-peluh dan tangan lecet, tapi masih dengan cinta beliau melakukannya , adalah janji Allah bahwa setiap ibu yang menyediakan makanan untuk suami dan anaknya dengan keikhlasan, maka dosanya akan di ampuni sebanyak buliran gandum/beras yang ia sediakan" Umi tersenyum &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan adikku langsung memeluk Umi, Ia tersedu-sedu sambil terus berterima-kasih dan memuji bahwa masakan Umi  tiada duanya, sedang aku hanya menunduk , menyembunyikan mata berkaca tapi  tak pernah mengungkapkan bahwa masakan Umi memang yang terlezat yang pernah kurasa, "ah bumbu cinta, indahnya kalimat Umiku ini".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adikku tersenyum manis di panggung tempat ia duduk menghadap para &lt;i&gt;audiens &lt;/i&gt;yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga termasuk aku, sekali-kali ia menatapku masih dengan senyum manisnya, ia di undang sebagai pembicara dalam acara bedah buku "Masakan Ibu" yang merupakan kumpulan dari resep-resep yang sering ia tampilkan di sebuah televisi swasta yang kini telah melambungkan namanya sebagai koki terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"bagaimana anda bisa belajar begitu banyak masakan dan semuanya menjadi masakan lezat?" seorang bertanya sambil berdiri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"saya selalu belajar dari Umi" begitu adikku menjawabnya &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Beliau bukan koki terkenal , tapi koki terbaik yang saya kenal, sejauh ini belum ada yang bisa menandingi kelezatan masakan beliau di lidah saya, suatu hari Umi pernah berkata bahwa kenapa masakan beliau enak adalah karena setiap bumbu yang beliau racik selalu di taburi dengan rasa cinta dan keikhlasan , dan itulah resep yang selalu saya tuangkan dalam setiap masakan saya, hanya saja saya tidak pernah menuliskannya di buku ini " &lt;i&gt;audiens&lt;/i&gt; tertawa &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi aku menangis, karena dulu semasa Umi menyediakan masakan untuk kami , meski aku mengakui apa yang di katakan adikku benar adanya aku tak pernah sekalipun memujinya, aku tak hebat berkomentar soal rasa masakan, namun kini berkali-kali aku ingin melakukannya sejak aku tak lagi bisa merasakannya karena beliau telah berpulang. Aku ingin berkata "bumbu cinta masakan Umi tak terkalahkan , bahkan oleh adikku sekalipun."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batam 24 Maret 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5032144541963906182?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5032144541963906182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/bumbu-cinta-masakan-umi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5032144541963906182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5032144541963906182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/bumbu-cinta-masakan-umi.html' title='Bumbu Cinta Masakan Umi'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-828697181299813440</id><published>2010-03-22T18:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T18:07:34.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Untuk Malaikat Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6llzHxwmvI/AAAAAAAAAOk/7S-g75Y2mEU/s1600-h/alif+cool.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6llzHxwmvI/AAAAAAAAAOk/7S-g75Y2mEU/s320/alif+cool.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452000752844184306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu&lt;br /&gt;Tak perlu kau tanyakan padaku lagi kenapa rindu ini membuncah saat tak kulihat kedipan matamu&lt;br /&gt;Tak perlu sayang&lt;br /&gt;Tak perlu kau sangsikan betapa cinta yang kumiliki untukmu tak pernah bisa di ukur dengan satuan besaran apapun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahai&lt;br /&gt;Lihat tawamu itu, menampakan barisan gigi yang baru saja tumbuh dua-dua&lt;br /&gt;“ba-ba be-be” dengar celotehmu mengalahkan nyanyian merdu penyanyi kesukaanku&lt;br /&gt;Dan “puk” tangan kecilmupun mampir kepipiku , saat ku endus hidungmu dengan ungkapan sayangku&lt;br /&gt;Aku tertawa, meski terkadang pukulanmu menumbuhkan sedikit rasa sakit di kulit ini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan aku juga ingin menangis, Melihat matamu dan mata umimu berkaca juga teriakanmu&lt;br /&gt;Saat umimu melepaskan pelukannya , Demi nafkah dan masa depanmu&lt;br /&gt;Seakan kami dengar engkau berteriak “umiiii ikuuuuuuuuuuut”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat sayang&lt;br /&gt;Sepanjang jalan umimu bersedih , ia ingin dekat denganmu&lt;br /&gt;Selalu, sepanjang hari , sepanjang detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk malaikat kecil&lt;br /&gt;Dan di miladmu yang pertama&lt;br /&gt;Semoga Allah karuniakan kesehatan padamu, semoga Allah sebaik-baik penjaga memeliharamu&lt;br /&gt;Mencintaimu&lt;br /&gt;Mendidikmu&lt;br /&gt;Melindungimu&lt;br /&gt;Mengasihimu&lt;br /&gt;Memberikan segala terbaik untukmu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Amah Tini love Alif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;“ucapan selamat ulang tahun untuk Alif yang sudah terlewati 12 Maret , dan Umi Alif yang menjelang 27 Maret, Amah sayang kalian”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-828697181299813440?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/828697181299813440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/untuk-malaikat-kecil.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/828697181299813440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/828697181299813440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/untuk-malaikat-kecil.html' title='Untuk Malaikat Kecil'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6llzHxwmvI/AAAAAAAAAOk/7S-g75Y2mEU/s72-c/alif+cool.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1266185420327839442</id><published>2010-03-19T23:38:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T23:50:24.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Pendekar Berjilbab Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6RvUTncWKI/AAAAAAAAAOc/aexXF-vwDtI/s1600-h/6729_1133842317751_1578092914_318256_646916_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 318px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6RvUTncWKI/AAAAAAAAAOc/aexXF-vwDtI/s320/6729_1133842317751_1578092914_318256_646916_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450603843678918818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Pernah suka cerita tentang pendekar ga? aku dulu sampai sekarang suka banget, suka baca tentang pendekar 212, trus liat Angling Dharma versi dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan udah lama banget melupakan itu, tapi kemaren sempet baca cerita tentang Khaulah binti Azwar yang ikut berperang membela para muslimin dan berada di barisan para muslimah lainnya, kemudian dengan besarnya cinta yang ia miliki pada Dhirar bin Azwar sang kakak saat di tawan musuh , ia telah menjadi Ksatria Bercadar Hitam dan mampu memporak-porandakan barisan musuh, membakar semangat kaum muslimin untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gara-gara itu tiba-tiba pengen menulis kisah fiktif tentang Pendekar Berjilbab Putih , hehe &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok bayangan berkelebat , hinggap diam dalam sebuah ranting pohon yang harusnya patah menahan tubuhnya, tapi tidak .. mungkin bayangan itu menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wanita itu akan menyesal telah mencampuri urusanku” geramnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tangannya terbentang , wajahnya lurus menghadap langit , ia berkonsentrasi terhadap dua telapak tangannya yang menghasilkan bias cahaya memerah , dan dengan tenaga dalamnya ia hendak menyabetkan seluruh cahaya itu ke bangunan yang ia awasi sedari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gerakannya tertahan oleh sebuah suara yang mangagetkannya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“aku tau kau akan melampiaskan kekesalanmu pada gedung tempatku mengajar anak-anak di dusun ini Yasa, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tenang yang merambat melalui udara dengan tenang sampai ke telinga pria yang di panggil Yasa , bernama lengkap Gayasa Ganda Pramudia. Namun justru tak menghasilkan suara tenang di bilik hatinya kecuali amarah yang membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis berpakaian putih abu-abu lengkap dengan kerudung pembungkus auratnya itu berdiri tegap, sebilah pedang terselempang di balik punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan memancing amarahku hingga memaksaku melukai tubuhmu Meyda, kita di sini punya urusan masing-masing , jangan campuri urusanku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak akan mencampuri urusanmu jika kau tidak melukai warga dusun ini sesukamu, kalo kau tidak membuat mereka resah dengan sepak terjangmu” gadis yang bernama Meyda Khairandani berujar dengan menaikan suaranya satu tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mereka harus membayar apa yang telah mereka lakukan pada keluargaku, kau tau rasanya melihat kedua orang tuamu di bunuh secara mengerikan di depan matamu dengan tuduhan kesalahan yang tidak pernah mereka perbuat?” suara Yasa bergetar menahan marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“itu bukan kesalahan mereka sepenuhnya, dan kau tidak berhak membuat anak-anak mereka mengalami nasib serupa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tau apa kau tentang kesalahan mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lebih tau darimu yang hanya di pengaruhi oleh otak dendam dan keegoisan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau!!!” Yasa melotot , kemarahannya sudah tak terbendung, dalam sekali lompatan ia telah berdiri sejajar di hadapan Meyda berjarak beberapa tombak.&lt;br /&gt;Meyda masih berdiri tenang , namun kakinya telah membentuk kuda-kuda tak kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ruhmu akan menyesali tindakan bodohmu, hiyaaaaaaaaaat”  Yasa telah menyerang Meyda dengan kepalan tangannya di sertai tenaga dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyda segera mundur menghindar, namun tendangan Yasa hampir menyentuh tubuhnya jika ia tak segera berguling. Dengan secepat kilat ia berdiri , menyusun kekuatan dengan segera, ia tak berniat melukai Yasa , kecuali membuat Yasa berfikir ulang tentang tindakannya, tapi serangan demi serangan yang di luncurkan yasa membuatnya terpaksa harus melumpuhkan pertahanan lawannya yang tidak main-main itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ayo lawan Meyda , jangan hanya menghindar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak ingin bertarung denganmu Yasa, tapi jika kau paksa , maka maaf ..” dengan sekali gebrakan Meyda telah meluncurkan serangan kepada Yasa  yang kaget dan tak sempat mengelak jauh , Yasa terpental kebelakang menahan sakit di perutnya karena tendangan Meyda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pergilah Yasa , tinggalkan dusun ini dan belajarlah memaafkan mereka, cari tau kenapa para warga melakukan tindakan pembunuhan itu dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak akan menyerah” Yasa hendak bangkit melawan lagi saat sekelebat bayangan hitam menangkap sosoknya dan membawa kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyda , pendekar berjilbab putih kaget , dan tak bisa lagi mengejar bayangan yang membawa tubuh Yasa pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1266185420327839442?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1266185420327839442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/pendekar-berjilbab-putih.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1266185420327839442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1266185420327839442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/pendekar-berjilbab-putih.html' title='Pendekar Berjilbab Putih'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6RvUTncWKI/AAAAAAAAAOc/aexXF-vwDtI/s72-c/6729_1133842317751_1578092914_318256_646916_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5099244899440025758</id><published>2010-03-09T06:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T06:46:55.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Memilih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sahabat berkata “aku ingin menikah dengan orang yang tidak ku kenal, aku akan mencintai orang yang ku nikahi” lho gimana toh , menikah kok dengan orang yang tidak di kenal, he he bukan gitu maksudnya, anda tau lah maksudnya gimana :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm tak ada yang salah, karena itu pilihan , setiap apa yang kita lakoni sejatinya  adalah hasil dari pilihan kita , seperti aku yang sebelumnya tidak bisa masak, itu akibat dari pilihanku untuk tidak mau tau urusan dapur , dan akhirnya pilihan itu kurubah menjadi aku harus tau dan harus bisa!! Dan well tidak terlalu sulit yang di bayangkan ternyata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups!! Jadi kemana neh ceritanya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kalimat sahabatku , saat ia bicara begitu, kebiasaanku adalah menjawabnya seperti yang ku fikirkan “kalau aku ingin menikah dengan sahabatku, atau minimal aku mengenalnya lebih dulu seperti ia juga mengenalku dengan baik, terlepas dari kepasrahan kepada Allah tentang siapa jodohku, tapi aku selalu berprasangka baik kepada Allah , bukankah Allah selalu memberikan yang terbaik??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bolehkah aku sedikit atau mungkin banyak berkomentar tentang kalimat sahabatku itu? Ketika kita mencintai orang yang kita nikahi , ku fikir itu satu-satunya pilihan yang harus di pilih, rasanya tidak mungkin setelah menikahi seorang wanita ia tak berusaha mencintainya, lha wong itu pilihanmu.. he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku, mungkin terlalu takut sepertimu sahabatku, menikah adalah menerima kelebihan pasangan dan melengkapi kekurangannya , begitu khan? Setidaknya bagiku sebuah ketertarikan itu penting, sebuah kekaguman juga tak kalah penting, karena itu adalah sebab musabab yang menggiring kita pada jalan-jalan bernuansa indah yaitu “cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perlu kerja keras untuk membingkai cinta itu dalam ikatan halal bernama pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please comment about my choice…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5099244899440025758?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5099244899440025758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/memilih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5099244899440025758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5099244899440025758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/03/memilih.html' title='Memilih'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1867180398023216303</id><published>2010-02-25T12:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T12:15:36.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Titip Rindu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;by. Tini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dedicated for AMGUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kasih sayang kamu begitu dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sungguh ku tak sanggup ini terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karna ku sangat cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini lah saat terakhirku melihat kamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jatuh air mataku menangis pilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;Dan wajahnya yang terbingkai di foto ini telah menjadi kenanganku , senyumnya yang telah mengajarkan aku kekuatan menghadapi cobaan ini, telah menjadi masa laluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“leukemia akut” begitu vonis dokter atas sakitnya sebulan terakhir yang di bilang terlambat untuk di periksakan. Ketika kami terutama aku yang lalai untuk memperhatikan gejala-gejala dini. Saat akhirnya batuk yang tak kunjung sembuh selama sebulan itu memaksaku untuk lebih care tentang apa yang terjadi padanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“kita harus kerumah sakit”&lt;br /&gt;“sudahlah , tidak apa-apa” elaknya&lt;br /&gt;“tidak apa-apa? Batuk itu menyiksamu selama sebulan, kita harus periksakan itu” tentu saja sikapnya yang menganggap remeh apa yang di deritanya membuatku sedikit emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan hubunganku dengannya, mungkin menjadi salah satu sebab, masih banyak ketidak pedulian yang aku tunjukan padanya.&lt;br /&gt;Masih belum ada ijab Kabul yang mengikatku untuk bertanggung jawab atas dirinya sebagai suaminya, meski rencana menikah itu telah dekat. Tapi tetap saja belum halal bagiku untuk sekedar menggandeng tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya harap anda mensikapi penyakit ini dengan serius, saya harus merujuk nya untuk berobat kerumah sakit yang lebih baik, maaf.. bukan membuat anda pesimis, tapi harapan sembuh leukemia akut sangat kecil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang membuatku tak berdaya, ketika kupandang gadis yang kucintai sedang tergolek lemah di sana dan telah di vonis dokter memiliki harapan tipis untuk bisa bertahan hidup.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba beriman , aku masih memiliki Allah untuk memberikan banyak keajaiban , meski sedikit mengalahkan semua kesedihan yang terus mendera , apalagi ketika ku search di internet , dan di nyatakan bahwa leukemia akut adalah penyakit yang membunuh bahkan dalam hitungan hari, ini memang sering terjadi pada orang dewasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).&lt;br /&gt;Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan bantulah ia untuk menyempurnakan diennya, itu akan lebih memberikan semangat hidupnya kembali” sebuah nasihat itu seolah membuka sebuah jalan panjang yang tak terfikirkan sama sekali, di tengah kondisinya yang rumit untuk di jelaskan, aku mencintainya dan ingin menjadikannya ibu bagi anak-anakku, hanya saja kemarin waktu belum mengijinkanku untuk itu, tapi apa harus sekarang? Vonis dokter bahwa hidupnya tak lama itukah alasannya ? aku ingin menunggu keadaannya membaik, lalu bagaimana jika itu benar?jika ia tak segera membaik atau Jika kemudian setelah menikah ia akan di jemput kembali oleh pemilik Nya? Bagaimana jika kami telah memiliki anak nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang, sangat panjang yang kufikirkan , tapi benar cinta dan senyumnya membuatku harus memutuskan hal besar ini secepatnya, ada banyak hal yang belum bisa ku lakukan untuknya , dan Allah memberikan kesempatan ini, tak boleh di sia-siakan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kepindahannya di rumah sakit yang di rujuk dokter pertama, aku mengutarakan niatku pada orang tuanya, tak banyak yang di katakan mereka kecuali sepenuhnya setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Mu ya Allah , dan demi cintaku pada gadis ini, aku kuat menjalankan ini, aku ingin memberikan pelukan hangat padanya , menguatkannya bahwa ada banyak kebahagiaan yang tengah menunggu kesembuhannya, ada banyak kisah yang menjadi mimpi kami sebelumnya yang harus segera di wujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah ijab Kabul yang di laksanakan di rumah sakit dengan sangat sederhana, bermahar seperangkat alat sholat , aku telah sah menjadi suaminya, bertanggung jawab penuh atas keputusan-keputusan yang harus di ambil untuk kesembuhannya, termasuk tindakan penyembuhan yang akan di lakukan dokter di malam pertama kami&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ia tersenyum memandangku&lt;br /&gt;“terimakasih, tapi harusnya abang tidak perlu melakukan ini”&lt;br /&gt;“sudahlah de, ini sudah kita bicarakan sebelumnya, ade udah jadi istri abang sekarang, ade bahagia khan?”&lt;br /&gt;Ia mengangguk dan tertawa, menyisakan batuk panjang yang membuatku miris.&lt;br /&gt;Ku cium keningnya, lama… meresapkan kerinduan panjang selama ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Allahumma Innii Asaluka Min Khairiha wa Khairi Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih&lt;/span&gt; —Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa yang Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya..amin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hapus air mata yang menggenang dan menetes melewati sisi kelopak matanya “amin, Alhamdulillah,” ujarnya, dan aku memeluknya , “Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas waktu yang Engkau berikan untuku menepati janji ini”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku telah kembali ke pemiliknya, di malam pertama kami ia menjalani operasi dan dokter gagal membawanya kembali, “"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya lah kami kembali”&lt;br /&gt;Aku menangis , tentu saja … aku mencintainya, tapi Allah lebih mencintainya , insyaAllah , semoga saja.&lt;br /&gt;Dan jika aku rindu, izinkan aku titipkan rindu ini untuknya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari sudut sini aku berdo’a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untukmu yang hidup atas nama cinta Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan cinta pada ciptaan Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga cinta kalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mempertemukan kalian di surga Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempat di letakan segala muara kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan kematian adalah pintu untuk menuju kesana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat bang amgun, semoga ini menjadi ladang amal dan ibadah yang bernilai tak terhingga untukmu, terima kasih telah membantu saudariku menyempurnakan agamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam 25 february 2010&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1867180398023216303?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1867180398023216303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/02/titip-rindu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1867180398023216303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1867180398023216303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/02/titip-rindu.html' title='Titip Rindu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5473462172450244036</id><published>2010-02-02T05:27:00.000-08:00</published><updated>2010-03-23T18:09:37.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Surat Cinta Yang Terlantar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6lmSm4ro2I/AAAAAAAAAOs/8XvrMit_QJw/s1600-h/al-quran.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6lmSm4ro2I/AAAAAAAAAOs/8XvrMit_QJw/s320/al-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452001293770662754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By Tiny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tau saat barisan kalimat ini merasuk dalam pandangan kedua kelopak mata indahmu, maka denyut-denyut kerinduan ini tersampaikan sudah , dan aku merasa engkau jua merasainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat cinta itu masih panjang, berisi kalimat –kalimat manis yang membuai, yah meski ia tidak lagi melewati tukang pos, tidak dikirim dengan perangko atau kilat khusus, tapi tetap saja bagiku itu adalah surat cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tidak kupungkiri , ketika surat yang datang dari seorang ikhwan yang kudamba di seberang samudera sana memunculkan nuansa merah jambu di kehidupanku, meresapkan keromantisan dalam relung kalbuku. Dan ia menghadirkan diri yang berbeda di diriku, penuh angan dan harapan , penuh cinta dan kerinduan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Musim tak menentu di kota ini, ia kadang di hiasi dengan hujan berhari-hari , namun juga panas yang tak kalah menyengat. Dan karena itulah aku di serang demam hingga flue yang tak kunjung sembuh, hingga akhirnya kedua penyakit yang menyiksaku kala hendak terlelap karena hidung yang tersumbat dan menyesakkan nafas itu pamit pergi, namun terkadang rasa pusing ini seoalah enggan tuntas meninggalkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melayangkan pandanganku pada inbox email yang baru ku buka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hey cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keresahan itu hadir ,aku memikirkan kesehatanmu, karena terakhir kudengar ia kurang baik, How  now? Is it well?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum, dia begitu baik, sangat mengkhawatirkanku, tentu saja aku harus membalas surat cintanya untuk mengabarkan aku baik-baik saja.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika angin berubah arah, itu adalah hal lumrah. Ketika bulan yang berpendar di malam hari tak lagi sempurna setelah purnama , itu adalah suratan alam. Ada yang berubah, dan setiap jiwa yang di tanamkan di raga harus siap berubah sewaktu-waktu. Tapi tidak seperti lima jagoan yang berubah jadi power ranger ketika ada kericuhan yang melanda kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat cinta itu tak lagi hadir tepat waktu, padahal aku sebagai pembaca setia masih tetap menunggu,dan terlebih itu, aku telah menyandarkan harapan di sana. Namun siapa aku hingga harus bangga dan percaya diri bisa membuat hatinya memiliki ketetapan hati untuk mencintaiku, aku sudah lupa siapa yang Maha membolak-balikan hati itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika purnama berikutnya , surat itu tak lagi ada , ia terakhir memenuhi inbox emailku dua minggu yang lalu , saat ku tau dia tengah sibuk dengan pekerjaannya, aku tak lagi banyak bertanya, meski aku sakit merasa tercampakan, dan aku rindu surat cinta itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha tersenyum , tapi mungkin yang terlihat justru erangan rasa sakit, kepalaku berdenyut keras, serasa membuat seluruh tubuhku kaku. Dokter memvonisku menderita sakit parah, aku tak perduli sakit apa itu, tapi sudah sejak lama aku bertahan dengan itu, dan hingga sekarang aku ambruk di sebuah kamar pengap ini aku masih berusaha bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengungan itu mengusikku , aku tentu sangat mengenal suara apa itu, aku sering mendengungkannya dulu, hingga aku lupa kapan terakhir aku melakukannya , terselip tanya kenapa harus di tempat ini, susah payah aku mencari dan di pojok ruangan sana aku menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sudah saatnya kah aku mati?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah tidak, aku sudah melihat pasien baru yang terpisah oleh gorden putih itu sejak kemarin, tapi mungkin kali ini keadaanya lebih baik dariku sehingga ia bisa mendengungkan suara yang tak asing itu. Merasa di perhatikan ia menoleh dan tersenyum, sejenak ia hanya memandang dengan senyumnya namun kemudian ia beranjak mendekatiku, aku tak berkata kecuali terus memperhatikannya. Ada sesuatu yang tak sanggup ku jelaskan dengan logikaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ucapan salam itu mendapat jawaban diamku, ia masih tak ingin melepaskan senyumannya dari bibir pucatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“afwan, apa surat cinta yang ku baca ini mengganggumu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku tercengang, kata-katanya sontak menumbuhkan kembali ingatan tentang luka hati yang tak kunjung sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku menghindarinya, membuang jauh tanda tanya yang tersirat dalam raut wajahnya, dadaku terguncang menahan isak, hingga aku sendiri tak sadar lagi begitu cengengnya aku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mbak , apa ada yang sakit? Saya panggilkan dokter”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapnya dengan linangan air mata.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“beri aku waktu untuk kembali kerumah ya Allah, ada surat cinta Mu yang ku telantarkan sejak lama di&lt;br /&gt;tumpukan buku-buku kebanggaanku, aku ingin membacanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bicara tentang terlambat untuk sadar, mungkin di sinilah aku tau rasanya, surat cinta dari Allah yang tersusun rapi dalam mushaf yang bernama Al Qur’an telah bertahun-tahun aku telantarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar yang aku anggap pengap ini , aku merasa malu, betapa terlalu lama aku tak mengerti mana yang seharusnya membuat rinduku membuncah. Dan setelah ada di tempat ini aku tau “surat cinta” dari Allah itu begitu merdu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 2 February 2010&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5473462172450244036?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5473462172450244036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/02/surat-cinta-yang-terlantar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5473462172450244036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5473462172450244036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/02/surat-cinta-yang-terlantar.html' title='Surat Cinta Yang Terlantar'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S6lmSm4ro2I/AAAAAAAAAOs/8XvrMit_QJw/s72-c/al-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-270249768961083212</id><published>2010-01-16T22:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T22:52:10.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Menemukan Arti Syukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;by Tini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap orang yang mendengar ini dan mungkin anda juga akan berkata hal yang sama "harusnya kamu bersyukur, kecelakaan itu tidak sempat membuat motor kalian jatuh lalu melukai tubuhmu, ikhlaskan saja , itu artinya bukan rizkimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. mereka semua dan anda benar sekali, kusadari itu setelah aku pulang dan menangis tersedu-sedu melihat gamis tercintaku koyak tak beraturan karena tersangkut jeruji motor.Gamis yang ku beli dengan sedikit menutup mata karena harganya "high" untuk ukuran penghasilanku.Aku sempat tak ingin kerja karena kecewa, entah kepada siapa, persisnya pada diriku sendiri yang teledor dan tidak hati-hati&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan itu yang ingin aku share kali ini, bukan ingin mengatakan bahwa aku tidak punya gamis lagi dan berharap kalian menyumbangkan yang sama untukku "ha ha, kalo ada ya syukur :p " tapi betapa setiap pelajaran syukur itu terhampar di setiap kejadian, bahkan kejadian yang membuat kita kehilangan sesuatu menuntut kita untuk bersyukur. Bersyukur bahwa masih seringnya kita di berikan kesempatan untuk instropeksi diri , bahwa segala yang kita miliki bukan milik kita sepenuhnya. Bersyukur bahwa saat kita kehilangan sesuatu , masih banyak hal yang kita miliki untuk kita syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The wise man said " Bersyukur adalah menerima dan memandang indah setiap pristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidup kita "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Jalan Gamis Tercintaku, Semoga engkau di terima di sisi Nya , heeeeee lebay mode on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam 15/01/2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-270249768961083212?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/270249768961083212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/menemukan-arti-syukur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/270249768961083212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/270249768961083212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/menemukan-arti-syukur.html' title='Menemukan Arti Syukur'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-127950333014482990</id><published>2010-01-12T22:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T22:09:09.823-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Ruang Itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By &lt;a href="http://tinisyifa.blogspot.com"&gt;Tini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Allah, Please give love shines in my father's new room&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang itu bersekat dinding kayu sebagai pembatasnya dengan ruang tamu, berpintu namun dan tak ada engsel yang bisa mengkaitkan papan untuk menutupnya , kecuali kelambu panjang yang berjuntai, ia berjendela satu yang menghubungkan langsung dengan dunia luar yang hijau , saat hembusan angin mampu menggoyangkan dedaunan kelapa , maka kesegaran udara  akan mampir untuk sekedar menjenguk di dalam sana, di ruang itu, menggantikan udara pengap yang sementara hinggap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku sering mendengar dengungan kalam Allah dari sana, ketika ayah melafalkan kuat-kuat bacaan sholatnya meski seharusnya ketika tidak menjadi imam dalam jamaah sholat bacaannya bisa sedikit di pelankan, juga saat beliau sedang murojaah surat-surat pendek,  namun begitulah ayahku , beliau memiliki suara yang tak pernah membuatku malu menyebutnya “ini ayahku”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayahku berdarah Nganjuk atau Jawa Timur, beliau sangat hafal tembang-tembang jawa dan biasa mendendangkannya , tapi aku sendiri tak pernah bisa paham benar tembang-tembang jawa itu kecuai yang memang sering ku dengar dari tape recorder butut milik beliau “umpami sliramu sekar melati, ndiko kumbang nyidam sari” he he itulah yang menemani kesehariannya sebagai seorang petani tulen, dan itulah ayahku, seorang pekerja keras namun berhati sangat lembut membuat aku tak pernah malu menyebutnya “ini ayahku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah aku belum pernah kehilangan orang terdekatku , kehilangan dalam arti yang sebenarnya, tak khan bisa melihatnya lagi , tak khan mendengar suaranya lagi, tak khan bisa merasakan pujiannya lagi, ya… ayahku adalah orang yang paling sering memujiku , membanggakanku ketika aku bisa juara kelas. Dan dalam sejarah kehidupanku , beliau orang pertama yang pergi dan menyisakan rasa sakit saat kerinduan menyergap, saat beliau kembali menghadap Allah, kejadian itu menyadarkan kami bahwa kematian pasti datang kepada setiap hamba Allah, tak terkecuali. Tak ada yang menyangkal bahwa ayahku masih terbilang muda jika harus meninggal di usia itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ruang itu kami sebut mushala kecil di rumah masa kecilku, adalah saksi dimana ayah menjalankan ritual ibadahnya sebagai seorang Muslim dan hamba Allah yang taat, dengan khusyuk di tahun-tahun akhir hidupnya, ruang yang ketika aku menjenguk kesana setahun yang lalu meresapkan kerinduan yang mendalam pada sesosok hambaNya yang sering bersujud di atas sajadah yang terbentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau dan berharap ruang itu tidak akan pernah sepi, ada ibuku di sana, yang menyisipkan rasa rindu untuk ayahku di sholat tahajudnya dan juga setia memanjatkan do’a-do’a untuk kami tujuh anaknya dan InsyaAllah do’a ibu di ijabah oleh Allah Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku merindukan ruang kecil itu juga orang-orang tercinta yang memuji kebesaran Allah di sana.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiahkan cahaya cinta dalam ruang baru ayahku ya Allah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam 11/01/2010 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-127950333014482990?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/127950333014482990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/ruang-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/127950333014482990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/127950333014482990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/ruang-itu.html' title='Ruang Itu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8533824783462789906</id><published>2010-01-01T18:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T19:07:33.626-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Penyesalan</title><content type='html'>By: &lt;a href="http://tinisyifa.blogspot.com"&gt;Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penyesalan? Ia tak pernah datang di awal langkah perjalanan hidup dan dalam mengambil keputusan. Ia hadir saat waktu tlah berlalu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ikhlas itu berbalut kecemburuan sudah, saat aku menyerah dan kemudian melepasnya , ada gadis yang siap memilikinya, lebih siap menjadi bagian dari hidupnya, meski ini episode dari skenario Allah yang wajib kujalani dengan ikhlas namun tetap saja, ada gumpalan sesal di sudut sana , yang tak mampu ku lukiskan dengan barisan kalimat sependek apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“apa yang engkau inginkan wahai hati yang terluka, bukankah pilihanmu untuk tidak hidup bersamanya, bukankah keinginanmu untuk untuk tidak menjadi belahan jiwanya, lalu kenapa ada air mata yang berbentuk bak aliran sungai di pipimu, kenapa ada mendung yang menggayut di kelopak mata indahmu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tetap ingin tersenyum, sungguh seberapa pilunya ku rasa tak khan ku biarkan senyum untuk orang –orang terkasih ini beranjak dariku, ada sudut lain selain tempat luka , ada sudut keikhlasan yang harus di perjuangkan oleh keimanan hamba kepada takdir Tuhannya, meski rasa manusiawi itu masih saja berusaha mengoyak lembaran ketulusan dan keikhlasan itu. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“aku harap engkaulah mahluk Allah yang diciptakan dari tulang rusukku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangnya, ya…. ada getaran cinta dan harapan di ucapannya, juga ada rasa gembira yang meluap di dada ini, bukankah apa yang ia ungkapan adalah kalimat yang begitu indah? Sangat indah dan menyentuh relung-relung kalbuku. Namun kebahagiaan itu surut juga, ada banyak  ketakutan tiba-tiba, tentang masa depan yang panjang dan penuh cita-cita yang tak ingin terbengkalai  , juga tentang tanggung jawab baru yang harus ku emban setelah aku benar-benar memastikan diri menjadi hamba yang tercipta dari tulang rusuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunduk perlahan kemudian menggeleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“beri aku waktu”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat beranjak darinya guratan kecewa bukan hanya di rasainya, tapi terlebih aku, tak ada gunanya mengikatnya untuk menunggu kesiapanku, dia pria dewasa yang harus segera menyempurnakan setengah diennya , tak ada gunannya mempertahankan cinta untukku yang masih jauh dari mimpi menikah di usia muda. Dan aku bukanlah tulang rusuknya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barakallahulaka  wabaraka 'alayka wajamaa baina kumma fikhair (&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ku lafalkan do’a itu berbalut senyum manis, aku benar-benar berharap mereka bertahan mengarungi biduk rumah tangga menuju keridhaan Allah, menjadi keluarga yang akan melahirkan mujahid-mujahidah , pejuang dakwah yang menciptakan dunia menjadi lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jazakillah khairan katsira &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Semoga Allah membalasmu dengan balasan yang baik)&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sempat ku dengar mereka melafalkan do’a sebagai balasan, dan aku  akhirnya menjauh dengan senyum dan mengaminkan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum, hai mbak, khayfa khaluq?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bikhair, anti?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpelukan hangat, aku tak menyangka menjumpainya di sini, setelah dua tahun lebih aku dan mereka tak pernah memberi kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“subhanallah lama tidak bertemu, bagaimana kabar suami dan si kecil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah baik, sudah semester berapa mbak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“semester tujuh” jawabku dengan senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“owh ya , saya baru semester satu” jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“eh sudah menikah belum?” tanyanya tiba-tiba, dan aku hanya menggeleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hayo kapan nich?” godanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpisah, setelah banyak hal yang di bicarakan sekadar memberi  tahu akan banyak hal yang berubah dua tahun terakhir, dan kami menuju kelas yang berbeda,gadis itu adalah istri dan ibu dari anak pria dewasa yang hendak mengkhitbahku dua tahun yang lalu, aku memang menang enam semester dalam hal pendidikan formal, tapi jelas aku kalah jauh jika di sandingkan dengan kemenangannya sebagai wanita yang telah menjadi istri dan seorang ibunda yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah berjuang mengikuti sunah Rosulullah selama dua tahun lebih, sedangkan aku, masih menunggu…&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“We never know our life in future, but we must taking lesson from experience of life to be better”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hidupku dan saudariku, meski setiap kita memiliki alasan yang berbeda tentang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam 01/01/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8533824783462789906?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8533824783462789906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/penyesalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8533824783462789906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8533824783462789906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/penyesalan.html' title='Penyesalan'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5720883206135817790</id><published>2010-01-01T01:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T02:09:45.343-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat mata terlelap Allahlah penggengam jiwa kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia meletakan kita ke alam yang terkadang tak tersentuh logika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itulah mimpi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritaku hari ini tentang kematian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu saat rasa sakit menyerang tenggorokan dan rahang sebelah kiri , di malam buta aku bermimpi, seorang berjubah hitam namun tidak menyeramkan menjumpaiku , namun aku segera mengenalinya , ia adalah malaikat yang memisahkan ruh dari jasadnya , ialah malaikat yang memutuskan rasa sakit di dunia fana ini, ialah malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tubuhku kaku, aku teringat begitu banyak dosa yang telah ku lakukan semasa ini, rasa sakit berkumpul di tenggorokanku, aku hanya menyebut asma ALlah Allah dan Allah, hanya itu asma terindah yang bisa ku ucapkan di saat tak ada lagi hal yang bisa di harapkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dari mana engkau tau aku adalah malaikat Izrail"&lt;br /&gt;"karena aku merasakan sakit di tenggorokanku" ujarku terbata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat bagaimana detik Rosulullah meninggal dunia, bukankah ia merasakan rasa sakit yang teramat sangat? sehingga beliau berdo'a pada Allah agar seluruh rasa sakit sakaratul maut hanya di timpakan padanya tidak pada umat beliau (subhanallah indahnya sifat beliau ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malaikatpun pergi tanpa sepatah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terjaga , aku mulai merenung, setiap hamba dekat dengan kematian, ia membayangi setiap langkah kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku , kamu dan orang-orang yang kita cintai (saudara karena Allah) meninggalkan dunia fana ini dalam keadaan istiqomah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan maafkan aku :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5720883206135817790?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5720883206135817790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/ceritaku-hari-ini-tentang-kematian.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5720883206135817790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5720883206135817790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2010/01/ceritaku-hari-ini-tentang-kematian.html' title='Mimpi'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8987225962099932756</id><published>2009-12-27T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T17:37:11.130-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Dan Engkau Teramat Cantik</title><content type='html'>&lt;a href="http://tinisyifa.blogspot.com/"&gt;By : Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik,&lt;br /&gt;Hey Cantik, aku menyebutmu cantik&lt;br /&gt;Karena memang engkau cantik&lt;br /&gt;Atau lebih kepada hatimu begitu cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca lembaran pertama di buku "agar bidadari cemburu padamu"&lt;br /&gt;Aku menemukan mereka telah begitu cemburu denganmu&lt;br /&gt;Dengan kecantikanmu&lt;br /&gt;Dengan keshalihanmu&lt;br /&gt;Dengan shalatmu&lt;br /&gt;Dengan Puasamu&lt;br /&gt;Juga tutur lembutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saat engkau begitu pintar membagi waktu&lt;br /&gt;Mencintai suamimu&lt;br /&gt;Mendidik anak -anakmu dengan penuh  sayang&lt;br /&gt;Memperhatikan orang -orang di sekelilingmu&lt;br /&gt;Mendengarkan keluhan&lt;br /&gt;Dan mungkin tangisan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku masih begitu kagum dengan kecantikanmu&lt;br /&gt;Terutama dengan kecantikan hatimu&lt;br /&gt;Jika bidadari saja cemburu padamu&lt;br /&gt;Pastinya aku juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku masih takjub&lt;br /&gt;Betapa Allah begitu indah menciptakan kecantikanmu&lt;br /&gt;Saat kau hijabkan daya tarikmu di balik panjangnya jilbabmu&lt;br /&gt;Saat kau sembunyikan pesonamu namun begitu memikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan engkau teramat cantik&lt;br /&gt;Duhai wanita muslimah yang shalihah&lt;br /&gt;Karena engkau lebih utama&lt;br /&gt;Dari bidadari syurga&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8987225962099932756?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8987225962099932756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/12/dan-engkau-teramat-cantik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8987225962099932756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8987225962099932756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/12/dan-engkau-teramat-cantik.html' title='Dan Engkau Teramat Cantik'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1846145586022670237</id><published>2009-12-18T17:27:00.001-08:00</published><updated>2009-12-18T17:28:45.352-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Dan Pagi Itu</title><content type='html'>Ada yang kembali mengusik rinduku, ada yang kembali menggoda cintaku&lt;br /&gt;Rindu yang ku pendam dan ku ingin membusuk di belahan tempat yang tak mampu kujangkau&lt;br /&gt;Cinta yang ku harap tlah menjamur karena usang tak tersentuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sakit yang tak mampu menciptakan lelehan-lelehan bening bulanan yang lalu&lt;br /&gt;Ada dendam yang hanya tercipta untuk menyiksa hari-hari berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lelehan itu tlah mengalir menjadi tetesan deras ketika ucapan maaf tercatat di memory, bahkan derasnya hujan menjadi pewarna sendu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum mampu terjawab hingga kini&lt;br /&gt;Bukan karena tak memiliki jawaban&lt;br /&gt;Tapi karena ketakutan, akan rindu dan cinta yang terusik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu seperti monster yang menyeramkan&lt;br /&gt;Menusuk-nusuk hati hingga perih&lt;br /&gt;Namun tak sanggup di lihat dengan mata nyata&lt;br /&gt;Tak sanggup di lawan dengan terbuka&lt;br /&gt;Pernah ku dengar ungkapan muak darimu&lt;br /&gt;Pernah ku lihat guratan engkau jijik mengenalku&lt;br /&gt;Aku berontak&lt;br /&gt;Namun semua hanya menyisakan gumpalan-gumpalan kesedihan&lt;br /&gt;Berkepanjangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, kawan&lt;br /&gt;aku tau engkau ingin menjadi sahabatku&lt;br /&gt;Tapi akulah pecundang yang tak mampu untuk itu&lt;br /&gt;Akulah pengecut yang ingin lari dari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Pagi Itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With song "fall again" I know, I wanna go with u again , but...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1846145586022670237?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1846145586022670237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/12/ada-yang-kembali-mengusik-rinduku-ada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1846145586022670237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1846145586022670237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/12/ada-yang-kembali-mengusik-rinduku-ada.html' title='Dan Pagi Itu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6336536107569628362</id><published>2009-11-22T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T22:36:17.691-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Mogok Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com/"&gt;By : Tiny&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang rasa nyaman yang kita rasakan memaksa kita untuk melupakan penderitaan orang lain" (Tini 17-20 November 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semalaman berfikir , aku memutuskan untuk bergabung dengan karyawan yang mengadakan tuntutan ini, yaitu menuntut perusahaan tempat kami bekerja untuk mengeluarkan Manager HRD  &amp;amp; Asst Manager Production, aku fikir aku harus menjadi diriku sendiri, melawan segala rasa takut, bukankah berperang melawan musuh-musuh Islam yang menjadi syahidah adalah cita-citaku, meski sekarang yang kami tuntut untuk keluar dari perusahaan tempatku bekerja  bukanlah musuh Islam, tapi secara garis besar penindasan dan arogansi mereka seolah-olah pemegang tampuk kekuasaan dan perlakuannya  terhadap karyawan adalah tindakan yang menyalahi aturan Islam. Tidak ada sikap lembut yang di ajarkan Rosulullah dalam memimpin, kritik tentang teladan terhadap Rosulullah tentunya lebih tepat untuk Asst Manager Pdtn sebagai pemeluk agama Islam yang taat, lalu bagaimana untuk Manager HRD? he he beliau saja tidak beriman atas adanya Rosulullah :p alias pemeluk agama berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berada di tengah-tengah orang yang mogok kerja dan bisa mendengar keluhan mereka secara langsung, mengajarkanku untuk mengerti bagaimana rasanya memendam rasa sakit hati sekian lama, dan saat harus meneteskan air mata kala harus di hadapkan pada kata-kata yang melukai perasaan mereka, dan keyakinanku tumbuh, bahwa aku berada di tengah –tengah mereka adalah pilihan yang tepat, tidak perduli bagaimana orang-orang yang tidak menyukaiku memandang sinis kearahku, siap dengan segala resiko yang harus ku hadapi termasuk kehilangan pekerjaan ini,  Demi Allah aku akan memperjuangkan ini, memperjuangkan hak-hak orang yang mereka anggap berada pada kasta terbawah, dan Demi Allah aku tidak bisa duduk mengerjakan pekerjaanku di atas sana seolah-olah tidak tau apa yang tengah terjadi, menutup mata untuk memelihara segala aib dan penyakit di perusahaan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tidak membuahkan hasil, management tetap pada pendiriannya untuk tidak mengabulkan tuntutan kami meski begitu tekad kami tetap bulat, saat aku berusaha bertanya kepada salah satu di antara mereka tentang apakah ada pilihan lain selain mengeluarkan kedua  orang besar di perusahaan tersebut? Mereka langsung menjawab “tidak, tidak ada pilihan lagi” ah terlalu dalam luka mereka, dan di bawah teriknya mentari dan Alhamdulillah masih terlindungi oleh rindangnya pohon-pohon, di sanalah aku menyatu dengan mereka, membicarakan banyak hal tentang luka-luka mereka, berusaha memahami banyak hal, menyayangkan sikap kedua orang yang kami tuntut, bahwa pemimpin sangat berbeda dengan bos, dan pemimpin tidak boleh menjadi bos, meski pada hari itu menyisakan rasa pusing yang cukup mengganggu kesehatanku tapi aku harus bertahan perjuangan ini masih sangat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk teman-teman dari Sales Dept , aku salut dengan dukungan kalian , ketetapan hati  kalian meski atasan dari Singapore tidak mendukung dan sempat memberi himbauan tegas. Terima kasih untuk atasanku sebagai sahabatku yang sudah sangat mendukungku, untuk sahabat-sahabatku yang tidak bisa mendukung secara langsung namun sudah memberi semangat atas perjuangan ini, Jazakumullah khairan jaza, semoga Allah melindungi hati-hati kami dari dendam berkepanjangan, membersihkan hati-hati kami untuk menjadi hamba-hamba yang pemaaf, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 17/11 dan 18/11 hujan mengguyur kami , benar-benar membuat kami harus melawan segala rasa dingin yang menyerang, benar apa yang terjadi ini tak akan ku lupakan seumur hidupku, di mana aku bersama ratusan orang lainnya di uji kesabaran untuk bertahan.Ah rasannya aku ingin menangis, begitu terlukannya perasaan ini, kegagalan memang yang sangat menyakitkan, tapi biarlah ini  menjadi pengalaman sangat berharga. Berjuang memang membutuhkan banyak pengorbanan, dan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua mogok kerja saat hujan mengguyur, barisan kami kocar-kacir dan karena kami tidak di izinkan masuk ke area perusahaan , akhirnya kami menuju arah timur, saat  berada di depan perusahaan sebelah kami di izinkan berteduh di area parkir mereka dan subhanallah do’a dan ucapan terima kasih yang terdengar . Namun juga selaras dengan hujatan betapa rasa kemanusiaan managemen perusahaan tempat kami bekerja sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga mogok kerja hujan deras lebih parah mengguyur, ada para atasan dari Singapura saat itu, dan betapa dengan sendirinya mereka para managemen di negara berbudaya timur ini menunjukan bahwa mereka adalah tidak memiliki rasa belas kasihan, ada air mata yang benar-benar mengalir saat itu, saat kami tidak di izinkan lagi berteduh di perusahaan sebelah, dan akhirnya dengan seadannya kami bersatu, bertahan di depan gerbang, membiarkan diri basah kuyub, dan mereka di dalam sana menyaksikan, siapapun itu mereka menyaksikan, dan ribuan pertanyaan mampir di benak ku, apakah managemen hanya seorang HRD? Atau mereka terdiri dari para manager lainnya. Apakah benar pembelaan mereka terhadap orang yang sudah di anggap ratusan orang ini tidak berhati mulia membutakan mata hati mereka hingga tidak perduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan do’a orang yang terzalimi di ijabah oleh Allah” semoga tidak ada do’a buruk yang meluncur untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku , karena aku sempat putus asa dan menghakimi kalian, sahabat-sahabat yang mendukung kami di dalam, aku tau hati kalian menangis, aku tau kalian ingin berbuat terbaik , namun keterbatasan membuat kalian tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya satu yang ingin ku sampaikan, jika setelah ini terjadi lagi hal yang sama, maka lakukan sesuatu yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan membutuhkan jiwa besar untuk menerima kegagalan, untuk 350 orang yang sempat bersamaku bersabarlah kawan, kegagalan kita kali ini akan membawa kita pada keberhasilan di masa mendatang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6336536107569628362?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6336536107569628362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/mogok-kerja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6336536107569628362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6336536107569628362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/mogok-kerja.html' title='Mogok Kerja'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-85258984230895637</id><published>2009-11-15T20:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T20:18:04.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Izinkan Aku Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com/"&gt;By : Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku buntu, mungkin terlampau banyak dosaku, tak mampu aku menorehkan bait kata menjadi sebuah syair keindahan di sini, aku ingin berteriak, mengadu pada  Tuhanku, aku masih punya Tuhan, yang ku sadari telah ku posisikan di nomor sekian dalam hidupku akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“akhir-akhir ini sejak kapan? Apakah sebulan , dua bulan, tiga bulan atau bahkan setahun terakhir? Bukankan itu adalah tenggang waktu yang sangat lama?” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadarinya , seperti apa gelapnya hatiku, sekarang, aku tak pernah lagi merindukan tahajud sebagai media untuk mengadu pada Nya, aku lupa untuk berzikir dan istighfar selepas sholat wajib  untuk memuji kebesaran, keindahan dan kesucian nama Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“maafkan aku, aku hanya ingin sendiri sekarang, maafkan aku telah menyakitimu, jangan pernah berfikir engkau salah  satu dari penyebab dari semua ini, namun pahamilah, aku ingin menata hatiku ini kembali, mempercayai kehendak Allah atasku , tidak menunggumu sekian lama, dan tidak mengikatmu untuk merasa punya janji padaku”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam diam aku juga terluka, karena aku telah melukaimu, aku tau pahitnya rasa itu karena aku pernah dan mungkin hingga sekarang masih sangat terasa. Apalagi saat aku mendengar lagunya Sheila on 7 “mudah saja” aku berharap rasamu sekarang tidak sebesar rasaku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“maafkan aku memaksamu memahamiku, dan tak berusaha memahami bagaimana dirimu, saat engkau meresapi lagu nya Anang “separuh jiwaku pergi” juga lagunya ST12 “saat terakhir” aku marah padamu, “aku tidak kemana-mana” ujarku “aku belum mati aku juga belum menikah dengan orang lain, aku hanya ingin sendiri sekarang, kembali menjadi diriku yang menanti calon belahan jiwaku dengan kesetiaan, tidak menodai cinta padannya dengan cinta-cinta yang belum pasti ini, tidak melupakan cinta pada Allah karena terlalu mabuk dengan cinta yang belum halal”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan izinkan aku kembali , menjadi diriku sendiri tanpa dirimu dan tanpa siapapun dalam beberapa waktu mendatang, dan izinkan aku kembali membangun rasa percayaku atas kasih sayang Allah pada hamba-hamba yang teguh. Hingga benar-benar ku jemput janji Allah yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua yang mengerti aku, syukran jazakillah khair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk sahabatku yang mengajarkan kesabaran dan ketegaran luar biasa atas cobaan beratmu, mau tau ceritaku khan? Ini dia ceritaku :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam , 15 november 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-85258984230895637?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/85258984230895637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/izinkan-aku-kembali.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/85258984230895637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/85258984230895637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/izinkan-aku-kembali.html' title='Izinkan Aku Kembali'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1956080489722078995</id><published>2009-11-12T22:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T22:19:53.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kebersamaan</title><content type='html'>by : &lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harus melihat kembali kebelakang&lt;br /&gt;Kita percaya, &lt;br /&gt;Bahwa persaudaraan tidak hanya terlahir ketika kita telah di kandung oleh rahim yang sama&lt;br /&gt;Juga tidak hanya terlahir dari darah yang sama&lt;br /&gt;Tapi ia terlahir&lt;br /&gt;Ketika kita telah membuka kedua tangan kita untuk merengkuh&lt;br /&gt;Ketika kita rela membentuk sebuah senyuman sebagai sapaan di pagi buta&lt;br /&gt;Ketika ada sebuah hati yang ikhlas menerima dan memaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak hal yang kita lewati&lt;br /&gt;Telah banyak hal yang kita renungi&lt;br /&gt;Telah banyak hal yang mengundang kita tertawa dan kemudian menangis&lt;br /&gt;Namun ketegaran itu tetap ada&lt;br /&gt;Dan kebersamaan tak akan pernah terlukai &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adalah benar bahwa ketika kita memutuskan bersama &lt;br /&gt;Kita harus siap untuk untuk berpisah&lt;br /&gt;Berpisah jarak, tapi tak berpisah kebersamaan&lt;br /&gt;Dan tak berpisah persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk sahabatku yang last day hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1956080489722078995?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1956080489722078995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/kebersamaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1956080489722078995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1956080489722078995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/kebersamaan.html' title='Kebersamaan'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2530687927561848273</id><published>2009-11-09T17:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T17:21:09.677-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jilbabku Perantara Allah Menyelamatkanku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com/"&gt;by : Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warrahmatullah wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti fillah yang di rahmati Allah,&lt;br /&gt;ku persembahkan tulisan ini untukmu, demi cintaku padamu karena Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan kata , baik yang sengaja ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &lt;/span&gt;(Al Ahzab : 59)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu kisah yang tetap ku ingat tiap kali aku melewati simpang kavling lama Batu Aji..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pulang kuliah yang ada di pikiran ku adalah, makan apa dan di mana,aku termasuk orang yang agak malas memasak.&lt;br /&gt;Akhirnya angkot (atau carry sebutanya di Batam) membawaku meninggalkan kampus , jam sudah menunjukan pukul 8.30 PM, aku terakhir makan pukul 12.00 siang tadi di kantor. dan tentu saja seperti biasa hawa lapar sudah menyerang perut sejak belajar di kampus tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa aku sudah berada di simpang kavling lama, aku adalah penduduk baru di sana, beberapa tawaran ojek pun kutolak karena niat ku adalah mencari makan terlebih dahulu sebelum akhirnya pulang ke rumah. adalah satu warung makan yang pertama ku temukan , dengan sangat percaya diri aku  pun mendatangi warung tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf mas, jual makanan yach"&lt;br /&gt;"maaf yach mbak" ujar sang penjual dengan santun&lt;br /&gt;"kenapa?" yang ada dipikiran ku adalah pertanyaan besar, orang nanya jual makan atau ga kok jawabnya maaf sich&lt;br /&gt;"maaf" lagi-lagi ia meminta maaf&lt;br /&gt;aku mulai celingukan , ada apa dengan mas ini, pikirku keheranan, dan entah kenapa jawaban maaf itu akhirnya membuatku merinding kaku, rasa mual menyerang perutku yang jelas-jelas kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah , terima kasih ya Allah, alhamdulillah" berkali-kali aku mengucap  syukur sambil berlalu dari warung makan&lt;br /&gt;Ada yang bisa menebak kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata warung makan tersebut menjual daging bagi dengan berbagai aneka masakan. Astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mataku yang memang rabun, sehingga tak membaca tulisan yang sampai sekarang aku ga menemukan mereka tulis di mana kalau mereka menjual masakan tersebut, dan apapun alasan nya aku bersyukur sangat bersyukur karena Allah menyelamatkanku lewat jilbabku, andai aku tidak berjilbab , ah entahlah, aku tidak berharap ada yang mengalami hal yang sama denganku, karena sampai sekarang setiap aku melewati tempat tersebut , rasa mual masih saja mengganggu perutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti Fillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah bahwa setiap perintah Allah itu mengandung maksud yang luar biasa indah  , kenapa kita harus berjilbab? selain menjaga diri dari terumbarnya aurat kita, itulah yang membedakan kita dengan wanita-wanita yang menganut agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang akan ukhti katakan seandainya engkau di samakan dengan mereka, karena kalian sama-sama tidak berjilbab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin kita bisa membiarkan mata-mata nakal itu menikmati aurat kita , Naudzubillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menyelamatkan kita dunia wal akhirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warrahmatullah wabarakatuh&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2530687927561848273?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2530687927561848273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/assalamualaykum-warrahmatullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2530687927561848273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2530687927561848273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/assalamualaykum-warrahmatullah.html' title='Jilbabku Perantara Allah Menyelamatkanku'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4018500824114507720</id><published>2009-11-08T21:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T21:16:49.195-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sepasang Mata Buta</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;By: Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang mata memandang dalam gelapnya malam&lt;br /&gt;Bahkan seberapa ia memaksa untuk menikmati kelam&lt;br /&gt;Tak secercah cahaya mampu melawan pekat&lt;br /&gt;Sepasang mata laksana buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepasang mata buta yang memandang cinta&lt;br /&gt;Bagai dewa yang di Tuhankan&lt;br /&gt;Dan tubuh ringkih berjiwa budak&lt;br /&gt;Bagai kerangka yang hina dan menjijikkan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“engkau begini karena engkau tidak mencintai Allah sepenuhnya”&lt;br /&gt;Aku tersentak&lt;br /&gt;“lihat dirimu, begitu cantik namun hatimu membusuk”&lt;br /&gt;Aku ternganga&lt;br /&gt;“kau lupa kenapa di ciptakan di dunia”&lt;br /&gt;Aku termenung&lt;br /&gt;“nafsumu bagai raja yang bahkan begitu susah untuk di lawan”&lt;br /&gt;Aku tersadar&lt;br /&gt;Namun sadarku hanya sesaat&lt;br /&gt;Aku tersedu&lt;br /&gt;Namun tangisku tidaklah lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang mata buta&lt;br /&gt;Bukan untuk indahnya alam semesta&lt;br /&gt;Tapi untuk nikmatnya iman dan takwa&lt;br /&gt;Dia sepasang mata buta&lt;br /&gt;Dari dalamnya hati bicara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4018500824114507720?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4018500824114507720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/sepasang-mata-buta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4018500824114507720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4018500824114507720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/11/sepasang-mata-buta.html' title='Sepasang Mata Buta'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6450351078287720231</id><published>2009-10-25T18:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T18:08:41.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Takdir</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Rista-Fakhrianti/1570761061"&gt;By : Rista Fakhrianti&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berpaling&lt;br /&gt;Dan memandang kebelakang&lt;br /&gt;Kulihat semua peristiwa&lt;br /&gt;Yang saling berpaut dan malang melintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ada pelangi kasih Tuhan&lt;br /&gt;Kurenda di dalamnya&lt;br /&gt;Dan aku bersyukur atas keadaan&lt;br /&gt;Yang telah Dia gariskan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku terus menggali&lt;br /&gt;Tapi banyak yang tak ku mengerti&lt;br /&gt;Apakah manusia punya takdir?&lt;br /&gt;Atau semua hal terjadi bebas &amp; terpilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku masuk dalam alam khayal&lt;br /&gt;Mungkin kala menghembus nafas penghabisan&lt;br /&gt;Semua hal akan kita pahami&lt;br /&gt;Soalan akan terjawab &amp; terselesaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak khan ada seorangpun yang takut&lt;br /&gt;Seorang jua tak lebih berbilang&lt;br /&gt;Karena manusia tak lebih dari pada debu&lt;br /&gt;Dan debu di injak terbang menghilang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6450351078287720231?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6450351078287720231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/takdir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6450351078287720231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6450351078287720231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/takdir.html' title='Takdir'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-3867725836818713628</id><published>2009-10-22T21:26:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T21:48:34.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>percayakah itu?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com/2009/10/percayakah-itu.html"&gt;By. Tiny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenti di sini&lt;br /&gt;Memandang berbagai pilihan &lt;br /&gt;Terlampau sulit untuk di ungkapkan&lt;br /&gt;Terlampau pelik untuk di nyatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya inilah hidup&lt;br /&gt;Harusnya menghadapi berbagai persoalan &lt;br /&gt;Harusnya menyelesaikan berbagai kesulitan&lt;br /&gt;Harusnya di hadapkan berbagai kenyataan&lt;br /&gt;dan semua harus tetap di hadapi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di sini&lt;br /&gt;Untuk impianku dari tahunan yang lalu&lt;br /&gt;Untuk harapan terbesar orang tuaku&lt;br /&gt;Untuk hidup yang memang harus terus berlanjut&lt;br /&gt;Hingga ajal memaksa ia berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebuah tragedi&lt;br /&gt;Menuntut pandangan ini untuk kembali menelaah &lt;br /&gt;Siapa aku dan kenapa aku di sini&lt;br /&gt;Seolah aku masih meragukan diri sendiri&lt;br /&gt;dan juga Kuasa Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan biarkan waktu menjawab semuanya&lt;br /&gt;Dan jika ini pilihan salah&lt;br /&gt;Maka pasti ada hal baik di sana&lt;br /&gt;percayakah itu?&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-3867725836818713628?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/3867725836818713628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/percayakah-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3867725836818713628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3867725836818713628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/percayakah-itu.html' title='percayakah itu?'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1441713090254208925</id><published>2009-10-20T23:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T23:14:25.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Hakikat Pilihan &amp; Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.syamsul-al-islam.co.cc/2009/01/hakikat-pilihan-dan-cinta-hidup-ini.html"&gt;"By : شمسول ألإسلم"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini adalah pilihan,&lt;br /&gt;sebuah pilihan yang tak luput dari konsekwensi&lt;br /&gt;Setiap kita diciptakan oleh sang Pencipta,&lt;br /&gt;disempurnakan dengan konsekuensi hidup sebagai abdi-Nya"&lt;br /&gt;Abdi yang setiap tingkahnya adlah Ibadah,&lt;br /&gt;setiap langkahnya adalah jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad melawan musuh pribadi dan musuh bersama,&lt;br /&gt;Jihad melawan hawa nafsu,&lt;br /&gt;mengendalikan ego dan keakuan,&lt;br /&gt;Jihad dalam beristiqamah dijalan-Nya,&lt;br /&gt;Jihad mengekang keinginan dari kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengontrol kecintaan terhadap fatamorgana dunia,&lt;br /&gt;dari kecintaan terhadap cinta yang sejati dan seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang hanya terlahir dari-Nya dan&lt;br /&gt;hanya karena-Nya dan untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang penuh keikhlasan dan ketulusan&lt;br /&gt;yang senantiasa tertuju kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang melahirkan manifestasi cinta dan kasih sayang dari-Nya,&lt;br /&gt;berupa cinta dan kasih sayang di antara sesama hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang menjadikan dunia ini menjadi indah.&lt;br /&gt;Cinta yang menjadikan sebaik-baik keindahan pada setiap makhluk-Nya.&lt;br /&gt;Cinta yang menjadikan dunia in perhiasan bagi Abdi-Nya.&lt;br /&gt;Cinta yang menjadikan wanita/istri shalehah sebaik-baik perhiasan.&lt;br /&gt;Cinta yang menjadikan makhluk-Nya hidup dan mati karena-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1441713090254208925?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1441713090254208925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/hakikat-pilihan-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1441713090254208925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1441713090254208925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/hakikat-pilihan-cinta.html' title='Hakikat Pilihan &amp; Cinta'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4721648537138243005</id><published>2009-10-16T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T02:34:45.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerber'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Mengapa Salah?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;"By : Tiny"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari mana datangnya cinta itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika tidak karena kekaguman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang tumbuh, bersemi, kemudian berbunga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan waktu pula yang menyiramnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan merekatkannya dalam tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tersembunyi di dasar hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tergambar jelas ruang dan waktu mengekangku bicara banyak, tentang hidup dan cinta yang hinggap di hati , dan mengendap di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua salahmu, seharusnya tidak ada cinta di hatimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam di persalahkan, ada banyak hal yang tidak mampu aku ungkapkan untuk menjawab semua prasangka yang mungkin memang benar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku jatuh cinta? Kenapa harus di semaikan cinta yang di ketahui khalayak ? kenapa aku harus menjadi jahanam bagi hubungan mereka yang seyogyanya sudah terpintal kuat, dan aku telah mencerai-beraikan semuanya, bukan hanya hubungan mereka, tapi juga hubunganku dengannya, hubungan yang di dasari kasih antara saudara, meski tak di kandung dalam satu rahim , juga tidak berasal karena satu susuan, tapi persaudaraan yang di dasari komitmen. Dan aku mendustai komitmen itu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai ikhwan itu, yang mencintaiku layaknya adik kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam penulisan... :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4721648537138243005?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4721648537138243005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/dari-mana-datangnya-cinta-itu-jika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4721648537138243005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4721648537138243005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/dari-mana-datangnya-cinta-itu-jika.html' title='Mengapa Salah?'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7936676509413656860</id><published>2009-10-16T02:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T02:35:07.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerber'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Sepucuk Daun di Tangkai Bunga</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;"By : Tiny"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kau tau aku begitu membencimu" ujar bunga dengan menahan air matanya, "tapi tak sedikitpun aku tega melihatmu terluka olehku ataupun oleh orang lain" ujar hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun tau itu, kebaikan dan ketulusan bunga , bahkan besarnya cinta yang Bunga miliki untuknya. Tapi meninggalkan Bunga hari ini , menumbuhkan keyakinan di hatinya bahwa Bunga akan bahagia nantinya, lebih bahagia ketimbang setia kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun tau seberapa kekuatannya menahan angin yang menerpanya , tak khan mampu melindungi bunga, karena ia tau Bunga lebih tegar darinya, lebih bisa menahan badai ketimbang ia yang akan berguguran, bahkan ketika ia akan mengering terpanggang sinar mentari. Daun tau , ia begitu lemah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Daun adalah laki-laki , yang akan sangat begitu pengecut jika hanya karena alasan itu tak mampu memperjuangkan cintanya" benak Bunga memberontak. Ia tak yakin itu alasan sebenarnya Daun ingin berpisah darinya, kecemburuan Bunga memberikan kesimpulan pasti, ada Bunga -Bunga lainnya yang tengah Daun cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk apa Bunga bertahan? untuk apa ia membenci namun tak ingin melihat Daun terlukai oleh siapapun? Bunga akan mendapatkan yang lebih baik, tapi apa yang terjadi dengan cinta yang terlanjur bersemi di aliran darahnya, haruskah ia membunuhnya, yang ia tau itu akan turut membunuh raganya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu sekejab kelanjutannya ;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7936676509413656860?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7936676509413656860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/sepucuk-daun-di-tangkai-bunga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7936676509413656860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7936676509413656860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/10/sepucuk-daun-di-tangkai-bunga.html' title='Sepucuk Daun di Tangkai Bunga'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1489267137212744920</id><published>2009-09-28T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T02:35:50.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Behind The Scene of Nobar &amp; Halal Bihalal KCB 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;"By : Tiny"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SsGs61j69qI/AAAAAAAAANs/xpU1wcBxZu4/s1600-h/DSCF0228.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SsGs61j69qI/AAAAAAAAANs/xpU1wcBxZu4/s320/DSCF0228.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386776756121958050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana pagi tanggal 13 September 2009, tidak menampakan tanda-tanda hujan di daerah Sekupang, Batam. Aku masih duduk manis di depan televisi dengan suguhan acara yang tidak bisa ku ingat pasti. Ada janji bertemu dengan orang-orang yang tergabung dalam Milist Ketika Cinta Bertasbih 2 Batam, untuk membicarakan Nonton Bareng KCB 2 &amp;amp; Halal Bihalal bersama sang artis. Akhirnya mampu juga melawan rasa ogah-ogahan karena tergoda untuk menghabiskan masa liburan dengan bermalas-malasan di rumah saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Janji temu akhirnya molor satu jam dari yang seharusnya , karena menunggu diriku (artis mode on :p ) yang datang sangat terlambat, dan meeting pun berakhir selepas sholat Dzuhur , yang di hadiri oleh , Mas Sugi (satu-satu nya ikhwan yang dateng buat meeting dan akhirnya jadi ketua :D ) . Nova (bendahara), Ndari (Sekretaris), Jike, Erma, Novi dan ada lagi akhwat lain yang tidak ku ingat namanya (duh ingatan yang payah) karena memang ada beberapa yang akhirnya tidak bisa ikut serta menjadi panitia karena tidak di izinkan untuk mengambil cuti pada acara hari H (so sad :( )&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penetapan acara pada tanggal 24 September 2009, tenggang waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkan segala sesuatunya, juga untuk mempublikasikan kepada khalayak sebagai fans film yang berdurasi sekitar 180 menit tersebut. Tapi salut dech buat temen-temen yang telah luar biasa memperjuangkan suksesnya acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang lebaran sempat shock baca sms dari sang ketua, tentang gagalnya kami mendapatkan sponsor juga kurangnya peserta, dan persiapan kita untuk menutupi biaya jika masing-masing panitia inti yang terdiri dari 8 orang , Mas Sugi, Mas Sis, Nova, Ndari, Jike, Andhi, Sukma dan aku tidak mendapatkan pendaftar sesuai target. dan ternyata selidik punya selidik ide ini tertuang dari pemikiran Nova, Andhi dan Sukma , meski sempet shock tapi itu ide yang luar biasa bagus lho ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H yang mendebarkan, minimnya persiapan juga sedikitnya pendaftar yang sudah terdata pasti membuat kami was-was, namun semua sudah resiko,  meski terbayang di pelupuk mata ini terlampau melelahkan, namun optimis bahwa akan banyak pendaftar yang sudah berjanji sebelumnya akan datang untuk mengikuti acara Nobar KCB 2 dan Halal Bihalal Milist KCB Batam.Dan alhamdulillah, meski tidak semua tiket yang kita booking terjual ludes, tapi kami sangat bersyukur dapat melaksanakan acara ini dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu langsung dengan sosok Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih, tergambar dalam kesantunan pemerannya Oki Setiawan Dewi , gadis yang berusia dua tahun lebih muda dariku ini menuturkan banyak hal positif di acara talk show yang di gelar siang itu, setelah acara nonton barengnya selesai. Hal yang ku ingat adalah jawaban dari pertanyaan yang ku lontarkan “apakah menjadi Anna adalah beban bagi Oki sendiri untuk menerapkan kemuliaan ahlaknya dalam kehidupan sehari-hari?” dan jawaban Oki memang luar biasa, bahwa bukan hanya Anna teladan bagi para muslimah, ada Ibunda Siti Khadijah yang keibuan dan Anna sifatnya lebih mirip beliau, juga ada Aisyah Ra yang manja, ceria dan cerdas (hmm jadi inget obrolan Aya Azzahra ma Kalila dalam film Para Pencari Tuhan 3  he he) , tapi bagi Oki, Anna adalah inspirator buat Oki untuk terus berproses menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan kami panitia pada tanggal 24 September 2009 berakhir menjelang Magrib, setelah berpose bersama di depan kamera dengan gaya-gaya yang narsis, dan Alhamdulillah kebersamaan itu bersambung di hari Minggunya tanggal 27 Sepetember 2009 untuk mengunjungi objek wisata Batam Ocarina, menikmati semilir angin dengan iringan deburan ombak, berjalan menyusuri tempat yang lumayan luas, tetap di temani oleh gaya-gaya narsis dari semua yang ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesan &amp;amp; Pesan Panitia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mas Sugi :&lt;/span&gt; sangat bersyukur bisa mensukseskan acara Nobar &amp;amp; Halal Bihalal dan berharap kedepan bisa melaksanakan kegiatatan2 Islami lagi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sukma : &lt;/span&gt;Saya tidak bisa berkomentar apa-apa karena saya Azzamnya (qeqeqe inget banget kata-kata ini) , dan harapan saya Ocarina menjadi lebih baik (kok Ocarina sich Sukma :p )&lt;br /&gt;Nova : dengan minimnya waktu dan persiapan Alhamdulillah acara ini bisa sukses&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ndari :&lt;/span&gt; harapannya kedepan kita bisa mengadakan kegiatan lagi bukan hanya untuk para anggota milist KCB Batam, tapi lebih ke umat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku : &lt;/span&gt;Alhamdulillah bisa bertemu dengan anggota  milist KCB batam yang subhanallah baiknya dan alhamdulillah bisa menambah saudara.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mas Sis :&lt;/span&gt; duh lupa nich :D , pokoknya akhirnya ada kalimat Allahuakbar ( tambahin ya mas sis)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andhi : &lt;/span&gt;Ga nyangka dari kota sebrang bisa jadi panitia , yang jelas bersyukur dech&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jike :&lt;/span&gt; kebetulan ga bisa ikut pas di Ocarina, tolong Kesan &amp;amp; Pesannya de ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 28-29 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menulis di tengah kesibukan selepas cuti panjang ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1489267137212744920?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1489267137212744920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/09/behind-scene-of-nobar-halal-bihalal-kcb.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1489267137212744920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1489267137212744920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/09/behind-scene-of-nobar-halal-bihalal-kcb.html' title='Behind The Scene of Nobar &amp; Halal Bihalal KCB 2'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SsGs61j69qI/AAAAAAAAANs/xpU1wcBxZu4/s72-c/DSCF0228.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6086638594892583264</id><published>2009-09-15T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T02:36:19.285-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Cintaku Biru, Bertaut Padamu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;"By : Tiny"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebiru langit yang meluas tanpa mega&lt;br /&gt;Sebiru samudera terbentang di jagat raya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cintaku biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertaut padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau tertawa&lt;br /&gt;Ku ingin hanya memandangnya&lt;br /&gt;Itu lebih mentrentamkan jiwa&lt;br /&gt;Seperti embun menetes di pagi buta&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kala engkau menangis&lt;br /&gt;Ku tak ingin hanya memandangnya&lt;br /&gt;Karena rengkuhanku khan membebaskanmu&lt;br /&gt;Dari duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tau cintamu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebiru cintaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;tentang kesejukan yang memesona&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;tentang  kesabaran tanpa noda&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biru&lt;/span&gt; tentang keindahan alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebiru langit yang meluas tanpa mega&lt;br /&gt;Sebiru samudera terbentang di jagat raya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cintaku biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertaut padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tau cintamu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebiru cintaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat kau tawarkan senyuman indah padaku&lt;br /&gt;Saat kau janjikan halalnya kasih dengan Izin Nya&lt;br /&gt;Saat kau ajarkan cinta pada Nya, lebih dari cintamu padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Batam, 16 Sepetember 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6086638594892583264?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6086638594892583264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/09/cintaku-biru-bertaut-padamu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6086638594892583264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6086638594892583264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/09/cintaku-biru-bertaut-padamu.html' title='Cintaku Biru, Bertaut Padamu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8505280726253255647</id><published>2009-09-13T21:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T02:37:25.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Ayahku, aku rindu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tiny-mujahidah.com"&gt;"By : Tiny"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ayahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku rindu, hatiku membeku tertimbun salju&lt;br /&gt;Hatiku sakit teriris sembilu&lt;br /&gt;Aku tau, aku begitu merindukanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Ayahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku rindu rengkuhanmu&lt;br /&gt;Kala aku tersedu sedan&lt;br /&gt;merasa betapa banyak luka di hatiku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayahku&lt;br /&gt;Ini ramadhan kedua&lt;br /&gt;Aku tak bisa lagi mendengar suaramu&lt;br /&gt;Juga tak khan bersua denganmu&lt;br /&gt;Untuk sekedar mencium tanganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dengarlah&lt;br /&gt;Aku meminta pada Tuhan kita Yang Maha Esa&lt;br /&gt;semoga Dia menerima&lt;br /&gt;ibadahmu, ibadahku&lt;br /&gt;dan ibadah kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ayahku, aku rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Batam, 14 September 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8505280726253255647?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8505280726253255647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/09/ayahku-aku-rindu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8505280726253255647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8505280726253255647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/09/ayahku-aku-rindu.html' title='Ayahku, aku rindu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4731202311057560595</id><published>2009-08-21T17:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T02:38:09.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Selamat Menunaikan Ibadah Puasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pujian pada Sang Pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penguasa alam pemberi nyawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di sampaikan usia kita kembali di Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bulan yang suci penuh ampunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: normal;"&gt;Tini &amp;amp; keluarga Mengucapkan kepada ikhwah fillah, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Do'a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;AllahuRabbi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hinanya diri jika masih juga tak bersimpuh syukur di hadapan Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engkau beri lagi hamba-hamba Mu ini kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu bulan yang lebih baik dari seribu bulan lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;AllahuRabbi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khilaf semasa hamba mengemban amanah Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Titipan jiwa &amp;amp; raga yang sering tersia-sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mata penuh maksiat ketika tak ku indahkan firman Mu untuk menundukan pandangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telinga penuh dosa ketika ku biarkan asyik dengan hal yang tak Engkau Ridhai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mulut penuh caci , ketika menggunjingkan kesalahan sesama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hati penuh benci, ketika diri tak mampu ikhlas memaafkan sesama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;AllahuRabbi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat jasad ini masih bernyawa dan bertemu dengan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada Mu ku pinta cahaya hidayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agar Ramadhan terlewati dengan penuh makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersihkan jiwa &amp;amp; raga dengan indahnya iman dan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersihkan maksiat mata, dengan kalam Mu yang terukir indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersihkan dosa telinga dengan pujian Untuk Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersihkan cacian mulut dengan Indahnya firman Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersihkan bencinya hati dengan saling memaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;amiiiiiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taqobalallahu minal waminkum, Minna Taqobbal yaa Karim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4731202311057560595?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4731202311057560595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/08/selamat-menunaikan-ibadah-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4731202311057560595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4731202311057560595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/08/selamat-menunaikan-ibadah-puasa.html' title='Selamat Menunaikan Ibadah Puasa'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-759759551593613989</id><published>2009-08-11T23:50:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T20:09:11.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Ku ingin kebebasannya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indah di Peluk Syahadat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kala syahadat sebagai jalan menuju Allah&lt;br /&gt;Maka saksikanlah ya Allah&lt;br /&gt;Dengan berlinang air mata dan berpasrah diri&lt;br /&gt;Ku ucap syahadat demi pertemuan hatiku dengan Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Islam adalah agama yang di ridhai Allah&lt;br /&gt;Maka saksikanlah Ya Allah&lt;br /&gt;Telah kupautkan jiwaku kepadanya&lt;br /&gt;Tlah ku rengkuhkan hatiku dengannya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aku merasa&lt;br /&gt;Begitu banyak cinta yang datang karena ukhuwah&lt;br /&gt;Maka terpercik sadar&lt;br /&gt;Inilah indah di peluk syahadat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ku ingin kebebasannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca kalam Mu&lt;br /&gt;ku renungi...&lt;br /&gt;Kubaca lagi&lt;br /&gt;Ku maknai...&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;br /&gt;Dan gundah berubah asa&lt;br /&gt;Dan resah berubah harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika semua hampir tak berdaya&lt;br /&gt;Dimana rasa ini harus menuntut&lt;br /&gt;Berjuang membebaskan kisah&lt;br /&gt;Tentang cinta , yang di tautkan pada Sang Maha Cinta&lt;br /&gt;Tentang percintaan, antara diri &amp;amp; hati dengan dien lurus&lt;br /&gt;Tentang persaudaraan karena Mu&lt;br /&gt;Terlebih tentang keimanan&lt;br /&gt;Bahwa tiada Ilah yang berhak di sembah selain Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sampai di sini?&lt;br /&gt;apakah tak sanggup bertahan?&lt;br /&gt;apakah tiada jalan lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamatkan ia Allahu Robb&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Percaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala lirih qalbu berbisik&lt;br /&gt;"aku hampir putus asa"&lt;br /&gt;Ketika daya telah melemah&lt;br /&gt;"aku hampir mati rasa"&lt;br /&gt;Kecewa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keajaiban menyapa&lt;br /&gt;Memberi asa bahkan begitu nyata&lt;br /&gt;Ia mendekat , menyergap..&lt;br /&gt;Kuasa Mu Rabb'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar bahwa Dia begitu Pengasih&lt;br /&gt;Sadar bahwa perjuangan tak boleh berhenti&lt;br /&gt;Sadar bahwa tak ada kata "putus asa"&lt;br /&gt;untuk Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sadar untuk percaya bahwa jalan selalu ada :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"well, rangkaian puisi ini ku tulis ketika rasa demi rasa hadir untuk saudariku.... "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;12 agustus 2009, Tiny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-759759551593613989?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/759759551593613989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/08/ku-ingin-kebebasannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/759759551593613989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/759759551593613989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/08/ku-ingin-kebebasannya.html' title='Ku ingin kebebasannya'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2646023145563214224</id><published>2009-07-26T21:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T20:10:18.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Surat Untuk Ukhty Jenny Hamidah Nurhasanah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dear Jenny,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum ukhty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku jika engkau tak berkenan aku menulis ini, maafkan aku jika engkau tak ingin orang banyak tau tentang apa yang terjadi. Namun semoga engkau memaafkanku, saat engkau tau alasanku menulis ini kekhawatiran akan keselamatanmu sangat menyiksa hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis ini , di sudut mataku telah mengambang butiran bening yang siap mengalir, aku menangis ukhty, saat aku menyadari bahwa engkau saudariku sedang di uji dengan ujian yang berat, saat engkau di hadapkan pada berbagai masalah karena keIslamanmu, sedang kami tidak berdaya di sini, aku menangis ukhty, saat aku sadar aku begitu merindukanmu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ku baca firman Allah dalam Al Qur'an surat Al Insyirah ayat 5 dan 6, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" &lt;/span&gt;hingga dua kali berturut-turut Allah menegaskannya , betapa Dia ingin kita hamba-hamba Nya percaya bahwa kesulitan ini tidak akan lama.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih jelas kenangan itu, &lt;/span&gt;saat akhirnya penantian lamamu mengikrarkan syahadat di saksikan Allah dan kami terlaksana, saat akhirnya dunia menyaksikan bahwa engkau telah menjadi muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih jelas kenangan itu,&lt;/span&gt; saat aku dan akhwat lainnya memeluk erat dan mencium kedua pipimu, karena kami sadar engkau telah menjadi saudari kami karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih jelas kenangan itu,&lt;/span&gt; saat orang-orang tertegun menjumpaimu di mushola untuk melaksanakan sholat lima waktu, dan aku tau ukhty , mereka turut terharu, betapa keisalamanmu telah menjadi cambuk tersendiri bagi keimanan kami untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih jelas kenangan itu,&lt;/span&gt; saat engkau mengangguk setuju bahwa Ramadhan tahun ini engkau harus bisa membaca Al Qur'an, dan kemudian engkau belajar mengeja huruf-huruf hijaiyah bersamaku sekali sore itu, tak putus do'aku ukhty , semoga Allah mengabulkan keinginanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih jelas kenangan itu, &lt;/span&gt;saat engkau bercerita tentang syahidah yang rela di penggal oleh kedua orang tuanya demi keIslamannya, juga saat engkau bercerita menjadi ma'mum dalam barisan sholat di masjid Istiqlal, jauh sebelum ikrar syahadat engkau laksanakan, dan aku tau ukhty sejatinya engkau telah menjadi muslimah sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhty, begitu besar harapanku engkau membaca ini, engkau harus tau bahwa kami di sini tidak akan pernah menyerah memperjuangkan kebebasanmu  memeluk agama Islam , bahwa do'a -do'a kami di iringi tetesan air mata ada di setiap sujud panjang kami, dan engkau harus percaya ukhty bahwa do'a para mukmin untuk mukmin lainnya di aminkan oleh malaikat dan Allah pasti mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenny Hamidah Nurhasanah,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah,&lt;/span&gt; indahnya nama itu ukhty, nama yang InsyaAllah akan turut menguatkan perjuanganmu untuk kembali kesini, untuk bersama kami kembali. Bersabarlah ukhty, kami menunggumu untuk melihat langsung saat engkau mengenakan jilbab merah ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i27.tinypic.com/98wthz.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudarimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NB.&lt;/span&gt; Jenny, engkau tidak lupa khan? kita akan ziarah ke Penyengat bersama , pekan ini? &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2646023145563214224?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2646023145563214224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/surat-untuk-ukhty-jenny-hamidah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2646023145563214224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2646023145563214224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/surat-untuk-ukhty-jenny-hamidah.html' title='Surat Untuk Ukhty Jenny Hamidah Nurhasanah'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i27.tinypic.com/98wthz_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-608603729251288127</id><published>2009-07-22T22:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T20:10:42.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Dari Pada Harus Terbang Melawan Angin</title><content type='html'>Hei.. teriakku&lt;br /&gt;Sekawanan burung terbang liar&lt;br /&gt;Mengungkung langit menembus awan&lt;br /&gt;Kemudian menukik tajam dan berbalik arah lagi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"ajak aku"&lt;/span&gt; teriakku serak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bisikan..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa harus terbang?&lt;br /&gt;kenapa ingin seperti mereka?&lt;br /&gt;Kenapa iri dengan kedua sayap itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau lihat dirimu sendiri?&lt;br /&gt;Tak perlu menjelajah langit  untuk melihat indahnya semesta&lt;br /&gt;Tak perlu melawan angin untuk berlomba di antara mega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduklah di sini&lt;br /&gt;di atas rumput hijau yang terhampar luas&lt;br /&gt;di bawah naungan langit biru&lt;br /&gt;bentangkan tanganmu&lt;br /&gt;hirup udara di sekitarmu&lt;br /&gt;apa yang engkau rasa?&lt;br /&gt;Indah bukan? dari pada harus terbang melawan angin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tersenyum&lt;br /&gt;Tersingkap kesadaran akan hakikat&lt;br /&gt;Bahwa setiap mahluk punya jalannya sendiri&lt;br /&gt;Meski mahluk yang sama ia punya jalan yang berbeda&lt;br /&gt;Untuk bahagia ...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-608603729251288127?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/608603729251288127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/dari-pada-harus-terbang-melawan-angin.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/608603729251288127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/608603729251288127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/dari-pada-harus-terbang-melawan-angin.html' title='Dari Pada Harus Terbang Melawan Angin'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4032254885227773890</id><published>2009-07-17T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T20:12:10.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Episode Syukur # 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by Tiny&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke kantor setiap pagi membuatku tak lepas memandang sepanjang jalan yang ku lewati, aku akan menemukan titik-titik baru yang berharga dalam hidup. Ungkapan syukur karena nikmat yang Allah berikan tiada taranya. Ya.... hanya untuk berbagi, jangan lupa membaca Al Ma'surat ketika ada waktu senggang di pagi hari . Jangan lupa juga memaknainya, karena tiap do'a yang kita baca adalah permohonan yang luar biasa. "Ya Allah, aku berpagi-pagi dengan nikmat Mu, dengan afiyah Mu (terbebas dari bencana) dan tertutupi aib, maka sempurnakanlah atasku nikmat Mu, afiyah Mu, dan menutupi aibku dunia dan akhirat".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah ingin menangis juga bergidik ngeri (karena terus terang saja takut) ketika dalam perjalanan, di perlihatkan oleh Allah orang yang hilang akalnya (gila) tidak berada di tempatnya atau menjadi gelandangan, dengan baju compang-camping, rambut kusut masai. Dan aku bertanya, inikah bagian dari takdir Allah? di mana keluarga mereka hingga tak perduli sama sekali, dan kenapa tidak perduli? atau apakah mereka tidak memiliki keluarga lagi? Inikah azab, teguran atau ujian? Maka menjadi tidak ada gunanya ketika kita hanya mempertanyakannya saja, yang lebih baik adalah menjadikannya sebagai pelajaran agar lagi-lagi setiap episode hidup yang kita jalani adalah kesyukuran pada Allah Subhanahu wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang masih di beri akal sehat untuk berfikir , dan semoga Allah tidak akan pernah mematikan hati kita selagi jasad kita masih bernyawa. Melakoni episode syukur dari hidup dengan banyak hal, berusaha menjauhkan diri dari sifat mengeluh yang berkepanjangan. Karena tentu saja bahwa "Layukalifullahunafsan illa wus 'aha, lahaa maa kasabat, wa'alaiha makhtasabat"  Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya, ia memperoleh pahala dari kebajikan yang ia usahakan dan mendapat siksa dari keburukan yang ia kerjakan. Dan karena itulah seberapa pun masalah kita InsyaAllah bisa di selesaikan, hanya soal waktu dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, guys nikmat yang kadang memang selalu lupa kita syukuri adalah  kesejahteraan badan, penglihatan , pendengaran dan akal sehat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari kesedihan dan kesusahan, aku berlindung kepada Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada Mu dari sifat pengecut dan bakhil, dan aku berlindung kepada Mu dari lilitan hutang dan dominasi manusia"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4032254885227773890?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4032254885227773890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/episode-syukur-2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4032254885227773890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4032254885227773890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/episode-syukur-2.html' title='Episode Syukur # 2'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1741600553692319374</id><published>2009-07-08T21:09:00.001-07:00</published><updated>2009-10-16T04:32:12.147-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlalu lama</title><content type='html'>Terlalu lama..&lt;br /&gt;Aku terpaku di ujung jalan&lt;br /&gt;Menatap semburat sinarmu di kejauhan&lt;br /&gt;Dan aku…&lt;br /&gt;Hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih sama&lt;br /&gt;Punya cinta yang sama&lt;br /&gt;Bersemayam di hati yang sama&lt;br /&gt;Sekian lama&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika sekarang engkau melihatku&lt;br /&gt;Tak khan ada yang berbeda jika pandanganmu menembus mataku&lt;br /&gt;Karena tetap ada diriku yang dahulu&lt;br /&gt;Namun jangan sekali melihat wajahku&lt;br /&gt;Terlalu banyak kerutan tak seharusnya di sana&lt;br /&gt;Atau jangan tatap tubuhku&lt;br /&gt;Yang kurus kering berbalut tulang&lt;br /&gt;Dan kau akan tau, betapa kisah kita meninggalkan siksa di benakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. sudah terlalu lama&lt;br /&gt;Aku bertarung dengan rangkaian kerinduan menyapamu&lt;br /&gt;Bertanya bagaimana kabarmu&lt;br /&gt;Tapi benar lidahku kelu&lt;br /&gt;Demi tak ingin mengganggumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini  aku tergugu&lt;br /&gt;Telah terlalu lama&lt;br /&gt;Aku buat Tuhan kita begitu cemburu padamu&lt;br /&gt;Dan selama Dia berikan waktu&lt;br /&gt;Biarlah kisah kita menjadi masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 9 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tiny&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1741600553692319374?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1741600553692319374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/terlalu-lama.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1741600553692319374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1741600553692319374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/terlalu-lama.html' title='Terlalu lama'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7399677360046023625</id><published>2009-07-01T23:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T04:35:14.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Karena Aku Wanita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Aku suka menghabiskan hari liburku di sini, di pantai indah Tanjung Pinggir Batam  namun sepi pengunjung, bukan karena keindahannya meragukan tapi karena fasilitas di pantai ini tidak di kembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri, memandang ke seberang lautan , tempat berdiri negri tetangga dengan bangunannya yang padat, cahaya mentari menyilaukan di pantulan gelombang, berdebur mengiringi sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri? Ah tidak, aku tak pernah sendiri, yah I'm not alone, ada Allah yang mengawasi tiap gerak langkahku, dan juga dua malaikat penjaga sekaligus pencatat segala amalanku di kedua sisi kanan dan kiriku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mataku basah oleh air mata, meski tidak sendiri, tapi tak ku pungkiri kehampaan hati yang belum terisi, aku merindukan buah hati, bagaimana mungkin? bukankah aku belum bersuami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku wanita, usiaku tidak lagi belia bahkan telah menginjak kepala tiga&lt;br /&gt;Karena aku wanita , yang seharusnya di takdirkan menjadi seorang ibunda , mengasuh mereka dengan gelak tawa dan air mata..... haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan negeri Singapura berkabut, hari makin senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bunda Nisa" suara manja itu membuatku ternganga kaget, siapa gerangan gadis kecil yang kemudian berlari memeluk kakiku,&lt;br /&gt;Aku berlutut, mengusap ubun-ubunnya yang terbungkus jilbab putih mungil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, kamu siapa?"&lt;br /&gt;"Namaku Faiza, anak bunda, apa bunda lupa?"&lt;br /&gt;"Faiza...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun, lagi-lagi aku bermimpi. Ku langkahkan kakiku menuju padasan untuk berwudlu, ku jalankan sholat malam. Faiza Izdihar yang artinya Faiza = penuh kemenangan dan Izdihar = kumpulan bunga, yang bisa diartikan  gadis yang secantik bunga dan penuh dengan prestasi. Itulah nama yang tersimpan dalam catatanku, nama yang ku simpan untuk putriku, untuk buah hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nisa , kamu yakin akan mengadopsi anak?" pertanyaan Rara mendapatkan jawabanku berupa anggukan mantap.&lt;br /&gt;"Kamu gila yah, kamu belum bersuami, dan itu akan mempersulit dirimu mendapatkannya" aku tertawa kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah kesimpulanku, kesimpulanmu, kesimpulan semua orang yang intinya kesimpulan kita semua selama ini mengatakan bahwa aku sudah kesulitan mendapatkan suami? padahal aku tidak mengadopsi anak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukan karena kamu putus asa khan?" lagi-lagi aku tertawa kecil, ku pegang tangan Rara, sahabat baikku yang telah memiliki suami baik hati dan dua buah hati yang bermain tak jauh dari kami. sekilas aku memandang mereka berdua yang sibuk bercengkrama dengan mainan baru yang ku bawakan atas kunjungan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu cukup mengenalku, bahwa Nisa yang kamu kenal bukanlah tipe manusia yang rapuh dan mudah putus asa bukan? tapi setiap manusia di muka bumi ini punya hak yang sama tentang kebahagiaan, dan memiliki buah hati adalah kebahagiaanku. Aku pikir untuk saat ini memiliki anak adopsi adalah jalan satu-satunya , tentu aku tetap tidak akan melupakan kewajibanku untuk menyempurnakan setengah dien ini" kulihat senyum di wajah Rara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kamu melakukan ini Nisa?"&lt;br /&gt;"Karena aku  wanita, yang punya naluriah seorang ibu, kamu mau membantuku khan Ra?"&lt;br /&gt;Ia mengangguk lalu memelukku erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ternyata untuk mengadopsi seorang anak, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak persyaratan secara hukum, ini untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, aku tentu maklum karena ini adalah prosedur yang memang melindungi hak si anak nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya yang menjadi kendala bagiku hingga saat ini adalah sulitnya menemukan bayi yang baru berumur bulanan dalam panti asuhan yang telah kami kunjungi. Mereka, anak -anak itu rata-rata telah menginjak usia di atas satu tahun dan kebanyakan dari mereka sebenarnya masih memiliki keluarga lengkap, atau kehilangan salah satu orang tua, dan keluarga mereka termasuk dalam kategori keluarga kekurangan dalam hal materil atau kaum duafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan yang ku lakukan di panti asuhan At Tamaddun di tanjung Riau dan juga panti asuhan lainnya tetaplah memiliki hasil yang nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata mencari anak adopsi sama sulitnya dengan mendapat suami" aku menghela nafas di barengi tawa Rara yang merasa ucapanku sebagai lelucon. ia menyodorkan segelas jus semangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar donk, Nis.. kenapa harus bayi sich, bukankah kamu masih awam merawat bayi?" tanyanya&lt;br /&gt;"Harus  di jelasin berapa kali sich Ra..." protesku " kamu dulu juga awam merawat bayi tapi buktinya Bayu sudah se gede itu"&lt;br /&gt;" iya... iya tapi...." ucapan Rara terputus oleh salam di balik pintu rumah Rara, kami menjawab salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membiarkan Rara membuka pintu, ku buka notebook ku , ada foto bayi dengan sebuah nama Faiza Izdihar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nis , kenalin nich mbak Risa , istrinya rekan kerja mas Arya"&lt;br /&gt;"Assalamu'alaykum, wah hampir sama namanya , sedang mengandung yach mbak? berapa bulan?" sapaku sambil memeluknya&lt;br /&gt;"Wa'alaykumussalam, alhamdulillah sudah tujuh bulan, doanya mbak Nisa, oh yach ini mbak Nisa penulis itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang Rara yang tersenyum, kemudian mengangguk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah, saya suka tulisan mbak, apalagi Pelangi Surga" entah kenapa setiap aku menghadapi orang yang mengaku menyukai tulisanku , aku jadi gugup, ada ketakutan menjadi takabur di dada ini.&lt;br /&gt;"Eh mbak Risa duduk dulu, saya ambilkan minuman sebentar" Rara meninggalkan kami berdua&lt;br /&gt;"mbak , ga usah repot-repot, terima kasih" ucapan Risa sudah tidak di dengar Rara lagi.&lt;br /&gt;"itu anaknya mbak? lucunya, nama faiza Izdihar nama yang indah, artinya apa yach mbak" pujinya ketika melirik notebook ku.&lt;br /&gt;aku menjelaskan singkat arti nama Faiza.&lt;br /&gt;"nama impian untuk anak mbak" tiba-tiba Rara nyeletuk sambil membawa segelas jus semangka juga.&lt;br /&gt;"maksudnya?" Risa mengernyitkan dahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara kemudian bercerita singkat setelah mendapatkan persetujuanku lewat isyarat, juga tentang kesulitan kami mendapatkan anak adopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah... , mbak menyikapi ujian dengan tindakan yang sungguh sangat luar biasa"&lt;br /&gt;"ah biasa mbak" jawabku dengan pipi bersemu dadu.&lt;br /&gt;"Emm gini mbak, kata dokter, bayi saya nanti InsyaAllah perempuan, hanya saja sampai sekarang saya belum menemukan nama yang pas"&lt;br /&gt;"lalu..."&lt;br /&gt;"saya mau minta tolong mbak nich, punya referensi nama yang bagus ga? saya menyukai nama Faiza Izdihar mbak"&lt;br /&gt;"lalu..."&lt;br /&gt;"emm maksud saya" Risa merasa bersalah, ketika aku menjawab dengan ucapan agak ketus. aku menyadarinya dan segera istighfar, ah ia membutuhkan bantuanku untuk memberika nama bagi putrinya kelak, nama yang sudah ku siapkan memang bagus dan dia menyukainya. aku memaksa sebuah senyum di bibirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mbak meminta nama ini?" tanyaku langsung,  terlihat Risa makin merasa bersalah dan kebingungan untuk menjawab.&lt;br /&gt;"ah maaf mbak, saya..."&lt;br /&gt;"tidak apa mbak Risa, nama untuk anak adalah sebuah do'a, tentu saya akan sangat bangga bisa menyumbangkan sebuah nama untuk putri mbak" ujarku mencairkan suasana yang membeku. ku lihat senyum di wajah Risa dan Rara&lt;br /&gt;"tapi mau bayar berapa nich? " candaku membuat kami tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali suara salam terdengar, kami menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tuch mas Arya udah pulang" ujar Rara, aku melirik jam tangan sudah pukul 5 lebih , seharusnya aku sudah berada di rumah. segera ku berbenah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah lagi rame nich, ada arisan yach?" guyonan mas Arya terdengar, ternyata Mas Arya bersama teman kantornya yang ternyata suami Risa, bahagianya mereka, sempat terbersit rasa iri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, tebak Risa dapat hadiah apa dari mbak Nisa?, kita dapat nama untuk putri kita nich, nama yang sangat bagus" ujar Risa berseri kepada suaminya membuatku bersemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah.. terima kasih mbak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum tipis dan mengangguk, dan perkenalan singkat itu berakhir dengan kulepaskan nama idamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir tiga bulan kami berikhtiar, tapi tidak menemukan juga anak adopsi yang pas, atau aku yang terlalu memilih dan memilah atau karena aku harus lebih memaksimalkan kadar keikhlasan sehingga tidak hanya mementingkan kebahagiaanku sendiri namun juga sesama yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petang dengan hiasan kelam beranjak menyelimuti bumi, aku bersandar pada kursi kerjaku, ada cerpen yang ingin ku selesaikan, tapi dering telpon di sebelah Notebook ku membuyarkan konsentrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaykum" sapaku&lt;br /&gt;"Wa'alaykumusalam, Nisa lagi ngapain?"&lt;br /&gt;"eh Ra, biasa nulis, kenapa Ra?"&lt;br /&gt;"ada kabar duka dari Risa, kamu ingat dia khan?&lt;br /&gt;"Risa......... oh iya, yang hamil itu khan? kabar duka apa Ra?"&lt;br /&gt;"Ia meninggal dunia pas melahirkan putri nya, tapi sekarang mereka udah ga di Batam lagi, udah di kampung halaman"&lt;br /&gt;"Innalillahi wa innailaihi Roji'un, putri nya gimana? sehat khan?"&lt;br /&gt;"iya alhamdulillah, ya udah mau ngasih tau kabar itu aja , Wassalamu'alaykum"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara memutuskan sambungan telpon setelah aku menjawab salam, sejenak aku tercenung , teringat sebuah nama yang di minta oleh Risa, akankah nama itu tetap ia berikan pada putri kecil yang telah jadi piatu dengan kehilangannya? ah.. bukankah aku sudah mengikhlaskan nama itu. tapi mimpi -mimpi yang pernah menghiasi tidurnya dengan kehadiran Faiza itulah yang terkadang menumbuhkan harapan besar akan hadirnya buah hati sesegera mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debar- debar di hatiku tak kuasa ku sembunyikan, entah kenapa mataku berkaca-kaca , beberapa kali Rara menggenggam erat tanganku dan tersenyum manis, kami sedang berada di Panti Asuhan untuk menunggu pengurus panti membawa bayi yang akan aku angkat menjadi anak ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lalu mereka menelpon , bahwa mereka memiliki bayi yang tanpa orang tua, bayi itu berumur sekitar 2  bulanan, di kirim oleh sanak keluarga yang mengatakan bahwa kedua orang tuanya telah meninggal karena kecelakaan, setelah mengurus kelengkapan surat dan perizinan akan permohonan adopsi anak, awalnya memang sulit, karena untuk mengadposi anak haruslah yang sudah menikah, tapi di dasarkan pada kemampuan ekonomiku , akhirnya pengadopsian itu di setujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum ustadzah Sukma menyapa kami, setelah sedikit berbasa-basi beliau mulai menanyakan kesiapanku dan kesungguhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bukan saya meragukan, tapi sekali lagi nak Anisa harus benar-benar punya ketetapan hati tentang ini, nak Anisa harus benar-benar paham bagaimana prosedur pengangkatan anak dalam Islam, dan hukum-hukum yang mengaturnya" aku mengangguk paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nak Anisa tentu juga paham khan bagaimana peliknya mengurus anak yang terkadang memang membutuhkan kesabaran yang ekstra" aku mengangguk lagi, dan  aku harus sabar mendengarkan Ustadzah Sukma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"akan lebih baik jika Nak Anisa mendapatkan suami lebih dulu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ustadzah, apakah ustadzah masih meragukan kemampuan ekonomi saya?" tiba-tiba ucapanku memotong kata-kata nasihatnya, dan aku menyesalinya, namun aku melihat senyum di bibir Ustadzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah, sebentar yach , saya bawa bayinya ke sini" aku cepat mengangguk mengiyakan, tadi ku pikir beliau langsung keluar bersama bayinya tapi ternyata tidak, masih serupa nasihat-nasihat yang membuatku harus bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, akhirnya ikhtiar kami terjawab sudah, di sana di pelukannya ada bayi mungil yang menggeliat, mataku basah, aku terharu, benarkah dia akan kuasuh dan menjadi anakku, aku berdiri menyongsongnya di ikuti oleh Rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lafalkan basmallah ketika pertama menggendongnya, debar jantungku mereda, ada kesejukan ketika memeluknya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"namanya Ayu, tapi terserah nak Anisa kalau ingin merubahnya" aku mengangguk, tanpa suara, masih mengenang syukur yang ku panjatkan, bibir nya yang basah, pipinya yang tembem sedikit memerah, rambutnya yang tumbuh sedikit, matanya mengerjab, namun terpejam lagi , ah barusan kami mengganggu tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menamainya Ayu Nuha Qubillah. yang kuharapkan ia kelak akan menjadi gadis yang Ayu, Cerdas dan hidup dalam kedamaian , amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azan di masjid Nurul Ihsan membuatku terjaga, aku hampir tidak tidur semalaman , karena Nuha menangis dan terbangun hampir tiap jam, untung mbak Layla juga ikut terjaga, sehingga aku tidak begitu kerepotan, mbak Layla lebih berpengalaman menenangkan anak dari pada aku, memang tidak mudah mengasuh bayi, meski itu adalah aku, wanita yang bernaluri menjadi seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi Nuha, ia telah menjai belahan jiwaku dua minggu terakhir ,ia tampak nyenyak aku beranjak meninggalkannya untuk memenuhi Seruan Ilahi, lalu melaksanakan tugas harianku, belakangan aku sulit konsentrasi menulis, sehingga aku biasa menyempatkan selepas subuh. baru setelah itu membantu mbak Layla menyiapkan sarapan untuk kami , juga membersihkan rumah, hingga memandikan Nuha dan kemudian bercanda dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amah yang punya Nuha, sudah lupa sama Bayu dan ade yach" sms dari nomor Rara , aku tertawa kecil , Rara bisa aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ra.. main kesini donk, jagain Nuha, aku mau nulis neh" balasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, kami mau kesana, mau liat si kecil udah bisa ngapain sampai Bunda nya lupa ma kewajiban mencari suami" candaan Rara lagi-lagi membuatku tertawa. Aku memang sudah berkonsentrasi dengan Nuha, usiaku yang sudah menginjak 33 tahun membuatku pasrah tentang jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak membutuhkan waktu lama, ketika kemudian Rara dan kedua buah hatinya sudah menyemarakan rumahku. aku benar-benar bersyukur atas karunia Nya, namun tiba-tiba telpon dari Ustadzah Sukma mengusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"akan ada yang bertamu kerumah, ibu minta maaf nak" begitu ungkap beliau, aku berusaha untuk menekan berbagai prasangka, hingga ku jumpai tamu ku yang mengaku pasangan suami istri di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baru saja ustadzah Sukma menelepon , kata beliau saya akan kedatangan tamu, apakah mbak dan mas ini?" ujarku langsung, mereka tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebelumnya saya mohon maaf , kalu kedatangan saya ini mungkin akan membawa sedikit kabar buruk kepada mbak Nisa" aku mengernyitkan dahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maksud mbak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kami adalah orang tua kandung Ayu, bayi yang mbak adopsi" suara pelan itu membuatku ternganga, belum sempat aku bertanya ia sudah melanjutkan ceritanya , cerita yang membuat hatiku teriris-iris , aku akan kehilangan Nuha, anak yang ku tunggu selama setahun terakhir. aku menggeleng tidak percaya, bagaimana mungkin orang tua Nuha masih hidup dan sehat walafiat di hadapanku, Rara sudah berada di sampingku, memeluk bahuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya mohon kerelaan mbak, kami orang tua kandung Ayu yang sudah di paksa berpisah dengannya, ini adalah kesalah pahaman orang tua saya mbak" aku tidak bisa membendung air mataku seperti halnya ibu kandung Ayu yang juga sudah berkali-kali mengusap air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeleng pelan, ku dustai apa yang mereka sodorkan, akte kelahiran Nuha, juga surat nikah mereka sebagai orang tua Nuha, Rara membantu memeriksanya, dan ia hanya menganggukan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya akan tetap memperjuangkan Ayu , meski pengadilan yang harus kami tempuh, tapi saya benar-benar meminta ke mbak Nisa, saya janji mbak bisa mengunjungi Ayu kapanpun mbak mau, kami hanya ingin menyelesaikan masalah ini secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelepon ustadzah Sukma , permohonan maafnya membuatku trenyuh sekaligus sangat terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai Ayu Nuha Qubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri, menghabiskan liburanku di tempat yang sama, aku merindukan bayi itu, yang ku peluk dan selama dua minggu tidak pernah ku tinggalkan kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah aku hidup sendirian, untuk mengadopsi anak harus mengalami ujian sama beratnya  dengan gagalnya  menjadi mempelai hingga berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bersabarlah Nisa, kita harus yakin bahwa rencana Allah itu teramat indah" ucapan Rara jelas terngiang di telinga , aku terpekur sayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suara dering HP ku membuyarkan lamunan, "Assalamu'alaykum" sapaku ke Rara di ujung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alaykumussalam, Nisa ada yang ingin bertemu denganmu, kami akan mengunjungi rumahmu nanti malam"&lt;br /&gt;"siapa Ra?"&lt;br /&gt;"nanti malam saja"&lt;br /&gt;"baiklah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara berkunjung bersama suaminya dan kedua anak mereka, tidak hanya itu bersama nya juga datang seorang pria yang sepertinya pernah ku kenal namun aku lupa siapa dia, yang juga membawa baby sister dengan seorang anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa ini?" tanyaku ke Rara, ia hanya tersenyum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bacalah" ujar Rara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear mbak Anisa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mbak membaca surat ini, Wallahu'alam apa yang telah terjadi pada diriku, tapi sepertinya benar  saya  telah meninggalkan suami dan putriku, semoga suamiku tidak terlambat menyerahkan surat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhenti sejenak, memandang pria yang ternyata suami Risa dan juga anak yang ada di pangkuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bahagia, ketika mbak memberikan nama Faiza Izdihar kepadaku, dan saya telah memberikannya kepada putriku lihatlah apa dia mirip denganku? namanya adalah Faiza Izdihar Pratama , Pratama saya ambil dari nama abi nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Anisa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya setelah pertemuan kita siang itu , ada terbersit keinginan di hati ini untuk berbagi dengan mbak, namun ternyata kadar keikhlasan di hati saya untuk bisa berbagi suami sangat tipis, saya juga tau besarnya cinta suami ke saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan saya sangat besar untuk melahirkan putri saya, apalagi keinginan untuk membesarkan dan merawatnya , tapi benar bahwa kemampuan manusia itu kecil, benar bahwa Allah mengetahui yang terbaik untuk hamba Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya juga tau benar , resiko saya melahirkan adalah kemudian meninggalkannya, karena  dokter sudah memperingatkan akan bahaya bagi saya untuk mengandung, namun seperti halnya ibu lainnya, saya rela kehilangan nyawa untuk benih kehidupan yang sudah bersemi di rahim saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Anisa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tidak tau apakah ini pantas atau tidak, saya dan suami mohon maaf jikalau ini sangat mengganggu , sungguh saya hanya memiliki keinginan yang lagi-lagi saya berharap mbak mau mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahlah dengan mas Pram, suami saya mbak, jadilah ibu Faiza, karena saya tau , anak saya akan sangat beruntung jika bisa memiliki  bunda sebaik mbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ini permintaan terakhir saya, semoga suami saya benar-benar belum terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Rahasia, suami saya sangat baik hati dan penuh cinta, ketika ia menyerahkan surat ini, saya yakin dia sudah menumbuhkan cintanya untuk mbak Nisa, percayalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risa (Uminya Faiza)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terisak, Rara memeluk bahuku, keheningan itu sulit untuk di pecahkan hingga ketika suara pria itu terdengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kami menginginkan jawaban, saya memikirkannya selama satu tahun, dan tentu saja mbak berhak memikirkannya juga selama yang mbak tentukan, asal jangan satu tahun juga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk, "bolehkah saya meminta sesuatu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"katakanlah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya ingin akad nikah di laksanakan esok, dan sekarang saya ingin memeluk Faiza" terdengar mereka tertawa, Rara mengambil Faiza dari pangkuan mas Pram, dan menyerahkan nya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kecil berumur satu tahun itu tidak menolak, jilbab putihnya persis di mimpiku, aku memeluknya erat, ungkapan syukur ku panjatkan.&lt;br /&gt;Rara menangis di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa mengangis?" tanyaku padanya&lt;br /&gt;"Karena aku wanita, yang punya jiwa lembut, apalagi menyaksikan hal yang paling mengharukan seumur hidupku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum, memeluk erat Faiza Izdihar  Pratama  yang juga memeluk ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 19 May 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiny&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7399677360046023625?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7399677360046023625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/karena-aku-wanita.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7399677360046023625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7399677360046023625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/07/karena-aku-wanita.html' title='Karena Aku Wanita'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-852062441055487954</id><published>2009-06-04T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T04:33:23.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Episode Syukur # 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by Tiny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku tak lepas memandangnya, ya tak beranjak dari memperhatikannya, kecuali hanya kedipan mata yang memang tak sanggup ku tahan. Aku sudah sangat lama mengenalnya, sejak pertama aku tinggal di rumah ini, teriakan-teriakan itu memembuatku mengenal keluarga tempatnya tinggal. Teriakan-teriakan itu memanggil namanya, aku tau jika teriakan sekeras itu, tentu lagi-lagi ia membuat masalah. Tapi entahlah, aku tak tertarik mengetahui apa masalah nya, karena bagiku itu pasti akibat kenakalannya sebagai anak-anak dan biasanya orang tua memang begitu jika menerima akibat kenakalan anak-anak. ya khan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika sekilas memandangnya , tentu dia tak berbeda dari anak kecil kebanyakan, bermain dengan kenakalan-kenakalan yang serupa, aku memperkirakan usianya 12 tahun , seharusnya ia sudah menginjak kelas 6 SD bukan?  tapi  dia tidak seberuntung itu,&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kenapa?&lt;br /&gt;aku sempat bertanya kepada saudaraku yang memang sudah menetap di sana sekian lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena si kecil itu mempunyai keterbelakangan mental. Ya benar, hingga se usia itu ia masih belum bisa di beri pengertian tentang banyak hal, bahkan ia masih sering &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngompol&lt;/span&gt; pada saat tidur. Terkadang aku tidak percaya pada kenyataan atas apa yang ku dengar, karena jika sekilas di lihat si anak benar-benar tidak memiliki kekurangan itu kecuali sewajarnya yang kulihat selayaknya anak-anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berfikir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh ke depan aku berfikir tentangnya, mungkin sekarang pendidikan memang tak penting baginya, karena sejujurnya ia belum mengerti apa manfaatnya untuk masa depan. Tapi bagaimana jika ia telah mulai dewasa dan membutuhkannya? Ah.. bukankah sekarang semua orang memvonisnya sebagai anak yang mempunyai penyakit keterbelakangan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang, siapa yang tau yang akan terjadi di kemudian hari, apakah ia akan tumbuh menjadi seorang gadis yang menarik perhatian, atau dia tetap akan menjadi gadis yang terkungkung dalam sifat kekanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun itu, kita memang tak bisa melepaskan diri dengan apa yang telah Allah tuliskan di Lauhul  Mahfudz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"  (QS 6:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apa yang kita alami sekarang, seberapa buruknya yang kita alami sekarang hendaknya kita selalu berkaca pada kehidupan lain yang terhampar di setiap belahan bumi, hingga setiap episode-episode yang kita lakoni menjadi sebuah episode syukur untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah , thanks Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 5/06/09&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-852062441055487954?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/852062441055487954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/06/episode-syukur-1.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/852062441055487954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/852062441055487954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/06/episode-syukur-1.html' title='Episode Syukur # 1'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7043064857014842998</id><published>2009-06-02T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T22:37:35.817-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Catatan Hati Seorang Istri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i43.tinypic.com/25i5f7c.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telah ku tinggalkan cemburu , di sudut kamar gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telah ku hanyutkan duka, pada sungai kecil yang mengalir dari mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telah ku kabarkan lewat angin gerimis , tentang segala catatan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang terhampar di setiap jengkal sajadah, dalam tahajud dan sujud panjangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini di tulis oleh Asma Nadia, berisi  cerita-cerita yang menyentuh, bagi kaum Adam yang menjadi seorang suami ataupun calon suami menurut saya wajib membacanya, agar bisa mengerti bagaimana sisi-sisi derita para perempuan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perjuangan, saat perempuan setia tersakiti oleh penghianatan, meski di lakukan secara baik-baik  maupun sembunyi-sembunyi. Dan akhirnya hanya kekuatan yang Allah berikan yang mampu membuat mereka bangkit meski dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah keikhlasan, saat perempuan di hadapkan pada ayat Al Qur'an tentang di perbolehkannya poligami, dan secara sadar mereka harus menyiapkan mental untuk berkata "iya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah senyuman, kala surga menanti mereka dengan perjuangan- perjuangan panjang di sertai keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... aku terhanyut  dengan nuansa cerita yang mbak Asma hadirkan di buku ini, dan anda benar-benar harus membacanya. InsyaAllah saya akan hadirkan di blog saya nantinya. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4806879/catatan-hati-seorang-istri-asma-nadia.zip.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;  atau beli bukunya dech ;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7043064857014842998?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7043064857014842998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/06/catatan-hati-seorang-istri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7043064857014842998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7043064857014842998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/06/catatan-hati-seorang-istri.html' title='Catatan Hati Seorang Istri'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i43.tinypic.com/25i5f7c_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-3632037693866898512</id><published>2009-05-21T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T20:40:26.413-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Edensor "Must Read"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/ShYee6ZrfMI/AAAAAAAAAL8/41mXfYwN38s/s1600-h/cover-depan-edensor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/ShYee6ZrfMI/AAAAAAAAAL8/41mXfYwN38s/s320/cover-depan-edensor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338487924716174530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!"&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah kalimat Andrea Hirata dalam tetralogi ketiga Laskar Pelangi "Edensor" , anda kenal Andrea Hirata bukan? jika anda tau novel Laskar Pelangi maka pasti anda tau Andrea Hirata pengarangnya. Meski novel ini sudah "jadul"  begitu kata dave ketika aku meminta e book nya , tapi ketika aku membacanya , seperti halnya di Laskar Pelangi , aku terpesona dengan kalimat -kalimat yang Andrea tuliskan " must read" membuat kagum, tidak berbelit-belit, serasa mengikuti petualangannya, bahasa yang khas , membuat tertawa geli, membuat sedih , kasian dan bercampur aduk perasaan. Bahkan saking tersihirnya , setelah seharian membaca Novel ini dan di akhiri pada malam sebelum tidur hingga endingnya, penulis terbawa mimpi, mimpi meneruskan kuliah di Singapura "entah Universitas apa" sambil bekerja menjadi seorang pembantu. aih... ingin nya aku berkelana, menjadi mahasiswi di luar negri sana ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Bermimpilah , Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu"&lt;/blockquote&gt; kata Arai , sepupu Andrea, yang mendampingi Andrea berkelana, yang juga kuliah di Negri yang memiliki menara Eifel. Tau khan Negara apa itu, masa sich ga tau? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku mulai menerka apa mimpiku, apa mimpi masa kecilku, bagaimana mewujudkannya :) Dan Edensor ... yeah You Must Read!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat bagian-bagian mana yang membuatku tertawa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, Di bagian Andrea Hirata mengisahkan tentang bagaimana ia bisa mendaptkan nama  yang ia inginkan, setelah berganti-ganti nama&lt;br /&gt;Kedua, Ketika Jam tangan Arai menghianatinya tepat di saat ia bersi tegang dengan Ikal&lt;br /&gt;Kemudian, "Ammin.... minnnn.... miiiiiiiiiiiiim"  lengkingan Arai pada saat sholat di masjid berimamkan Mujahid Muda, ini membuat kekusyukan Ikal terganggu , membuat jemaah sholat terpingkal-pingkal sesudahnya, dan membuatku geli setengah mati bahkan sampai menuliskan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan banyak lagi tatanan bahasa Andrea membuatku tertawa karena lucu, dan menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas Edensor is amazing, dan sekarang penulis sedang membaca "Sang Pemimpi", terbalik yach, ah biarlah :L &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-3632037693866898512?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/3632037693866898512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/edensor-must-read.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3632037693866898512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3632037693866898512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/edensor-must-read.html' title='Edensor &quot;Must Read&quot;'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/ShYee6ZrfMI/AAAAAAAAAL8/41mXfYwN38s/s72-c/cover-depan-edensor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7499258562972068530</id><published>2009-05-13T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T04:33:54.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Membangun Generasi Rabbani di Batam (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i43.tinypic.com/6szzo9.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya memang tidak pernah di muat di surat kabar atau di media apapun, wajahnya mungkin tak banyak orang yang mengenal. Tapi bagi puluhan anak yang tinggal di sekitar rumahnya , nama itu akan terus hidup dalam ingatan mereka, bahkan InsyaAllah setiap mahluk akan bertasbih , memohonkan ampun dan rahmat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sederhana, begitulah gambaran keseharian ibunda dua anak ini, hidup di pinggiran kota Batam, mengabdikan diri untuk mengurus suami dan kedua anak kandungnya , lalu apa yang istimewa?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi istimewa jika di pandang oleh orang -orang yang istimewa, ketika syarat wajib untuk memasuki Sekolah Menengah Pertama yaitu ijazah kelulusan TPA anak-anak tetangga di sekitar rumah tertolong oleh tangan sederhana beliau. Beliaulah tokoh yang ingin saya muat di blog saya ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari keinginan sederhana , kepedulian terhadap anak-anak sekitar yang tidak memiliki kegiatan yang jelas sepulang dari pendidikan formal mereka, dan akhirnya berkumpulah mereka, belajar mengeja huruf Al Qur'an dengan biaya nol rupiah tentunya karena memang anak-anak ini berasal dari keluarga yang kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak di daftarkan saja menjadi TPA, bukankah murid-muridnya sudah mencapai cukup, bukankah pemerintah kota Batam sudah sangat memperhatikan kesejahteraan para guru? begitu sekelumit tanya yang mampir di benak penulis karena memang banyaknya  murid beliau sudah mencapai 21 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ribet ngurus surat-suratnya, biarlah begini saja, saya lebih bisa konsentrasi mengurus rumah juga"  begitulah jawaban sederhana beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang perjuangan beliau tidak sampai di situ saja, ketika ijazah kelulusan anak didiknya  merupakan syarat wajib yang harus di sertakan dalam memasuki pendidikan formal, maka wisuda menjadi hal yang wajib di ikuti, lalu bagaimana caranya? dan alhamdulillah ada TPA yang bersedia menyertakan anak-anak tersebut dan tentu saja beliau harus sedikit mengeluarkan biaya untuk mereka. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi Astuti, itulah nama beliau sejak tahun 2002 telah mengajar di rumah sederhananya di Sekupang, Batam, InsyaAllah setelah ini akan tumbuh banyak generasi-generasi yang peduli terhadap kemuliaan ahlak di lingkungannya , memperjuangkan cahaya dakwah di tengah kegelapan yang nyaris menutupi belahan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, penulis ingin menorehkan nama-nama yang sama dengan beliau yang merupakan murrabiah penulis sendiri yaitu Fitri Putri Jelita  dan Umi Umar , Jazakillah khairan katsira Ukhty dan Umi, semoga Allah melimpahkan rahmat dan cinta Nya pada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah bersabda : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khairunnas yanfa'u linnaas&lt;/span&gt; (Orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengarkan nasyid berikut penulis terkenang beliau, juga murabbiah lainya, betapa perjuangan mereka membangun generasi Rabbani di bumi dan di Batam khususnya hanya berlandaskan cinta kepada Ilahi Insya Allah. Subhanallah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sang Murabbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ Izzis - Izzatul Islam ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan langkah kau tapaki&lt;br /&gt;Pelosok negri kau sambangi&lt;br /&gt;Ribuan langkah kau tapaki&lt;br /&gt;Pelosok negri kau sambangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kenal lelah jemu&lt;br /&gt;Sampaikan firman Tuhanmu&lt;br /&gt;Tanpa kenal lelah jemu&lt;br /&gt;Sampaikan firman Tuhanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terik matahari&lt;br /&gt;Tak surutkan langkahmu&lt;br /&gt;Deru hujan badai&lt;br /&gt;Tak lunturkan azzammu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga kan terluka&lt;br /&gt;Tak jerikan nyalimu&lt;br /&gt;Fatamorgana dunia&lt;br /&gt;Tak silaukan pandangmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua makhluk bertasbih&lt;br /&gt;Panjatkan ampun bagimu&lt;br /&gt;Semua makhluk berdoa&lt;br /&gt;Limpahkan rahmat atasmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai pewaris nabi&lt;br /&gt;Duka fana tak berarti&lt;br /&gt;Surga kekal dan abadi&lt;br /&gt;Balasan ikhlas di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerah hati kami&lt;br /&gt;Kau semai nilai nan suci&lt;br /&gt;Tegak panji Illahi&lt;br /&gt;Bangkit generasi Robbani..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7499258562972068530?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7499258562972068530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/membangun-generasi-rabbani-di-batam-2.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7499258562972068530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7499258562972068530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/membangun-generasi-rabbani-di-batam-2.html' title='Membangun Generasi Rabbani di Batam (2)'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i43.tinypic.com/6szzo9_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7417330398978327828</id><published>2009-05-11T22:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T22:42:14.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Wisata &amp; Kuliner di KTM Resort Batam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ktmresort.com"&gt;KTM Resort?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i44.tinypic.com/mcxd36.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mencantumkan nama tempat ini di &lt;a href="http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/batam-is-wonderful-city.html"&gt;postingan saya yang ini&lt;/a&gt;, lokasinya ada di Tanjung Pinggir Sekupang, dekat dengan hutan dan laut, tempat ini memang paling cocok untuk mengadakan refreshing, menikmati makan dengan di suguhi panorama yang indah, dan seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya,tempat ini menyuguhkan pemandangan yang menkajubkan baik di siang hari maupun di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa anda bayangkan ketika anda mendengar cerita, ada sebuah rumah makan dengan pemandangan laut lepas dan bersih dari polusi? hmmm imajinasi anda telah sampai di sana bukan? ya.. saya bisa menjamin anda sangat tertarik untuk segera menjenguk tempat yang saya ceritakan ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i41.tinypic.com/x4oqp5.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas tentang menu yang bisa di dapatkan di &lt;a href="http://www.ktmresort.com"&gt;KTM resort&lt;/a&gt; sebagai pelepas rasa lapar, juga pelepas penat maka sedikit saya akan bercerita bagaimana dan apa yang akan anda rasakan sebelum sampai kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan yang akan anda lalui akan di payungi oleh pepohonan besar yang mungkin telah hidup berpuluh tahun, serem? ga juga .. :p malah yang akan tampak adalah pemandangan menakjubkan, serasa kembali di masa hijaunya bumi, pemandangan ini akan anda dapatkan secara gratis tanpa harus mengeluarkan rupiah kecuali bensin jika anda bepergian dengan kendaraan, tapi kalau jalan kaki yach bener-bener gratis , tapi anda harus merasakan pegal-pegal pada kaki anda :D , dan bersiaplah ketukang pijat :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi &lt;a href="http://www.ktmresort.com"&gt;KTM resort&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kuliner di KTM Resort, tentu saja memiliki rasa yang tidak di ragukan, menghidangkan beraneka ragam masakan yang memang khusus di sediakan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang KTM Resort, anda bisa berkunjung ke &lt;a href="http://www.ktmresort.com"&gt;website ini&lt;/a&gt; , silahkan mengadakan reservasi dan selamat berwisata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7417330398978327828?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7417330398978327828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/wisata-kuliner-di-ktm-resort-batam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7417330398978327828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7417330398978327828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/wisata-kuliner-di-ktm-resort-batam.html' title='Wisata &amp; Kuliner di KTM Resort Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i44.tinypic.com/mcxd36_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8249572331616992236</id><published>2009-05-06T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T22:32:35.222-07:00</updated><title type='text'>Maaf Tuk Berpisah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu&lt;br /&gt;Kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya&lt;br /&gt;Kini kusadari Bahwa semua itu&lt;br /&gt;Adalah salah, juga keliru&lt;br /&gt;Akan membuat hati menjadi ternodai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah segala khilaf yang tlah kita lewati&lt;br /&gt;Tlah membawamu kedalam jalan yang melupakan tuhan&lt;br /&gt;Kita memang harus berpisah&lt;br /&gt;Tuk menjaga diri&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on down" style="display: block;" id="formatbar_JustifyCenter" title="Align Center" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 11);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Align Center" class="gl_align_center" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk kembali mngarungi hidup&lt;br /&gt;Dalam ridho Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu bahwa dirimu&lt;br /&gt;Mendambakan kasih suci yang sejati yeee&lt;br /&gt;Kuyakin bahwa dirimu&lt;br /&gt;Merindukan kasih sayang yang hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kusadari Bahwa semua itu&lt;br /&gt;Adalah salah, dan juga keliru ooo&lt;br /&gt;Akan membuat hati menjadi ternodai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila takdirnya kita bersama&lt;br /&gt;Pastilah Allah akan menyatukan kita curhat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gugalyrics.com/TASHIRU-MAAF-TUK-BERPISAH-LYRICS/490114/"&gt;Lirik Nayid by Tashiru&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8249572331616992236?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8249572331616992236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/maaf-tuk-berpisah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8249572331616992236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8249572331616992236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/maaf-tuk-berpisah.html' title='Maaf Tuk Berpisah'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8666297972517575495</id><published>2009-05-04T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:24:38.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pasti Ada Hari Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Tercabik-cabik hati mengenang kisah&lt;br /&gt;tentang buruknya rasa&lt;br /&gt;melawan pada sejati nya cinta&lt;br /&gt;menutup pada terangnya kebenaran&lt;br /&gt;dengan kegelapan cinta buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini&lt;br /&gt;Semua hanya sampah&lt;br /&gt;semua sejarah tak berharga&lt;br /&gt;apa artinya?&lt;br /&gt;cinta yang di agung-agungkan kepada pria bertampang elok&lt;br /&gt;telah menjamur di terpa derasnya hujan&lt;br /&gt;air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh kaburkan kepedihan itu segera&lt;br /&gt;jangan buang waktu&lt;br /&gt;hingga sia-sia&lt;br /&gt;Penjahat itu telah tertawa membawa kemenangannya&lt;br /&gt;Maka ikutlah tertawa&lt;br /&gt;Karena terlepas dari manusia durjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika membuka mata&lt;br /&gt;tersenyumlah&lt;br /&gt;"Tuhan terima kasih, Engkau jauhkan ia dari hamba yang hina ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti ada hari baru&lt;br /&gt;Meski penuh dosa,&lt;br /&gt;Bisikan pada nurani bahwa&lt;br /&gt;Tuhan Maha pengampun&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8666297972517575495?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8666297972517575495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/pasti-ada-hari-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8666297972517575495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8666297972517575495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/05/pasti-ada-hari-baru.html' title='Pasti Ada Hari Baru'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7694823353365207075</id><published>2009-04-30T22:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T22:53:16.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Menikmati Senja di Pantai Marina , Batam</title><content type='html'>Pernah mendengar kata "Senja" ?, apa yang bisa anda cerna dari kata itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i41.tinypic.com/15n6iz4.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya satu puisi nich tentang senja ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagiku, senja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja...&lt;br /&gt;Aku suka senja&lt;br /&gt;Bagiku ia lukisan warna terindah........&lt;br /&gt;Merah jingga dari sang surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja...&lt;br /&gt;Saat manusia menapaki syukur&lt;br /&gt;Bersama lantunan waktu yang hampir memudar&lt;br /&gt;Di telan kelamnya malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam senja&lt;br /&gt;Tuhan memberikan tanda-tanda kebesaran Nya&lt;br /&gt;dengan rengkuhan dan kasih sayang Nya&lt;br /&gt;bagi hamba-hamba  yang berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku senja&lt;br /&gt;saat hati bertafakur&lt;br /&gt;menikmati indah dari  Sang Maha Indah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah.. tentang Pantai Marina, tempat ini  berlokasi di Marina city, jika dari Sekupang ia harus melewati Pasar Sei Harapan, dan Tanjung Riau. Jika perjalanan dari Batu Aji maka bisa melewati lokasi pemakaman tamiang atau jika tidak dari simpang bascam lurus. Indahnya menikmati senja di pantai Marina ini, sama di rasakan seperti&lt;span id="fullpost"&gt; menikmati senja di pantai lainnya, melihat guratan-guratan garis di cakrawala senja secara langsung dan juga di pantulkan oleh air laut, menikmati hembusan angin sore yang pasti bisa di bayangkan bagaimana rasanya, kebetulan atau mungkin di sengaja, tempat duduk yang di sediakan  di sana selain menghadap ke pantai juga tepat menghadap kearah terbenamnya matahari. Jadi setiap mata memandang yang terlihat adalah riak-riak gelombang air laut juga aktivitas para pengunjung lainnya yang biasanya berenang, bermain pasir dan lain sebagainya layaknya aktivitas di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memasuki pantai ini membutuhkan biaya Rp. 6.000, per orang dan untuk parkir motor biasanya Rp. 1.000 sedangkan mobil Rp. 5.000,- , pengunjung pantai ini juga tidak perlu khawatir jika tidak membawa bekal dari rumah masing-masing, karena di pantai Marina juga tersedia Rumah Makan selain menyediakan makanan-makanan ringan tentunya juga makanan yang spesial. Namun sayangnya penulis sendiri belum pernah  menikmati hidangan di sana karena setiap kesana suasana pantai  yang akan memunculkan banyak ide di pikiran lebih menarik ketimbang acara makan-makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal-hal di atas, untuk keluarga yang memiiki anak-anak kecil juga di sediakan tempat untuk bermain seperti , ayunan dsb yang memang khusus di peruntukan bagi anak-anak, atau bisa juga untuk orang dewasa, :D kalo mau di sebut anak-anak lho :p dan di sebelahnya tidak jauh dari sana juga terdapat rimbunan pohon yang memang sengaja di pelihara untuk menjaga kenyamanan pengunjung yang mungkin hanya sekedar ingin bercengkrama dengan udara segar, bersama  keluarga.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i42.tinypic.com/ne8ar5.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pantai yang sama tidak jarang di gunakan sebagai lokasi RIHLAH dan juga Muhasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya jika anda tidak berdomisili di Batam, anda bisa menginap di hotel yang memang berlokasi di Marina yaitu &lt;a href="http://www.harris-batam.com/"&gt;Harris Resort&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.holidaycity.com/holiday-inn-batam/index.htm"&gt;Holiday Inn&lt;/a&gt;, silahkan mengadakan reservasi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i43.tinypic.com/dcc5eq.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So..  ingin menikmati pemandangan cakrawala senja di Pantai Marina? silahkan.............. :) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7694823353365207075?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7694823353365207075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/menikmati-senja-di-pantai-marina-batam.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7694823353365207075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7694823353365207075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/menikmati-senja-di-pantai-marina-batam.html' title='Menikmati Senja di Pantai Marina , Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i41.tinypic.com/15n6iz4_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6741490812848163249</id><published>2009-04-29T22:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T22:16:33.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Cerpen: Rinai Hujan di Langit Batam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by. Tiny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan itu cukup terpendam di hatinya saja, ia berlari menembus hujan deras yang terus mengguyur kota Batam siang itu, memang pantang bagi seorang pria menangis, tapi kini ia benar-benar ingin menangis , untuk meluahkan sejuta gundah akan takdir hidup yang harus ia jalani, tentu saja ia merasa menjadi orang termalang dari sekian anak-anak yang beruntung di usianya, mimpinya sangat sederhana yaitu ingin meneruskan sekolah hingga ke jenjang SMA, ia telah "mandeg" selama satu tahun untuk menunggu belas kasih kedua orang tuanya agar berbaik hati membiayai sekolahnya. Tapi bukan karena orang tuanya tak berbaik hati, tapi mereka sendiri bingung dan merasa sangat kekurangan untuk bisa menyisihkan dana sekolah putra sulungnya itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahnya di bangun di atas tanah yang memang bukan milik mereka, hidup di pinggiran lembah dan sudut kawasan Industri Sekupang, Batam. Dengan di suguhi bentangan air laut di belakang rumah tempat mereka membuang berbagai macam limbah dan sampah.  "Miskin" , itu satu gambaran yang pas untuk keadaan orang tuanya, ia masih memiliki tiga orang adik lagi, yang dua di antaranya harus tinggal di kampung halaman neneknya, karena biaya sekolah di sana lebih terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani , begitu ia biasa di panggil entah sejak kapan menyukai hujan , mungkin sejak ia bisa menangis tanpa takut di sebut cengeng, meski ia tau ia tetaplah anak yang cengeng, usianya baru menginjak 15 tahun, tapi ia harus berpikir secara dewasa tentang hidup, meski jiwa remajanya masih saja punya peran yang lumayan besar di sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani baru saja menyelesaikan pekerjaan baru nya , membantu sebuah usaha yang bergerak di bidang katering, yang juga menggaji ibunya, Dani tidak berbeda remaja kebanyakan, tapi ia lebih menjadi anak penurut dan ramah, keinginannya untuk meneruskan sekolah begitu kuat, hingga ia bersedia menerima saran orang tuanya untuk bekerja dahulu sebelum melanjutkan sekolah. Meski secara manusiawi Dani iri pada anak-anak seusianya yang tidak perlu memikirkan kebutuhan sekolah , tugas mereka satu yaitu belajar. Mungkin kelak mereka akan menjadi petinggi-petinggi negara, atau jika itu terlalu muluk, mungkin bisa menjadi satpam di perusahaan tertentu untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Dani lainnya adalah menjadi muadzin di Mushola Subulussalam yang tak jauh dari rumahnya, meski dengan pemahaman agama yang pas-pasan. Dani bisa mengaji, bisa mengeja huruf Al Qur'an dan kadang bisa mengajari anak-anak TPA meski itu sangat terkadang. Dani juga punya sahabat-sahabat yang sering ia ajak nongkrong di depan rumah  "genjrang-genjreng" dengan gitar jadul mereka, menyanyikan lagu terkini dan sedang hit, sekadar pengusir lelah dan resah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genap setahun sudah Dani bekerja, meski serabutan dan ga jelas gaji nya, tapi Dani masih sangat berharap itu bisa menjadi modal sekolahnya. Ah.. semangatnya masih sama, keinginan itu juga masih sangat sederhana, meski bagi mereka adalah keinginan besar. dengan hati-hati Dani mendekati sang ayah sebagai donatur utamanya nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, tahun ini Dani sekolah yach, umur Dani udah 16 tahun nich" ujarnya sambil memainkan ujung sarung sebagai selimut tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat hanya helaan nafas sang ayah yang terdengar. Menambah jantung Dani berdebar-debar, baginya ini keputusan final. karena  jika tidak sekarang kelak usianya sudah 17 tahun dan sangat tipis harapannya untuk bisa menduduki bangku sekolah SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak ada biaya" begitu akhirnya jawaban dari sang ayah yang teramat singkat. Dani tidak berkomentar lebih, ia memejamkan mata, menahan sesak dadanya, dia benar-benar ingin menangis tapi tak ada turun  hujan , dan dengan sekuat tenaga ia menahan ledakan pilu di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dua tahun itu berlalu, kini Ia harus menuruti kemauan orang tuanya, bekerja dan bekerja, karena memang tak ada pilihan lain , sebuah galangan kapal yang berlokasi di Tanjung Uncang , bersedia menerimanya menjadi karyawan , menggajinya setiap bulan, usianya telah menginjak 17 tahun. Pupus sudah semua,  ya baginya kini semua impiannya sudah berlalu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap empat bulan ketika kecelakaan kerja itu merenggut nyawanya, usianya dengan wajah yang bagi semua orang teramat muda tidak menghalangi maut menjemputnya. Dani menghembuskan nafas terakhirnya dengan menahan rasa sakit di kepalanya ketika ia terjatuh dari ketinggian pada saat menyelesaikan pekerjaannya, Rinai hujan di Langit Batam dan tangisan mengiringi kepergianya, menyesali kenapa begitu cepat ia pergi, berandai-andai ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... memang hidup tiada yang abadi , Ia yang datang, akan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa - setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan kaki dan tangan terikat, apa bedanya?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengenang Sahabat kecilku , aku teringat akan senyumanmu, ketika aku mengajarkan tilawah ketika acara Halal Bihalal waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh sekolah negri sekarang gratis lho" begitu seorang ibu muda berujar kepada sahabatnya, dan kebetulan aku berada di tempat yang sama.&lt;br /&gt;"oh ya, alhamdulillah" jawab yang lainnya&lt;br /&gt;"tapi hanya SD dan SLTP"&lt;br /&gt;"itu sudah karunia yang luar biasa" jawaban terdengar lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lubuk hati mengucap syukur, lihat sahabatku InsyaAllah ke depan tidak akan ada yang putus sekolah lagi dan Kata Cut Mini di iklan sekolah gratis "Manfaatkan sekolah gratis ni.., biar bapaknya supir angkot anaknya bisa jadi pilot, biar bapaknya loper koran anaknya bisa jadi wartawan, asal ada kemauan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dedikasikan  untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 May 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6741490812848163249?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6741490812848163249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/cerpen-rinai-hujan-di-langit-batam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6741490812848163249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6741490812848163249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/cerpen-rinai-hujan-di-langit-batam.html' title='Cerpen: Rinai Hujan di Langit Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5496645748832242131</id><published>2009-04-27T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T22:34:06.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Arus Lomba Blog Batam ditengah Ujian MID di UNRIKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://lombablog.batamblogger.com"&gt;Lomba Blog &lt;/a&gt;di perpanjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kabar gembira, tapi.... :D&lt;br /&gt;Yang pastinya memang kabar gembira, memberi kesempatan bagi semua pihak untuk turut berpartisipasi, waktu yang panjang... yups masih satu bulan tepatnya, akan banyak muncul ide-ide yang lebih kreatif InsyaAllah, tapi pastinya yang sudah memaksimalkan tulisan, merasa sedikit kecewa, harus menambah kadar kesabaran, InsyaAllah semakin bersabar semakin manis yang akan di rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini, yups tepatnya dari tanggal 27 April hingga 2 May 2009 di UNRIKA Batam (Universitas Riau Kepulauan) sedang di laksanakan Ujian MID semester, di tengah pembagian konsentrasi antara pekerjaan akhir bulan dan ujian, sedikit ingin menyelipkan tulisan ringan di blog ini, semoga di pikiran yang membaca akan bergumam sebuah do'a bahwa apa yang penulis jalani dalam minggu-minggu ini di beri kemudahan oleh Allah, amin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadang pandangan ini juga tidak bisa lepas dari lomba blog, wah nama penulis masih saja mempunyai tulisan 9 (sembilan) buah, pengen rasanya seperti yang di Top submitters bagian atas, kok bisa sich buat tulisan sampai 20 (dua puluh) gitu? , wah pasti kreatif banget nich orang, cepat tanggap ;) , yach penulis sich berharap di tambah tulisan ini jadinya 10 (sepuluh) tulisan dech :D (hanya tulisan ringan padahal :p )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bercerita tentang anak-anak di kelas yang sama dengan penulis , sepertinya belum ada yang berminat mengikuti lomba blog ini, duh sayang banget melewatkan kesempatan, terlebih hasilnya memuaskan atau tidak yang terpenting adalah sudah berusaha, dan pastinya ada nilai di setiap usaha, apalagi kalo usahanya maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, semoga ketika akhirnya lomba blognya di perpanjang, akan menjadi penyemangat mereka untuk segera berpartisipasi. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okey,  untuk semua bloggerwan dan bloggerwati (minjem istilah &lt;a href="http://ukibatam.blogspot.com/"&gt;Uki&lt;/a&gt; :D )  tetep semangat , tetep optimis, semoga semua jadi pemenang (tapi hadiahnya ga cukup lho buat semuanya  :D ) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5496645748832242131?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5496645748832242131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/arus-lomba-blog-batam-ditengah-ujian.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5496645748832242131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5496645748832242131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/arus-lomba-blog-batam-ditengah-ujian.html' title='Arus Lomba Blog Batam ditengah Ujian MID di UNRIKA'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4934689874065476018</id><published>2009-04-24T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T23:48:39.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Cerpen : Oh Batam, I'm in love</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;by. Tiny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya Jazmine, namun ia lebih suka di panggil Jaz, secara karena ia menyukai lagu Jazz , plus ia ga mau keliatan feminim meski dari segi nama saja. Penampilan Jaz memang boy banget, ini terlihat dari rambutnya yang trondol abis , memang sejak meninggalkan kampung halamannya dan mengadu nasib ke Batam, Jaz merubah gaya hidupnya, ia yang dulu hanya bisa mengkeret , tidak bebas berkreasi alias "nggeh-nggeh" saja kalo di atur orang tua, kini ia menjadi orang lain, atau bagi Jaz lebih tepatnya ia telah menjadi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Jaz tetap menghormati kebebasan yang berbatas, kebebasan yang ia miliki sekarang adalah kebebasan menentukan arah hidupnya , kebebasan bermimpi dan bercita-cita, ini terbukti ketika ia memutuskan untuk meneruskan ke perguruan tinggi di Batam, meski Jaz tidak mendapatkan restu dari orang tua nya yang memang punya pandangan kolot tentang dunia pendidikan, tapi bagi Jaz menyerah pada keputusan ortu soal yang satu ini harus di hindari betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Jaz meminta izin ke orang tuanya yang ada di kampung pelosok sana adalah dengan mengirimkan surat , belum ada handphone, apalagi internet, jangankan itu, PLN aja enggan menjenguk desa terpencil itu, alhasil surat Jaz nyampe satu bulan kemudian, masih untung lho nyampe , biasanya mampir ke rumah penduduk yang lain dan di biarin aja gitu. ketika orang tua nya membaca tulisan Jaz di bantu oleh adik kecil Jaz yang duduk di kelas 1 SMP mereka melotot geram, sedang Jaz sudah mendaftarkan diri ke Kampus UNRIKA, bagi Jaz dengan atau tanpa persetujuan mereka Jaz harus tetap kuliah. (weizz, maju terus Jazz)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;N&lt;span style="font-style: italic;"&gt;duk...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok pake acara kuliah-kuliah juga toh, dadi wong wedok ki mbok ga usah neko-neko, ndang balek terus rabi, tugasmu yo mong ngurus anak-anak mu engko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lha engko awakmu oleh biaya ko ndi? emange wong tuamu iki wong sugeh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wes ndang balek nek ora kenek di kandani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Nak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kok pake acara kuliah-kuliah juga toh, jadi anak perempuan itu ga usah aneh-aneh, cepat pulang terus menikah, tugasmuya cuma mengurus anak-anamkmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trus nanti kamu dapat biaya dari mana? memangnya orang tuamu ini orang kaya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Udah cepet pulang kalo ga bisa di nasehatin.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat balasan dari orang tua Jaz mampir ketangan nya lima bulan kemudian , yap tepatnya hampir satu semester Jaz menyandang predikat mahasiswi, meski jawabannya sama dengan dugaan tapi Jaz merasa tersinggung dengan apa yang di sampaikan orang tuanya, dia sudah mati-matian bekerja kemudian kuliah, seharusnya mereka bangga, bukan malah mengendorkan semangatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa marah itu membuat Jaz diam, kini ia mulai merenggangkan komunikasi dengan keluarganya, yang ada di pikirannya adalah segera menuntaskan kuliahnya, dengan bekal ilmu yang dia dapat, ia akan buktikan pada mereka bahwa , peran wanita tidak hanya sebatas mengurus anak-anak tapi lebih dari itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah sholat Jaz" pertanyaan itu mampir ke telinga Jaz ketika istirahat sholat Magrib di kampus hampir sampai ke ujungnya, Jaz hanya membalas dengan senyuman, dia sudah lama meninggalkan rutinitas sholat yang baginya tak bermakna apa-apa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hey.. sholat gih, sebelum di sholatkan" jantung Jaz lumayan berdegup juga, ia selalu begidik takut jika mengingat kematian, ia ingat ketika ada anak fakultas ekonomi  di tingkat yang sama dengannya meninggal karena kecelakaan beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaykum..." terdengar suara salam yang memecahkan lamunan Jaz, teman sekelasnya baru datang dan menyapa orang yang menanyakan status sholatnya tadi. mereka bersalaman hangat dengan mencium pipi kanan dan kiri kemudian berpaling ke Jaz dan mengulurkan tangan, tanpa cipika-cipiki, bagi Jaz  mereka terlalu norak, setiap ketemu selalu ada ciuman pipi tapi keakraban mereka membuat Jaz iri, mereka seperti saudara, ah sesaat Jaz merindukan keluarganya, adik satu-satunya yang ikut jadi korban atas kemarahannya kepada orang tuanya, surat mereka mampir dua kali ke tangan Jaz, tapi ia tak mengacuhkannya, sampai akhirnya merekapun diam, hanya sesekali sms dari sepupunya yang juga di Batam tapi berlokasi  di Muka Kuning menanyakan kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jaz , besok ada mentoring di kampus, ikut yach" Jaz berfikir&lt;br /&gt;"ayolah, ga lama kok, paling satu jam an aja, eh jangan lupa pake jilbab yach"&lt;br /&gt;"nanti dech, ku hubungi" jawab Jaz sekenanya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski awalnya ogah-ogahan namun atas karunia Nya hidayah itu menyentuh hati Jaz juga, ia tak bisa berbohong bahwa ia membutuhkan sahabat, selain itu otak cerdasnya juga mulai mencerna tentang hakikat hidup, dari mana ia berasal dan akan kemana ia kembali, ia tidak menyangka ketika orang mengatakan bahwa Batam mempunyai pengaruh buruk justru baginya Batam adalah tempat ia menemukan cinta kepada Tuhan, Yang Menciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya,  Ia mengerti bahwa ketika Allah menghendaki sebuah hidayah kepada hamba Nya, entah di manapun ia berada pasti akan terjadi juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk".  (QS. Al Qashash : 56)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaz tak bisa memejamkan mata, padahal tempat kostnya di Perumahan Klasik Batu Aji sudah senyap, Jaz merindukan kedua orang tuanya, tadi siang pas mentoring , mata Jaz bengkak ketika ia menangis dan menyesali betapa jahatnya ia mengacuhkan keluarganya yang sejatinya memiliki cinta untuknya, ia menyadari bahwa orang tuanya hanya membutuhkan penjelasan secara gamblang tentang dunia perkuliahan, bukankah orang tuanya  mengizinkannya sekolah hingga SMU ketika masih berada dalam asuhan mereka, bukankah nama Jazmine sangat modern , meski mereka mendapatkan nama itu ketika menonton sinetron lawas, yang mereka sendiri tidak tau bahwa Jazmine hampir mempunya arti yang sama dengan Melati , dengan cucuran air mata penyesalan Jaz menyusun kalimat dalam sebuah surat yang rencananya akan ia poskan besok pagi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone Jaz berdering ketika ia bersiap menuju tempat kerjanya, telpon dari sepupunya.&lt;br /&gt;"Hai Jazmine, kamu ga pernah ngasih kabar ke keluargamu yach?, kemaren aku nelpon emak ku, sekarang ada telp tuch di tempat kita tapi jauh dan mahal, tapi ga papalah khan yang penting bisa ngobrol ,emak mu pengen ngomong tuch ma kamu" cerocos nya tanpa henti, namun rasa bahagia mengaliri darah Jaz.&lt;br /&gt;"Oh ya, alhamdulillah, jadi gimana aku bisa hubungi emak, Nan?" Nany yang di tanya memberikan no telp yang bisa di hubungi Jazmine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kampus Jazmine berwajah lesu&lt;br /&gt;"kenapa Jazmine" tanya sahabatnya&lt;br /&gt;"Bapak sakit dan aku harus pulang" Jazmine menangis di pundak sahabatnya, setelah paginya ia berbicara dengan ibunya dan meminta maaf&lt;br /&gt;"kapan mau pulang, sebentar lagi khan ujian" pertanyaan itu di jawab gelengan kepala oleh Jazmine, bukan hanya karena ujian saja tapi karena ia tidak memiliki biaya untuk pulang.&lt;br /&gt;"Aku jahat, ini karena aku tidak perduli mereka" isak tangis Jazmine makin menjadi&lt;br /&gt;"sudah-sudah, Allah Maha Mengampuni, dan sekarang yang terpenting orang tuamu sudah memaafkanmu"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazmine berjilbab, setelah berpikir cukup lama akhirnya Jazmine memutuskan berjilbab, melaksanakan kewajiban yang "kata sebagian muslimah" berat, tapi bagi Jazmine tidak ada pilihan lain, ketika ia menyatakan Allah sebagai Tuhannya maka apapun aturannya , berat atau tidak harus segera di laksanakan. Ia bersyukur karena  keadaan orang tuanya membaik sejak dua bulan yang lalu, tapi tekad nya untuk segera menjenguk mereka tetap harus di laksanakan, ia memang memutuskan mengenakan hijabnya ketika pulang ke kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hati-hati di jalan yach Jaz.."&lt;br /&gt;"Jazmine.." potong jazmine yang memang lebih suka di panggil dengan nama itu sekarang&lt;br /&gt;"iya- iya, salam buat orang tua"&lt;br /&gt;"yups, Jazakillah ya mau nganterin ke Bandara gini, padahal jauh khan Batu Aji ke Hang Nadim"&lt;br /&gt;"halah, gaya bicaramu itu lho, eh hampir lupa, ada surat nech dari someone"&lt;br /&gt;"surat? apaan sich.. becanda aja dech"&lt;br /&gt;"yee sapa yang becanda, udah baca nya entar aja di pesawat, jangan lupa calling me yach, cerita" kedipan mata sahabatnya menggodanya&lt;br /&gt;"InsyaAllah... udah aku masuk dulu, Assalamu'alaykum" Jazmine memeluk sahabatnya erat yang di balas pelukan dan salam oleh sahabatnya&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dear ukhty Jazmine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu'alaykum,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Afwan kalo surat ini membuatmu terkejut, saya hanya ingin menyampaikan niat baik dengan cara yang baik InsyaAllah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setelah istikharah beberapa hari alhamdulillah saya mantab mengatakan ini kepadamu, saya ingin menyempurnakan dien ini dengan menjadi qowam mu, dengan menjadi ayah yang baik untuk anak-anakmu, dengan menjadi anak yang baik untuk orang tuamu, menjadi saudara yang baik untuk saudara-saudaramu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ukhty Jazmine...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholat istikharahlah , serahkan semua jawaban kepada Allah, saya menginginkan jawaban mu paling cepat satu minggu setelah surat ini dan paling lama sebulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kita , amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hati-hati di jalan , titip salam untuk calon mertua, masih ingat khan no Hp saya untuk memberi jawaban? hehehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalamu'alaykum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dafa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazmine mengusap air matanya , ia terharu, bukankah Dafa adalah satu- satunya pria yang selama ini membuat jantungnya berdebar-debar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah.... Oh Batam, I'm in Love , To Allah, My Parents, Dafa and All"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu aku Batam, InsyaAllah aku kembali, karena aku pasti rindu dengan Barelang mu, dengan teh obeng dan mie ayam, dengan orang-orang yang menumbuhkan banyak cinta di tempatmu. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4934689874065476018?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4934689874065476018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/cerpen-oh-batam-im-in-love.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4934689874065476018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4934689874065476018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/cerpen-oh-batam-im-in-love.html' title='Cerpen : Oh Batam, I&apos;m in love'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2025052335570431788</id><published>2009-04-23T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T22:37:35.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Bangkitlah Negriku , Jayalah Batamku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap hari, setiap pagi ketika  mendengarkan nasyid "Bangkitlah Negriku" oleh Shoutul Harokah maka akan memberi warna tersendiri bagi semangatku, eh tau ga? kalau mendengarkan musik kesukaan merupakan terapi bagi penderita  stress, dan untuk tau nasyidnya bisa download &lt;a href="http://4shared.com"&gt;di sini&lt;/a&gt;  , sedikit ku ganti nich liriknya..Lirik asli nya ada &lt;a href="http://liriknasyid.com"&gt;di sini&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bangkitlah Negriku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tatap tegaklah masa depan&lt;br /&gt;Tersenyumlah tuk kehidupan&lt;br /&gt;Dengan cinta dan sejuta asa&lt;br /&gt;Bersama membangun Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegang teguhlah kebenaran&lt;br /&gt;Buang jauh nafsu angkara&lt;br /&gt;Berkorban dengan jiwa dan raga&lt;br /&gt;Untuk tegaknya keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada&lt;br /&gt;Berjuanglah batamku jalan itu masih terbentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada&lt;br /&gt;Berjuanglah batamku jalan itu masih terbentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama matahari bersinar&lt;br /&gt;Selama kita terus berjuang&lt;br /&gt;Selama kita satu berpadu&lt;br /&gt;Jayalah batamku jayalah!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih berhubungan dengan mimpi, harapan, dan cita-cita di tengah kondisi ekonomi, politik dan sosial yang belum benar-benar stabil. Di tengah pesimisnya kalangan masyarakat akan sebuah masa depan bangsa, wajar saja  memang setelah berbagai macam bencana di belahan sudut kota di negara ini, bahkan mungkin kita di Batam juga menunggu saatnya (semoga saja tidak terjadi) :) , selain itu juga di tengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah karena trauma akan masa-masa yang telah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti kita harus berhenti melangkah, tidak bergerak karena berprinsip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"ah buat apa? toh nanti juga begitu-begitu aja"&lt;/span&gt; wah salah besar nich, memang benar kita tidak akan pernah mengalami kegagalan seperti kata bijak ini &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa."&lt;/span&gt;(Denis Waitley), tapi ga seru khan kalo kita tidak menjadi dan berarti apa-apa  :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejayaan Batam menjadi Bandar dunia madani adalah kebangkitan Bangsa Indonesia, seperti yang tertuang dalam semboyan "Pasti Bisa" pada Peringatan Kebangkitan Nasional yang ke 100. Bahwa di Indonesia tidak hanya memiliki orang-orang yang tidak lagi mengedepankan rasa malu atau justru mengedepankan rasa haus mereka terhadap kekuasaan tapi juga memiliki orang-orang yang peduli dan gigih dalam membangun bangsa ini dan tentu peran dan bangkitnya kita menjadi sangat penting di dalamnya, mendukung program-program pemerintah kota Batam, menjadi manusia yang produktif dan pantang menyerah adalah salah satu dari sekian banyak hal yang bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yups , semua pasti bisa, selama kita satu berpadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah Negriku, Jayalah Batamku :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2025052335570431788?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2025052335570431788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/bangkitlah-negriku-jayalah-batamku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2025052335570431788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2025052335570431788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/bangkitlah-negriku-jayalah-batamku.html' title='Bangkitlah Negriku , Jayalah Batamku'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2885640002665857399</id><published>2009-04-22T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T22:34:21.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>The Amazing Dream of Batam City</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi  besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka. &lt;/span&gt;(Brian Tracy)&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpimu" &lt;/span&gt;begitu satu kalimat yang membuatku terus bermimpi tentang masa depan, mimpi yang mulai di capai dengan langkah-langkah nyata meski kecil. Kita tidak harus mengeluarkan rupiah atau pun dollar, karena mimpi, Allah berikan secara gratis kepada setiap orang, bahwa mimpi adalah hak setiap manusia di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka coba ku tuangkan mimpi manisku yang teramat sederhana tentang kota Batam&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Dibangun Rumah sakit gratis untuk masyarakat tidak mampu alias masyarakat menengah kebawah, plus pelayananan  yang berkualitas dan ramah,baik terhadap orang tua maupun terhadap anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dibangun Rumah Sakit Jiwa , sedih rasanya melihat orang-orang yang akalnya tidak berfungsi baik menjadi gelandangan tidak terurus dengan baik, dan tidak berusaha di sembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meningkatkan kualitas pendidikan dari tingkat TK sampai Universitas , merekrut guru-guru terbaik dan disiplin , konsisten terhadap pengabdiannya dalam menciptakan generasi-generasi berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dibangun sebuah lembaga khusus untuk memberikan training kepada masyarakat umumnya bagaimana menjadi entrepeneur , sehingga dapat menciptakan lapangan kerja ( yang ini pasti keren buanget ;) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Didirikan taman internet gratis (lho ini udah yach? :D di Batu Aji belum euyyy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dibangun perpustakaan nasional , tempat yang berisi berbagai buku ilmu pengetahuan sampai novel , cerpen , komik dan lain sebagainya (tempat yang cocok di mana yach, kalo bisa sich di setiap sudut kota Batam ada, tapi kalo mau di dirikan satu aja , bagusnya di Batu Aji dech :D )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dibangun lembaga pendidikan gratis dan berkualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Masih di pikirkan ... hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak mimpi-mimpi indah yang ada di pikiran tentunya , mimpi yang sangat membutuhkan biaya dan tekad besar untuk mewujudkannya, namun berdasarkan  prinsip ekonomi bahwa besarnya biaya yang di keluarkan untuk meningkatkan produktivitas tentu akan memperoleh hasil yang besar juga, makin banyak memberi maka akan berpuluh kali lipat perolehannya itulah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Power of Sedekah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali merenungi pesan bijak dari Marwah Daud Ibrahim. Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) bahwa "Yakinlah, tahun 2045 nusantara jaya memimpin peradaban, bukan hanya di Asia tapi dunia." lalu bagaimana Indonesia bisa jaya di tahun 2045? Bukankah kondisi bangsa ini masih compang-camping?  Ekonomi dunia yang tengah terpuruk juga bukan kondisi baik buat bangkit Indonesia. Apa yang harus diperbuat? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ayo berani bermimpi!"&lt;/span&gt; Begitu Marwah menjawab keraguan itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kelemahan kita sebagai bangsa adalah tidak berani bermimpi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tahun 2045 masih terlalu panjang,  maka  program Visit Batam 2010 adalah menjadi mimpi kita bersama untuk mensukseskannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you have the amazing dream of Batam City? write here... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NB &lt;/span&gt;: Maaf hanya ingin ikut menuliskan mimpi sederhana dari orang yang luar biasa bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari dulu aku tak ingin ada lagi orang yg mengalami nasib yg kurang beruntung sepertiku, ada prestasi tapi tak bisa dilanjutkan, mimpiku tak muluk, hanya ingin mereka itu sekolah dan ada yg mengurus dan memperhatikannya, oleh sebab itu kami lakukan apa yg bisa kami perbuat untuk mereka, bersama istri mengumpulkan mereka di rumah, mencoba untuk melatih mereka untuk ibadah, mengaji , belajar membaca dan berhitung, karena mereka terdiri dari usia 4 th keatas, sudah berjalan kira2 3 tahun, hari minggu kemarin ada 2 orang yg wisuda, juga tidak punya dana, syukur kita bisa bantu.Hanya itulah mimpiku, ingin berbuat untuk orang lain agar bisa mempermudah proses yg alami ini. sebenarnya tanpa kitapun mereka bisa mengalir bagaikan air, cuma tugas kita hanya mempermudah agar lebih baik dan merata." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, indahnya Kota Batam jika di isi oleh orang-orang seperti beliau :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2885640002665857399?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2885640002665857399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/amazing-dream-of-batam-city.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2885640002665857399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2885640002665857399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/amazing-dream-of-batam-city.html' title='The Amazing Dream of Batam City'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-8671623734616328677</id><published>2009-04-21T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T22:50:45.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Jika engkau di Batam, maka arti sahabat Bagimu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dia lah  ladang hatimu, yang dengan kasih kautaburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih. Kau menghampirinya dikala hati gersang kelaparan, dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa.&lt;/span&gt; (Kahlil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pendatang baru, jangan anggap engkau tidak membutuhkan sesiapa, jangan anggap dengan harta engkau bisa membeli sebuah kelembutan dan persahabatan, kelembutan hanya bisa di tebus dengan kelembutan dan persahabatan hanya bisa di rasakan dengan persahabatan. Di Batam adalah gudangnya orang-orang yang berjiwa mandiri hidup sendiri jauh dari sanak keluarga, meski tidak semua seperti itu tapi kebanyakan dari mereka memang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pilihan lain  bahwa setiap manusia membutuhkan manusia lainnya , tidak hanya sebatas hadir dalam sosok yang materil tapi juga memberikan dukungan spiritual.Membutuhkan orang yang mampu dan bersedia memberikan dukungan , mengingatkan di kala berbelok langkah, siapa yang bersedia melakukan itu? kecuali ia adalah keluargamu yang peduli dan punya cinta untukmu, jika mereka tidak ada di dekatmu maka sahabat adalah pilihanmu&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka pandailah memilah sahabat, karena kepribadianmu adalah pribadi sahabatmu, bukan berarti engkau harus menjadi sosok yang eklusif namun peganglah prinsip bahwa campur itu tidak harus lebur, mewarnai itu tidak harus terwarnai .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menginjakkan kaki di kota Batam, tanpa orang tua misalnya , maka akan seperti menemukan kebebasan dari kekangan, mungkin dari omelan dan juga  pantauan mereka tentunya, sebuah keprihatinan tersendiri bagi penulis menyaksikan begitu membaurnya laki-laki dan perempuan tanpa memandang norma dan etika, ketika hamil di luar nikah menjadi pemandangan lumrah (naudzubillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang patut di persalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menjadi tidak ada gunanya ketika saling mempersalahkan, karena mencegah  dan memperbaiki jauh lebih baik. Di sinilah peran sahabat menjadi sangat penting, Seorang yang bisa menanamkan prinsip  dan kepribadian mulia, seorang yang bisa mengajak berfikir positif, seorang yang akan membantu memunculkan  ide-ide kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana bisa mendapatkannya?&lt;a href="http://lombablog.batamblogger.com/"&gt;Komunitas BatamBlogger &lt;/a&gt;InsyaAllah adalah salah satunya ;) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-8671623734616328677?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/8671623734616328677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/jika-engkau-di-batam-maka-arti-sahabat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8671623734616328677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/8671623734616328677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/jika-engkau-di-batam-maka-arti-sahabat.html' title='Jika engkau di Batam, maka arti sahabat Bagimu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2652934251222885341</id><published>2009-04-20T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T22:53:53.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Hutan Wisata Mata Kucing, Asset Kota Batam</title><content type='html'>&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i40.tinypic.com/2i7nukm.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lokasinya berada di antara Batu Aji -Sekupang, jika ingin mengadakan perjalanan ke Muka Kuning dan melewati Batu Aji, maka akan melewati Hutan Mata Kucing, atau jika ingin ke Nagoya tapi juga melewati daerah Sekupang maka juga akan melewati hutan Mata Kucing, (halah muter-muter :p ) , hutan ini masih asri memang sudah terjamah oleh tangan manusia, namun pertumbuhan marga satwa di sana masih terpelihara. Jangankan masuk di dalam nya , hanya melewati hutan tersebut akan di rasakan hawa yang teramat sejuk. inilah fungsi Hutan sebagai paru-paru dunia, tanggung jawab kitalah sebagai pencinta lingkungan untuk terus menjaganya agar kekayaan alam ini tetap terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu atau hari-hari libur, adalah hari yang membuat hutan tersebut sebagai tempat wisata di Batam di banjiri pengunjung, baik warga sekitar maupun warga yang tinggal jauh dari lokasi, hanya dengan membayar uang masuk Rp. 10.000 per orang dewasa, Rp. 5.000,-  per anak kecil , Rp.1.000,- untuk parkir motor dan Rp. 2.000,- untuk parkir mobil, anda bisa menikmati pemandangan yang di sediakan dan sudah di tata apik oleh Pengelola hutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa sich di Hutan Wisata Mata Kucing?&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i41.tinypic.com/2mw5y80.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hutan wisata tentu saja di dalamnya telah di tata sebagaimana mestinya, setiap jalan setapak yang menghubungkan tempat satu dengan yang lainya selalu di hiasi oleh tanaman dan bunga, dan tentu saja di payungi oleh pohon rimbun yang menjulang, di jamin tak akan ada hawa panas yang menyerang dech ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit gambaran umum tentang isi Hutan Mata Kucing adalah adanya gazebo, kolam pancing, kolam ikan, junggle track, taman rekreasi, outbond , mini zoo, goa mata dan kolam renang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang mini zoo, ketika memasuki hutan wisatra tersebut kita akan di sambut oleh adanya berbagai macam binatang , biasanya ini di jadikan taman wisata dan belajar untuk para siswa guna mengenal dan mencintai lingkungan dan segala macam yang ada di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elang Bondol / Brimine Kite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i41.tinypic.com/2s1x9v4.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan bulu yang di dominasi warna cokelat, kecuali leher dan ujung sayap yang berwarna putih serta warna hitam pada bagian ekornya , memiliki paruh tajam dan bengkok , cakar yang kuat serta mata yang tajam yang berfungsi untuk melihat ikan sebagai makanannya . Biasa hidup di pantai , aktivitasnya banyak di siang hari , hewan ini di lindungi dan merupakan maskot DKI jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siamang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i39.tinypic.com/107qeyd.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya lebih besar dari monyet, memliki bulu warna cokelat dan sedikit agak kasar, matanya bulat besar serta memiliki tangan dan kaki yang panjang, makanannya adalah buah dan sayuran , suara besar dan nyaring , aktivitasnya banyak di siang hari dan  termasuk hewan  yang di lindungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkutut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i44.tinypic.com/2n99kly.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hewan ini badannya kecil dengan memiliki bulu yang menarik. dengan suara yang khas maka banyak di jadikan sebagai hewan peliharaan. makanannya jagung, bulir padi dan rumput-rumputan dengan aktivitasnya kebanyakan di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain sedikit hewan yang di gambarkan di atas masih banyak lagi lho hewan-hewan yang ada di Hutan Wisata Mata Kucing ;) , sangat berharga untuk di ketahui oleh masyarakat pada umumnya  apalagi anda sang pecinta lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap pemerintah mau mengembangkan hutan wisata mata kucing, menambah koleksi binatang sehingga tidak lagi di sebut mini zoo lagi pada masa mendatang, meski hanya mengunjungi beberapa tempat saja dari bagian hutan tersebut saya sudah merasakan keindahan yang sangat luar biasa,  jadi masih ada beberapa tempat darin hutan  tersebut yang belum saya kunjungi, mungkin akan saya ceritakan di edisi mendatang setelah saya berkunjung kembali ke sana. So............. see u at Mata kucing ;)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i41.tinypic.com/1zydh1t.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i42.tinypic.com/6e2ivk.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.&lt;/span&gt;  (QS, Luqman:10)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2652934251222885341?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2652934251222885341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/hutan-wisata-mata-kucing-asset-kota.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2652934251222885341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2652934251222885341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/hutan-wisata-mata-kucing-asset-kota.html' title='Hutan Wisata Mata Kucing, Asset Kota Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i40.tinypic.com/2i7nukm_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-1011540934540610469</id><published>2009-04-16T23:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T23:12:54.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Pantai Melawa di Belakang Padang, Batam</title><content type='html'>&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i41.tinypic.com/b6xaue.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang tau di mana pantai melawa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup bener banget, pantai ini berlokasi di Belakang Padang , aku terkesan dengan  pantai ini setelah mengadakan RIHLAH bersama anggota BKM UNRIKA Februari lalu, indah... tentu saja, pantai memang selalu identik dengan keindahan dan kesejukannya apalagi seperti pantai melawa yang memang bersih dari segala sampah. Menariknya sebenarnya pantai ini sudah di tata apik , namun sayangnya kurang pengembangan sehingga bangunan-bangunan yang terbuat kayu berdiri di bibir pantai melawa ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, padahal andai saja pemerintah sedikit memperhatikan keberadaan pantai ini pastinya akan menjadi salah satu tujuan wisata yang patut untuk di banggakan, tapi meski begitu pantai melawa tetap lah sebuah tempat yang menjanjikan untuk melepas penat atau sebagai tempat melangsungkan acara tertentu yang ingin di temani dengan deburan ombak di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai ke pantai melawa, seperti hal nya berpergian ke Belakang Padang kita harus menaiki pancung atau pompong begitu kami menyebutnya , seharga Rp. 9.000,- / orang atau bisa menyewa seharga Rp. 250.000,- untuk satu pompong pulang pergi . Dari Batam tepatnya dari pelabuhan sekupang kita hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk menyebrangi laut yang meski tidak begitu luas tapi cukup memberikan kesan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i40.tinypic.com/umxzr.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain di sediakan ruangan baik yang terbuka maupun yang tertutup , bagi yang muslim dan akan mengadakan aktivitas di pantai Melawa seharian tidak perlu khawatir karena tidak jauh dari pantai terdapat Mushola dan perumahan penduduk &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-1011540934540610469?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/1011540934540610469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/pantai-melawa-di-belakang-padang-batam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1011540934540610469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/1011540934540610469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/pantai-melawa-di-belakang-padang-batam.html' title='Pantai Melawa di Belakang Padang, Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i41.tinypic.com/b6xaue_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7521071867105082426</id><published>2009-04-16T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T22:48:08.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Membangun Generasi Rabbani di Batam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tidak ingin anaknya berakhlak mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan ada yang mengangkat tangan ketika anda menanyakan ini pada audiens di manapun anda berada, bahkan seorang penjahatpun tidak akan pernah menginginkan anaknya menjadi penjahat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus kehidupan akan terus berputar, jika sekarang kita masih muda tentu nanti kita pasti akan menjadi tua, siapa lagi yang akan menjadi muda seperti kita kalau bukan anak-anak kita atau mungkin adik-adik kita, banyak hal yang bisa di lakukan oleh anak muda, berkreasi , penuh ide-ide cemerlang, dan satu contohnya , bukankah &lt;a href="http://lombablog.batamblogger.com/"&gt;Lomba blog&lt;/a&gt; ini juga termasuk kreasi anak muda?  Tentu jika kita membanyangkan akan banyak hal yang akan di ciptakan oleh anak-anak sekarang yang kelak akan jadi dewasa, dan tentu juga harapan terbesar kita adalah mereka berkreasi membangun peradaban yang kokoh, dan bukan menghancurkan peradaban yang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang mudah untuk membangun generasi Rabbani di tengah usia bumi yang semakin lama juga semakin menua, namun tekad bulat, kerja keras dan konsistensi dalam menciptakan generasi-generasi berakhlak mulia InsyaAllah tidak akan meninggalkan bekas yang sia-sia. bukankah Allah selalu memberikan yang terbaik kepada hamba-hamba Nya? dan selalu ada hasil di akhir usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah satu pesantren di Batam yang saya tau yaitu berlokasi di dekat Rumah susun Sekupang yaitu Qur'an Centre tempat di tempa nya generasi-generasi yang berakhlak berdasarkan Al Qur'an dan As Sunah dan juga untuk menciptakan para Hufadz dan Hufadza, juga di Tanjung Riau sebagai lokasi berdirinya Panti Asuhan yang sangat sederhana yaitu At Tamadun, meski sederhana tapi di sanalah tempat anak-anak yatim piatu dan para duafa belajar.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan satu tempat yang saya ingat adalah Masjid MIftahul Jannah berlokasi di perumahan Klasik Batu Aji, yaitu seperti halnya tempat belajar yang lain di sana juga merupakan lokasi di bangunnya generasi Rabbani , generasi yang mengeja tiap huruf Al Quran dan memaknainya, generasi yang bersama-sama melantunkan ayat-ayat Allah ketika duha di har libur sekolah formal mereka. Hal yang tidak jauh berbeda juga di laksanakan di Masjid Nurul Ikhsan yang berlokasi di Perumahan Puri Brata Indah Batu Aji, tentu hal yang sama juga di laksanakan di Mushola Subulussalam yang sangat sederhana dan InsyaAllah banyak lag tempat-tempat yang sudah menyiapkan generasi-generasi yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i44.tinypic.com/eq9fl3.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi sungguh sangat berterimakasih kepada pemerintah Kepri yang memperhatikan kesejahteraan para ustadz dan ustadza di Pulau Batam, karena tanpa perhatian itu tentu akan sangat sulit melihat Batam menjadi Bandar dunia madani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah generasi Rabbani itu? yaitu Mereka yang benar-benar menyintai Allah, bukan hanya sekedar di mulut, tapi mereka juga  mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, mereka betul-betul hanya mengikuti peraturan dari Allah, bukan aturan taghut (syaiton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andakah generasi  Rabbani itu atau andakah yang akan ikut serta membangun generasi Rabbani di Batam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.&lt;/span&gt; (QS Al Ahqaaf : 32)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7521071867105082426?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7521071867105082426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/membangun-generasi-rabbani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7521071867105082426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7521071867105082426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/membangun-generasi-rabbani.html' title='Membangun Generasi Rabbani di Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i44.tinypic.com/eq9fl3_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2913280287979331202</id><published>2009-04-14T22:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T22:46:48.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Batu Aji Sudut Kota Batam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa bukan Nagoya, Batu Ampar, atau Batam Center yang menjadi pilihan untuk ku ceritakan kali ini? jika edisi sebelumnya aku banyak bercerita tentang keasrian daerah Sekupang, maka Batu Aji menjadi tempat favoritku kali ini. Bukan karena Batu Aji lebih baik dari daerah lainnya tapi karena memang setiap tempat di kota Batam pasti mempunyai hal yang menarik bagi pengunjungnya, anda tidak percaya? buktikan saja sendiri ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tau berapa pastinya luas daerah Batu Aji (maaf bukan ahli geografi nich :p ), sejak tahun 2006 aku sudah menetap di Batu Aji, ada alasan kenapa aku mencintai daerah Batu Aji, karena kampus kami berada di sana juga karena sebuah analisa bersama bahwa beberapa tahun mendatang Batu Aji akan menjadi pusatnya kota Batam, ini impian orang Batu Aji tentunya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa sich di Batu Aji?&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu daerah Batu AJi masih berupa hutan, tak ada yang berminat untuk mengunjunginya karena terkenal rawan, sekarang siapa yang tak mengenal Batu Aji? Dua Universitas berdiri berdekatan  sana,  yaitu UNRIKA (UNiversitas Riau Kepulauan) dan Kampus Putera Batam, bisa jadi dua Universitas ini adalah ujung tombak yang akan membuat Batu Aji menjadi sangat eklusif di Batam. Dua Pusat perbelanjaan juga sudah berdiri di sana yaitu Sagulung Mall dan Pasar Aviari.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sagulung Mall&lt;br /&gt;Mall ini baru berdiri beberapa tahun belakangan,  Mall yang di lengkapi dengan fasilitas pasar di lantai satu ini menjadi tempat belanja favorit kami. dari sayur -mayur hingga perlengkapan lainya yang di jual di lanti dua dan tiga,. meski belum begitu lengkap, tapi Sagulung Mall telah merebut perhatian masyarakat Batu Aji khususnya, ya setidaknya karena mereka tidak harus berpegian jauh untuk memenuhi kebutuhan primer hingga tersier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aviari Plaza &amp;amp; Pasar Aviari&lt;br /&gt;Tempat ini fungsinya hampir sama dengan Sagulung Mall, namun lokasinya lebih strategis, jaraknya juga tidak jauh di dua Universitas yang berdiri di Batu Aji,masih di lokasi yang sama juga tersedia tempat penginapan yang relatif murah selain itu juga tersedia rumah makan yang mempunyai rasa yang tak perlu di ragukan. Oh ya tempat ini juga berdekatan dengan MItra Mall yang memberikan pelayanan yang sama dengan Aviari Plaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... jangan ragu untuk memilih daerah Batu Aji sebagai tujuan wisata anda jika ke Batam, karena daerah Batu Aji juga tidak jauh dengan hutan mata kucing dan pantai Marina yang pastinya akan saya ceritakan di edisi mendatang ;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2913280287979331202?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2913280287979331202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/batu-aji-sudut-kota-batam.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2913280287979331202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2913280287979331202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/batu-aji-sudut-kota-batam.html' title='Batu Aji Sudut Kota Batam'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-9199353052524889270</id><published>2009-04-12T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T22:48:05.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Blog'/><title type='text'>Batam is a Wonderful City</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota pertama yang membuatku betah berada di sana hingga bertahun-tahun setelah kampung halamanku adalah kota Batam. Anda tau kenapa? jika anda mengenal kota Batam, maka anda hanya akan berkomentar "wajar saja, Batam gitu loh!! "  :D itu sich bahasa gaulnya, atau kalo dalam bahasa kalemnya "Subhanallah, Batam memang begitu ;) "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, dulu bayanganku hanya lah kota yang sama dengan kota lain nya , tempat orang-orang kota ambisius yang mementingkan diri sendiri, dan ternyata? 180 derajat berbeda dari dugaan sementara itu. :).&lt;br /&gt;Saat menentukan jalur mana yang hendak ku pilih, ternyata Allah telah lebih dulu menggariskan langkahku di Batam, keinginan untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi masa depanku, membuatku pantang menyerah dari tidak meneruskan study setelah lulus SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tau Sekupang? daerah ini berada di sudut kota Batam, daerah pertama tempat aku menjejak kan langkah di kota ini. kesan pertama adalah indah, asri dan sejuk,  bagaimana tidak? Barisan pohon -pohon besar yang memayungi jalan khusus daerah sekupang ini akan menciptakan suasana tersendiri, apalagi untuk jiwa pecinta lingkungan, tak berlebihan jika anda harus mengucapkan kalimat "subhanallah" berkali-kali :)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku memberi kesan Batam is a wonderful city? tentu aku punya banyak alasan yang aku ceritakan pada anda&lt;br /&gt;Pertama , kota Batam mendidikku menjadi seorang yang mandiri, mulai dari pemenuhan kebutuhan hidup keseharian sampai kuliah.&lt;br /&gt;Kedua , kota Batam mempertemukan ku dengan orang-orang yang teramat sangat luar biasa, Orang yang mencintai Allah dengan kecintaan &amp;amp; kepedulian pada sesama , lembaga DSNI amanah misalnya, juga lembaga amil zakat Ulil Albab.&lt;br /&gt;Ketiga , kota Batam adalah kota yang punya pemandangan yang sangat indah, masih di daerah sekupang anda bisa mengunjungi KTM resort untuk bisa menikmati hidangan dengan di temani deburan ombak, atau  anda bisa menyewa tempat di sana untuk bermalam barang beberapa hari , untuk berenang di pantai bebas, anda bisa mengunjungi pantai Tanjung Pinggir baik yang ujung maupun yang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa bukan? ya dunk... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam is a wonderful city, yup bener banget... untuk orang-orang menyukai tantangan hidup, untuk orang-orang yang punya jiwa mandiri, untuk orang-orang yang suka berpetualang, suka rekreasi, berakhlak mulia dan peduli sesama serta cinta akan  Bhineka Tunggal Ika , Batam adalah tempat yang sangat cocok, anda tau? Batam adalah kota yang terdiri dari berbagai suku, dari Sabang hingga Merauke, meski tak pernah meninggalkan budaya aslinya yaitu budaya Melayu, tapi kami tetap punya satu tujuan yaitu hidup damai dalam persatuan dan cinta akan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So.. Do you believe that Batam is a wonderful city ? ;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-9199353052524889270?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/9199353052524889270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/batam-is-wonderful-city.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/9199353052524889270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/9199353052524889270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/batam-is-wonderful-city.html' title='Batam is a Wonderful City'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-895294951445068733</id><published>2009-04-05T23:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T23:02:17.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Dengarlah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;by Tini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah&lt;br /&gt;Bacalah&lt;br /&gt;Aku ingin bercerita padamu&lt;br /&gt;Dengan ungkapan dari lidah yang kelu&lt;br /&gt;Dengan tulisan dari jemari yang kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang luka di lubuk terdalam&lt;br /&gt;Kisah tentang cinta yang tercabik  kata dusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih bersembunyi di balik senyum&lt;br /&gt;di balik ketegaran hamba Allah&lt;br /&gt;Yang malu jika menangis&lt;br /&gt;Hanya karena hal remeh temeh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman luruh bersama cucuran air mata&lt;br /&gt;Terlalu indah semua&lt;br /&gt;Terlalu indah bayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegarkan aku&lt;br /&gt;Kuatkan aku&lt;br /&gt;Allahuakbar!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi ku adalah syahid&lt;br /&gt;Misiku adalah mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah&lt;br /&gt;Bacalah&lt;br /&gt;Aku ingin bercerita padamu&lt;br /&gt;Dengan ungkapan dari lidah yang kelu&lt;br /&gt;Dengan tulisan dari jemari yang kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus syahid&lt;br /&gt;dan aku harus mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah, Allahuakbar!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-895294951445068733?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/895294951445068733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/dengarlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/895294951445068733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/895294951445068733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/04/dengarlah.html' title='Dengarlah'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2703334596974002665</id><published>2009-03-27T02:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T02:14:40.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>PKS (Pastinya Kueren Sekali)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wah , ada bau-baunya Kampanye nich... ;)&lt;br /&gt;Ya dunk, ga da salahnya khan ikut mengkampanyekan PKS , meski saya cuman simpatisan saja. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh 26.03.09 ada sms masuk, dari temen kampus yang saya kagumi ke istiqomahannya, kecerdasannya, kesahajaannya , kemandiriannya "subhanallah, masih banyak lagi nech" , sms memberitahukan ada kampanye terbuka hari itu di Stadion Tumenggung Abdul Jamal. Pengumuman ini sudah saya ketahui sebelumnya dari teman kantor yang simpatisan PKS juga siapa sich dia? nech dia &lt;a href="http://kafemis.blogspot.com"&gt;blog&lt;/a&gt; nya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya nyoba sms temen satu liqo ,&lt;br /&gt;"neng , ke tumenggung yuk, liat-liat aja" aku masih agak sungkan ngajak kampanye secara langsung&lt;br /&gt;"boleh"  jawabnya&lt;br /&gt;"berangkat jam berapa? dapat sms nya mbak erna khan?"&lt;br /&gt;"iya , dapet"&lt;br /&gt;Dan akhirnya kami janjian untuk ketemu di Halte Simpang Dam Muka kuning, padahal bisa aja dari Batu Aji langsung ke tkp, tapi dasranya ga ngeh kalo di sediain transport ya berangkat sendiri dech.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah di simpang dam, ketemu dengan para akhwat yang subhanallah ramahnya, saya merasakan nuansa persaudaraan yang begitu tersimpul kuat di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, aku tidak berlebihan&lt;br /&gt;Kini aku tau kenapa begitu tinggi loyalitas para kader PKS&lt;br /&gt;Kini aku mengerti iman dan keindahan Islam tak khan bisa di beli dengan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa Pojok Kanan Atas No 8 Yak !!! :D&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2703334596974002665?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2703334596974002665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/pks-pastinya-kueren-sekali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2703334596974002665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2703334596974002665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/pks-pastinya-kueren-sekali.html' title='PKS (Pastinya Kueren Sekali)'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2411973800189105951</id><published>2009-03-15T22:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T22:22:00.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Sahabatku, Maafkan aku</title><content type='html'>Untuk sahabat ku yang teramat setia :L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Maafkan aku&lt;br /&gt;Jika ketika aku bicara padamu&lt;br /&gt;Kau kesan mengguruimu&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi sahabatmu&lt;br /&gt;Yang tidak hanya memujimu&lt;br /&gt;Tapi juga meluruskan langkahmu&lt;br /&gt;Jika kulihat engkau sedikit berbelok dari langkah sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku&lt;br /&gt;Jika aku ungkapkan ini padamu&lt;br /&gt;Kau kesan &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;masuk hak asasimu&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menyampaikan&lt;br /&gt;Bahwa yang haq tetap haq&lt;br /&gt;Yang bathil tak khan sanggup menutup yang haq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku&lt;br /&gt;Jika cara menyayangimu&lt;br /&gt;Kau kesan salah dan berlebihan&lt;br /&gt;Aku hanya ingin engkau tau&lt;br /&gt;Bahwa aku mencintaimu&lt;br /&gt;tidak hanya di dunia&lt;br /&gt;Tapi juga ingin berkumpul denganmu di syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya,&lt;br /&gt;Jika aku&lt;br /&gt;engkau&lt;br /&gt;Keluargaku&lt;br /&gt;Keluargamu&lt;br /&gt;Berkumpul di syurga, dalam indahnya kasih Sayang Nya.... :y&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, ini kali kesekian kami  bersi tegang tentang ini, kalo dulu aku sering ngambek gara-gara dia sering tidak menepati janjinya, tapi kali ini aku marah karena prinsip yang sudah bulat-bulat ia pertahankan. :(&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang salah menurutku, dan aku yakin itu salah, aku punya dalil yang pernah aku baca , dan jika ia mau mempertanyakannya pada yang lainya pasti ia akan menerima pendapatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf aku malas memperbincangkan tentang ini" ujarnya&lt;br /&gt;aku merenung sejenak, kata-katanya membuatku sedih&lt;br /&gt;"maaf" jawabku&lt;br /&gt;"aku off aja" pamitku dari dunia maya tempat kami sering ngobrol banyak hal&lt;br /&gt;"jika seorang sahabat tidak mau mendengarkan sahabatnya lagi" lanjutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa aku merasakan guratan luka di hatiku, bukan karena ia menyakitiku tapi karena ia tak mau mendengarkanku, sedikiiiit saja.&lt;br /&gt;aku bingung, aku bimbang apa yang hendak aku katakan padanya lagi, haruskah aku membiarkanya , haruskah aku tidak perduli dengan keputusannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin engkau membaca tulisan ini sahabatku, percayalah.. aku katakan ini karena aku teramat sangat menyayangimu,&lt;br /&gt;pahamlah, jika seandainya engkau ada di posisiku. apa yang akan kau katakan pada sahabatmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafin aku yach :L&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2411973800189105951?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2411973800189105951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/untuk-sahabat-ku-yang-teramat-setia-l.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2411973800189105951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2411973800189105951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/untuk-sahabat-ku-yang-teramat-setia-l.html' title='Sahabatku, Maafkan aku'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4121169943278697105</id><published>2009-03-11T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T22:41:18.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Apa Kabar Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by. Tiny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa Kabar Cinta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bertanya pada langit senja&lt;br /&gt;Yang berwajah merah jingga&lt;br /&gt;Dengan rona romantisme masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kabar cinta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;senyumanmu jawaban tanpa kata&lt;br /&gt;kesabaranmu indah tanpa suara&lt;br /&gt;terbitkan rindu&lt;br /&gt;rinduku padamu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hatiku tau&lt;br /&gt;Engkau tak suka sekedar berbahasa&lt;br /&gt;Jiwaku mengerti&lt;br /&gt;Getaran-getaran rasa&lt;br /&gt;Meski tak terungkap tetap bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah.. Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang rasa menahan perih&lt;br /&gt;ketika tak jua mendengar ceritamu&lt;br /&gt;Meski lirih&lt;br /&gt;Namun tak lama cinta&lt;br /&gt;Resah Tlah punah&lt;br /&gt;Seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kabar cinta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kutanam kesabaran di jiwa dan raga&lt;br /&gt;Dirimu tak tergantikan oleh sesiapa&lt;br /&gt;Meski bisikan - bisikan itu kerap menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akulah jiwa&lt;br /&gt;Yang mencintaimu&lt;br /&gt;Yang merasamu&lt;br /&gt;Yang merindumu&lt;br /&gt;Yang ingin merengkuhmu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4121169943278697105?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4121169943278697105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/apa-kabar-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4121169943278697105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4121169943278697105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/apa-kabar-cinta.html' title='Apa Kabar Cinta'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-3375151208217722101</id><published>2009-03-06T22:06:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T22:43:08.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Rindu Keshalihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrohmannirahim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum ikhwah fillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana kabar imanmu hari ini? semoga baik :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir-akhir ini penulis merenungi tentang Izzah (harga diri), entahlah... mungkin karena kata ini begitu berharga bagi seorang akhwat "Jaga Izzahmu duhai ukhti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya .. aku seorang ukhti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sangat menyenangkan di panggil ukhti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku merindukan berkumpul dengan para ukhti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang bisa menjadi sahabatku dunia wal akhirah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di dunia berkumpul dalam kebaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hingga mati berkumpul di jannah Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tulisan ini aku beri judul "Rindu Keshalihan" ? :)&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ya, sebenarnya aku rindu merasakan betapa rindunya dekat dengan ALlah, dan aku pasti bisa mencapainya bila berkumpul dengan orang-orang yang shalih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini khan resepnya tombo ati seperti yang sering di senandungkan oleh Opick?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tombo ati iku limo perkarane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaping pisan moco Qur’an lan maknane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaping pindo sholat wengi lakonono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaping telu wong kang sholeh kumpulono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaping papat kudu weteng ingkang luwe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salah sawijine sopo bisa ngelakoni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mugi-mugi gusti Allah nyembadani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Obat hati ada lima perkaranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang pertama baca Quran dan maknanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang kedua sholat malam dirikanlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang keempat perbanyaklah berpuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang kelima dzikir malam perbanyaklah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salah satunya siapa bisa menjalani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Moga-moga Gusti Allah mencukupi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik ku juga rindu sahabat sejatinya, rindu orang yang mengingatkanya untuk segera menyelesaikan hafalan AL Qur'an nya, yang mengingatkan untuk sholat subuh berjamaah di masjid, semoga engkau segera menemukan nya adik ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok back to topic :d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keshalihan saja tidak cukup , kecerdasan intelektual juga sangat penting, kadang-kadang ada akhwat yang tidak peduli dengan urusan yang satu ini, padahal pemakaian otak untuk berpikir rasional dan tidak terus menerus menurutkan rasa adalah senjata yang luar biasa untuk melindungi diri , membuat ia berkharakter, sebagai wanita yang kuat dan sangat luar biasa, InsyaAllah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca dech lirik lagunya Siti Nurhaliza ini, keren khan? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita punya hati nurani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang tak dapat dibohongi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pabila cinta telah membutakan mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan membuat tuli telinga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika aku menyinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika engkau ternyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pilihan hati belahan jiwa ku ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cintaku ini anugerah terindah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari yang maha kuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cintaku padamu tak pernah berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meskipun kita berbeza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika aku menyinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika engkau ternyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pilihan hati belahan jiwa ku ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku kaum hawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang memang rapuh hatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku punya cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selayaknya manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika aku menyinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika engkau ternyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pilihan hati belahan jiwa ku ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku kaum hawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang memang rapuh hatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku punya cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selayaknya manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika aku menyinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika engkau ternyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pilihan hati belahan jiwa ku ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku wanita.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang hanya perlu kau fahami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku kaum hawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang memang rapuh hatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku punya cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selayaknya manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku kaum hawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang memang rapuh hatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku wanita aku punya cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selayaknya manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika aku menyinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah salah jika engkau ternyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pilihan hati belahan jiwa ku ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wanita....ooo...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku wanita.... haaaa....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wanita....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi seneng dengerin lagu ini, apa hubunganya dengan keshalihan? kayaknya ga ada dech :p , udah ya orang cuman lagi pengen nulis yang "aya -aya wae aja kok :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warrahmatullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep Ukhuwah dan Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tini :)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-3375151208217722101?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/3375151208217722101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/rindu-keshalihan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3375151208217722101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/3375151208217722101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/rindu-keshalihan.html' title='Rindu Keshalihan'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5238755020952548046</id><published>2009-03-03T21:34:00.000-08:00</published><updated>2009-10-16T04:39:46.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Mawar Kesukaannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangan bunga mawar itu terpantul di cermin, Nuha memandangnya takjub, ia baru membuka matanya ketika mendapati bunga itu ada di sampingnya , ia memang menyukai bunga mawar sejak dulu. segera ia buka kartu pengantar yang terselip di dalam ikatan tiga tangkai mawar yang di pegangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk bidadari bersayap putih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku melihat senyumanmu sekarang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku mendengar engkau mengucap “subhanallah” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keindahan ciptaan Nya memang tak sebanding dengan apapun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga lekas sembuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Iqbal*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Raut wajah Nuha berubah muram, ia lepaskan bunga hingga jatuh ke lantai di sisi sebelah kanannya, sekelebat bayangan ikhwan atas nama Iqbal membuat kelopak matanya terasa panas menahan air mata,&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak usah memperdulikanku lagi”&lt;br /&gt;“kenapa?”&lt;br /&gt;“aku tidak perlu memberi tau alasannya padamu”&lt;br /&gt;“tapi, kenapa?”&lt;br /&gt;“jangan memaksaku”&lt;br /&gt;Nuha berjalan meninggalkan Iqbal yang tampak menahan emosi, namun belum jauh berjalan, Nuha limbung dan sontak membuat Iqbal berlari mendapatinya.&lt;br /&gt;“anda siapanya pasien”&lt;br /&gt;“saya temannya dok”&lt;br /&gt;“di mana keluarganya?”&lt;br /&gt;“dalam perjalanan, Nuha sakit apa dok”&lt;br /&gt;“tidak apa, hanya kurang istirahat”&lt;br /&gt;“tapi ada darah yang mengalir di hidungnya”&lt;br /&gt;“hanya mimisan biasa, ini resepnya”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan masih berpendar di sepertiga malam, sinarnya merasuk melalui celah-celah dinding rumah , angin berhembus cukup kencang, Nuha merapatkan jaketnya ketika ia menuju kamar mandi. Menikmati basuhan air wudlu yang sedingin es.&lt;br /&gt;“aku tau engkau sedang bermunajat di hadapan Nya, do’akan aku ya ukhti, karena Rosulullah bersabda "Do'a seorang muslim bagi saudaranya yang jauh adalah dipenuhi.Disisi kepalanya ada seorang malaikat yang diwakilkan.Setiap kali dia mendoakan suatu kebaikan bagi saudaranya,maka malaikat yang diwakilkan itu menjawab:"Amiin", dan bagimu seperti itu pula." (Ibnu Majah dan Ahmad).”&lt;br /&gt;Nuha mengangkat kedua belah tanganya,&lt;br /&gt;“Ya Rabbana, karuniakanlah kepadanya istri yang sholehah di mana janjimu kepada hamba-hamba Mu yang sholeh, Tuhanku Yang Maha membolak-balikan hati, cabutlah harapannya untuk menikahi hamba, biarlah cinta itu menjadi masa lalu kami, amin”&lt;br /&gt;Guliran air bening mengalir di pipi Nuha yang memerah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa? Membatalkan rencana kita?” Nuha mengangguk dalam&lt;br /&gt;“tapi kenapa, beri aku satu alasan yang tepat”&lt;br /&gt;“aku tidak mencintaimu lagi, dan aku tidak mau membohongi dirimu”&lt;br /&gt;Iqbal terpana, bagaimana mungkin? Jawaban yang begitu menyakitkan itu keluar dari bibir wanita yang selama ini sebanding dengan bidadari impiannya.&lt;br /&gt;“tapi…”&lt;br /&gt;“jika aku tidak mencintaimu lagi, apa kamu masih berniat memaksaku?” potong Nuha “kita masih bisa menjadi bersahabat, bukankah dari dulu kita bersahabat” suara itu tertahan.&lt;br /&gt;Iqbal terdiam, kembali menjadi sahabat bukanlah hal yang mudah, apalagi jika keyakinan dan cintanya telah tertambat dalam kepada gadis di hadapanya ini.&lt;br /&gt;“aku tidak mengerti Nuha, ini bukan dirimu, kamu tau dalamnya luka yang tengah kau goreskan di hati ini”&lt;br /&gt;“maaf Iqbal, aku tidak berminat membahasnya, aku lelah, izinkan aku pergi dari tempat ini sekarang, wassalamu’alaykum”&lt;br /&gt;Langkah Nuha panjang, meninggalkan Iqbal termangu dalam ketidak percayaanya bahkan sekedar menyampaikan kewajiban membalas salam saja ia tak mampu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta itu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengalir di seluruh peredaran darahku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa aku buta oleh cinta? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta yang berlebihan kepada indahnya ciptaan Nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta itu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di teteskan oleh Nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh belas kasih Nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu di tempat yang mana aku harus menyalahkan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukankah detak jantung ini telah memanggil namanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Undangan walimatul ursy Iqbal dan mempelainya tersampir di tangan Nuha, ia menggenggamnya erat, dengan senyuman tulus meski di bibir yang sepucat pasi.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum”&lt;br /&gt;“Wa’alaykumussalam suster,” Nuha menyambut perawat rumah sakit tempat ia menjalani pengobatan atas penyakit leukemia yang ia derita dengan senyuman manis.&lt;br /&gt;“apa kau berniat datang ke pesta sahabatmu itu?”&lt;br /&gt;Nuha menggeleng “hanya akan menyusahkan banyak orang, do’a di sini InsyaAllah lebih dari cukup”&lt;br /&gt;“aku tidak pernah melihatnya datang menjengukmu”&lt;br /&gt;“ia tidak tau”&lt;br /&gt;“kenapa?”&lt;br /&gt;“tidak apa, hanya tidak ingin mengganggu kesibukanya”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah berjanji memberinya bunga mawar setiap minggu, ia sangat menyukainya” Iqbal menatap gundukan merah tempat Nuha bersemayam dengan tetesan pilu.&lt;br /&gt;“ia akan lebih senang jika mawar-mawar itu menjadi sebuah do’a yang berbunga dan kau sampaikan pada Nya selepas sholatmu” perempuan berjilbab putih menyentuh bahu suaminya.&lt;br /&gt;“sekian lama aku menganggapnya penjahat” Iqbal makin menyembunyikan isakan tangisnya.&lt;br /&gt;“dia memaafkanmu, bukankah dia seorang bidadari? Dan bukan salahmu menganggapnya penjahat, ini hanya kesalah pahaman yang jauh dari jangkauanmu untuk engkau pecahkan, di telah sampai di muaranya, di mana semua orang akan mencapainya, bersabarlah karena kita akan menemuinya dan melihatnya bahagia , InsyaAllah” Iqbal diam, ia takjub terhadap kalimat –kalimat yang meluncur dari bibir wanita yang baru seminggu lalu ia nikahi.&lt;br /&gt;Langkah mereka meninggalkan pusara Nuha&lt;br /&gt;“bolehkan aku memberinya bunga mawar sepanjang aku mampu?” Iqbal sedikit menyesali pertanyaan bodoh yang ia lontarkan pada belahan jiwanya.&lt;br /&gt;Senyuman mengembang “tentu saja” jawabnya riang sambil mengapit lengan suaminya.&lt;br /&gt;“engkau tidak cemburu?”&lt;br /&gt;Terdengar tawa kecil “ tentu saja, taukan engkau di antara istri-istri yang lain Aisyah ra sangat cemburu terhadap Khodizah yang telah meninggal sangat lama lebih besar? ”&lt;br /&gt;“maafkan aku”&lt;br /&gt;“kebahagiaanku ini ku dapat , karena Nuha meninggalkanmu kala itu, aku tau ketulusan hatimu suamiku, mungkin saja bukan? engkau menikahi Nuha meski engkau tau dia sakit, dia wanita yang istimewa, dan aku telah belajar darinya meski belum pernah menemuinya, mawar itu bukan hanya ia sukai, tapi telah ia hidupkan di hatinya, aku mencium harumnya mawar itu”&lt;br /&gt;Iqbal tersenyum memandang wajah istrinya, langkah mereka makin jauh, dan akhirnya menghilang ditelan hiruk pikuknya kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nuha yang teristimewa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namamu masih hidup di antara genangan cinta di hatiku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan mawar kesukaanmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 2 Maret 2009&lt;br /&gt;“Penulis menulis tanpa arah”&lt;br /&gt;Tiny&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5238755020952548046?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5238755020952548046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/mawar-kesukaannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5238755020952548046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5238755020952548046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/03/mawar-kesukaannya.html' title='Mawar Kesukaannya'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5200304214398220938</id><published>2009-02-27T23:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T23:24:13.885-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Ranting patah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Benarkah jalan ini tlah mati&lt;br /&gt;tertutup awan sendu&lt;br /&gt;tertutup oleh kerasnya dinding batu&lt;br /&gt;sedangkan aku tlah jadi ranting patah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tlah jadi ranting patah&lt;br /&gt;membusuk di tanah yang basah&lt;br /&gt;oleh air mata&lt;br /&gt;mengalir tak berkesudahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bisa jadi berarti&lt;br /&gt;ketika akhirnya tumbuh rumput liar&lt;br /&gt;tapi aku masih jadi ranting patah&lt;br /&gt;terinjak oleh kaki-kaki yang tak peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh pipiku basah&lt;br /&gt;hatiku resah&lt;br /&gt;kuadukan ini pada Sang Pemilik Jiwa&lt;br /&gt;jemput aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5200304214398220938?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5200304214398220938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/02/ranting-patah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5200304214398220938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5200304214398220938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/02/ranting-patah.html' title='Ranting patah'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4713307396741195044</id><published>2009-02-24T04:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T04:31:08.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Rapuh</title><content type='html'>Terduduk di atas sajadah, sholat wajib baru saja terlaksana, aku mendongak kan wajahku ke atas, menikmati sapaan angin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menahan sesaknya hatiku, aku cukup mengerti kenapa aku masih saja begitu terlena dengan hayalan itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai menggenang buliran-buliran hangat di kelopak mataku , kemudian ia menetes...&lt;br /&gt;kekecewaan yang mendalam, aku berusaha membagi dengan Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sadari berkali-kali aku alpha dan membuatnya semburu dengan kecintaanku pada isi dunia yang fana ini, tapi sungguh aku ingin merasakan nikmatnya hidayah itu Allahurrabbi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku yang rapuh dan berusaha tegar :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4713307396741195044?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4713307396741195044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/02/rapuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4713307396741195044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4713307396741195044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/02/rapuh.html' title='Rapuh'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6789289956708808596</id><published>2009-02-23T04:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T04:37:33.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Rihlah BKM-UNRIKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Matahari bersinar cukup terik pagi ini, Minggu, 22 February 2009 di pintu gerbang kampus tercinta UNRIKA (Universitas Riau Kepulauan) kami berkumpul, beberapa panitia sibuk mempersiapkan tugas masing-masing, setelah absen dan di pastikan semua peserta yang mendaftar plus ustadznya hadir, maka keberangkatan menuju pantai tempat kami mengadakan RIHLAH  di segerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 7.30 AM bus  membawa kami menuju pelabuhan Sekupang. Beberapa ikhwan memakai kendaraan pribadi  (motor yang pasti bukan mobil :D), dan untuk sampai ke pantai Melawa, kami harus menyeberang laut luas  (seluas angkasa, sedalam samudra , halah qeqeqeqe)  dengan di bantu kendaraan air speed boad atau lebih di kenal dengan sebuat pompong akhirnya kami sampai juga di pantai yang di maksud , sepanjang perjalanan akan tampak air biru yangterhampar cukup luas  di payungi langit  dengan mentari nya yang terhalang oleh mendung samar , Subhanallah teringat oleh sebuah firman Allah dalam surat  Luqman ayat  31 : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku pribadi sedikit kecewa karena  ternyata kami tidak mengadakan rihlah di alam terbuka di bawah pohon kelapa dan pohon-pohon lainya di temani debur ombak dan hembusan angin laut , tapi akhirnya aku mengikuti langkah mereka juga  melewati sebuah rumah kayu yang  jika di lihat dari arsitekturnya memang sengaja untuk mengadakan acara-acara sejenis, dan akhirnya sampailah kami di ruangan terbuka meski di payungi atap rumah tetapi tetap bisa menikmati hembusan angin segar juga pemandangan air laut yang terhampar luas , subhanallah… (ga jadi kecewa :D )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya acara di mulai, di pandu oleh Aa (maaf ga tau and ga care siapa namanya) dan acara di buka dengan pembacaan kalam Allah, oleh akhi … (lupa juga) dan saritilawah oleh ukhti Nay. Pembacaaan Alqur’an membawa kami pada kebesaran Nya, pada cinta dan nikmat Nya yang tak pernah habis di berikan kepada kami, merdu, sungguh sangat membuat hati rindu akan keberadaan Nya.  Sebelum  acara inti yaitu tausiah yang akan di sampaikan oleh ustadz Nanang, sang ketua panitia  memberikan sambutan nya (thanks ya pak/ mas, acaranya sukses) juga sambutan dari bapak Sarwani (thanks om es krimnya , maaf aku dan ika nambah lho :D ), kedua orang ini adalah sosok yang cukup berjasa demi terlaksananya RIHLAH ke pantai Melawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah yang paling seru adalah tausyah yang di sampaikan ust. Nanang, membuat audiens hidup memberikan stimulasi-stimulasi otak untuk berpikir kritis yang luar biasa tentang keterikatan ukhuwah sesama muslim, memberi motivasi  di selingi dengan game, dialog interaktif dan juga  guyonan-guyonan , sulit tergambarkan dengan kata-kata  dan ini sempat di sampaikan oleh sahabatku Ika ketika ku tanya “ apa yang kamu dapat hari ini,”  “sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, kamu?” “yang jelas aku tidak menangis karena seseorang hari ini” (maaf kalimatnya sedikit di edit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa point penting yang kebetulan saya catat dengan apa yang di sampaikan sang ustadz, dan ini juga di tanyakan oleh panitia kepada para ikhwan di sesi tanya jawab, dalam mencapai tujuan apa saja sich langkahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Benar langkahnya, jadi apapun yang kita lakukan harus dalam langkah-langkah yang benar, yang sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan AsSunah&lt;br /&gt;2.Benar tujuanya , segala sesuatu yang kita kerjakan haruslah dengan tujuan karena Allah, untuk Allah.&lt;br /&gt;3.Dalam melaksanakan segala sesuatu haruslah hanya kepada Allah, Iyya kana’ budu waiyya kanasta’in&lt;br /&gt;4.Jalan yang kita tempuh adalah sabar, sholat, ilmu dan syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kira-kira isi dari tausyiah beliau, kalau ada yang ingin menambahkan, silahkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi tanya jawab Huda yang berhasil menjawabnya (Huda jurusan apa yach , lupa nanya), Huda agak sedikit kecewa mendapati doorprize yang di berikan ke akhwat lebih besar ketimbang ke ikhwan  (mau tukeran ga, tapi system tukar tambah yach :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tausyiah berakhir beberapa menit sebelum sholat dzuhur yang di laksanakan si Mushola Al muthaqin kalo ga salah, Mushola yang sangat sejuk dan juga dengan penjaga yang luar biasa ramah. Kami sempat bertegur sapa ketika beliau sedang membersihkan mushola jelang sholat Ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian acara bergulir dari makan siang, games, dan acara bebas (dalam artian mau jalan-jalan kepantai, menikmati pemandangan dan lain sebagainya) hingga Sholat Ashar dan pulang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kembali menikmati kebersamaan , di karenakan air laut mulai surut kami harus berjalan mengelilingi pulau “belakang padang” hingga sampai ke pelabuhan, lumayan memberi keringat dan kaki pegal-pegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach apapun itu, perjalanan seharian di pantai Melawa hingga kampus kembali sangat berharga , untuk ukhti-ukhti , Nay, fep, tina, Ika (ada dua Ika) , Layla dan ukhti-ukhti lainnya (maaf belum sempat kenalan nich) , dan untuk para ikhwan  Handoko, Huda, Mahebat, Aa dan semuanya ( ga kenal semua juga ) semoga dengan persaudaraan karena Allah ini mengumpulkan kita di jannah Nya , amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep Istiqomah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berceraiberai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.&lt;/span&gt;  (Al Imran 103)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BKM &lt;/span&gt;: Badan Kemunazilan Mushola&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UNRIKA &lt;/span&gt;: Universitas Riau Kepulauan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rihlah&lt;/span&gt; : jalan-jalan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;NB&lt;/span&gt; : syukran yang dah nyumbangin buku "romantika kawin muda" , aku yang dapat lho :D &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6789289956708808596?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6789289956708808596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/02/rihlah-bkm-unrika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6789289956708808596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6789289956708808596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/02/rihlah-bkm-unrika.html' title='Rihlah BKM-UNRIKA'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-6323861192741686345</id><published>2009-01-30T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-10-16T04:42:10.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau ma&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.  Aku pikir dia workaholic.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang&lt;br /&gt;kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah&lt;br /&gt;romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2&lt;br /&gt;seperti itu sebagai ungkapan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah.  Kalau kami makan di meja makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan&lt;br /&gt;obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan&lt;br /&gt;anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku&lt;br /&gt;menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek&lt;br /&gt;sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,&lt;br /&gt;dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena&lt;br /&gt;sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang&lt;br /&gt;perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah&lt;br /&gt;melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar&lt;br /&gt;indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,&lt;br /&gt;Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang&lt;br /&gt;akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada&lt;br /&gt;Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari&lt;br /&gt;bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai&lt;br /&gt;sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan&lt;br /&gt;komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di&lt;br /&gt;RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,&lt;br /&gt;karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa&lt;br /&gt;dengan suara riangnya,&lt;br /&gt;" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau&lt;br /&gt;makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak&lt;br /&gt;Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah&lt;br /&gt;habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang&lt;br /&gt;terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku&lt;br /&gt;yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya&lt;br /&gt;membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati&lt;br /&gt;bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak&lt;br /&gt;dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka,&lt;br /&gt;hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya&lt;br /&gt;keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka&lt;br /&gt;password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"&lt;br /&gt;Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dear Meisha,*&lt;br /&gt;*Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung&lt;br /&gt;hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada&lt;br /&gt;Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2&lt;br /&gt;mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti&lt;br /&gt;ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang&lt;br /&gt;tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti&lt;br /&gt;pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*yours,*&lt;br /&gt;*Mario*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru&lt;br /&gt;berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan&lt;br /&gt;menyayangiku.&lt;br /&gt;Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia&lt;br /&gt;mencintai perempuan lain.&lt;br /&gt;Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang&lt;br /&gt;perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" *Mario, suamiku….*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja&lt;br /&gt;dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin&lt;br /&gt;memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan&lt;br /&gt;kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa&lt;br /&gt;kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya..*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Istrimu,*&lt;br /&gt;*Rima"*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*D*i surat yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat yang kesekian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.*&lt;br /&gt;*Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu,&lt;br /&gt;aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar&lt;br /&gt;masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….*&lt;br /&gt;*Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap&lt;br /&gt;berusaha dan menantinya…….."*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…&lt;br /&gt;dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat terakhir, pagi ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun&lt;br /&gt;lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.*&lt;br /&gt;*Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran&lt;br /&gt;dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.*&lt;br /&gt;*Tahukah engkau suamiku,*&lt;br /&gt;*Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari&lt;br /&gt;matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelita menatap Meisha, dan bercerita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat&lt;br /&gt;keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku&lt;br /&gt;tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,&lt;br /&gt;dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu&lt;br /&gt;menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama&lt;br /&gt;menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan&lt;br /&gt;tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya&lt;br /&gt;masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha&lt;br /&gt;dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit&lt;br /&gt;di hatinya, tapi dia sangat dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario&lt;br /&gt;mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dear Meisha,*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk&lt;br /&gt;disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah&lt;br /&gt;terjadi, Mario. *Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika&lt;br /&gt;seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta , 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in&lt;br /&gt;peace...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesterday is a history.&lt;br /&gt;Tomorrow is a mystery.&lt;br /&gt;Today is a gift.&lt;br /&gt;That's why it's called "present &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-6323861192741686345?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/6323861192741686345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/perempuan-yg-dicintai-suamiku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6323861192741686345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/6323861192741686345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/perempuan-yg-dicintai-suamiku.html' title='PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-671393643974561192</id><published>2009-01-18T00:03:00.001-08:00</published><updated>2009-01-18T00:14:05.959-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku menangis, bersama tangisanmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Bahkan ketika hatiku merasakan debaran ini&lt;br /&gt;Aku tak sanggup mengungkapnya dengan tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ketika tiap jeda pipiku basah oleh air mata&lt;br /&gt;Aku hanya merasa inilah jiwa mencinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak elok lagi aku memandang hamparan kehidupan&lt;br /&gt;Saat mentari yang bersinar tak mampu menembus kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan ini begitu mencekam&lt;br /&gt;Menepis ribuan impian yang terajut dalam memory hayalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian berdiri di depan mata&lt;br /&gt;Mencengkeram jiwa-jiwa yang di landa kecemasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh&lt;br /&gt;Aku mencintai kalian saudaraku&lt;br /&gt;Yang berjuang atas nama Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza-Palestina&lt;br /&gt;Aku bersedih, merasakan kesedihanmu&lt;br /&gt;Aku menangis, bersama tangisanmu&lt;br /&gt;dan aku tegar, seperti ketegaranmu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-671393643974561192?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/671393643974561192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/aku-menangis-bersama-tangisanmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/671393643974561192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/671393643974561192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/aku-menangis-bersama-tangisanmu.html' title='Aku menangis, bersama tangisanmu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-9050656625766311181</id><published>2009-01-17T20:17:00.000-08:00</published><updated>2009-07-14T23:46:02.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Alhamdulillah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Rapuhnya jiwa ini Engkau tau Tuhanku&lt;br /&gt;Apa yang tersembunyi di balik hati ini Engkau lebih tau Tuhanku&lt;br /&gt;Ketegaran yang ku semai dengan senyuman&lt;br /&gt;Menghadapi hujaman hidup yang tak setara dengan harapan&lt;br /&gt;Dengan tubuh ringkih&lt;br /&gt;Aku percaya Engkau telah memberi yang terbaik&lt;br /&gt;Dari segala yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila pandangan ini menatap daratan sebelah yang tampak menghijau&lt;br /&gt;Palingkanlah....&lt;br /&gt;Palingkanlah Tuhanku&lt;br /&gt;Hingga aku menunduk dalam dan berkata ia tak seindah yang terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tau&lt;br /&gt;Engkau telah banyak mengajariku bersyukur&lt;br /&gt;Tinggal bagaimana aku membentangkan kedua belah tanganku&lt;br /&gt;Kemudian mengusapkan ujung jari&lt;br /&gt;Dari dahi hingga ke dagu&lt;br /&gt;dan berucap Alhamdulillah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-9050656625766311181?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/9050656625766311181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/alhamdulillah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/9050656625766311181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/9050656625766311181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/alhamdulillah.html' title='Alhamdulillah'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5044564798598099846</id><published>2009-01-04T03:43:00.000-08:00</published><updated>2009-10-16T04:42:43.200-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Saya Tidak Ingin Cemburu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka biarkan aku cemburu hanya pada detik aku merasa Allah pun tengah cemburu padamu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menikah saya pikir tidak ada kamus cemburu dalam rumah tangga kami . Seperti keluarga lain yang berusaha menerapkan keluarga religius dalam keseharian , kami percaya prinsip saling jujur dan percaya merupakan hal yang harus ada .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah suami saya tidak tampan?&lt;br /&gt;Tentu saja bukan karena itu. Meskipun saya memilihnya bukan karena wajah atau penampilan luar , saya mengakui betapa menariknya suami . Ini terbukti dari banyak gadis di kampusnya dulu yang jatuh hati, bahkan terang-terangan mengatakan ini di walimahan, . Di hadapan kami dua orang gadis mengatakan sempat naksir kepada suami saya semasa di kampus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya yang mendengarkan kalimat yang di sampaikan serius  meski dengan nada bergurau itu hanya tersenyum. Usia masih terbilang muda , hanya dua puluh dua tahun, tetapi tidak sedikitpun rasa cemburu menyelinap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya terlalu percaya diri?&lt;br /&gt;Saya kira tidak, sebaliknya saya cukup tau diri dengan wajah yang pas-pasan. Entahlah, tapi saya yakin suami mencintai saya apa adanya . Dan caranya mengukapkan itu elama ini jelas memiliki andil besar dalam ketenangan saya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menikah saya tidak pernah berpacaran, memang sampai dekat dengan satu dua lawan jenis, tapi hubungan kami lebih seperti sahabat ketimbang pacar. Sekalipun ketika itu saya belum berjilbab, tetapi kesadaran menjaga diri saya memang cukup tinggi. Saya tidak mau berduaan di tempat sepi, bahkan ketika di bonceng motor pun, tangan saya bertahan hanya memegang  jok motor, dan tidak pernah melingkar manis di pinggang teman pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otomatis ketika menikah , maka suami menjadi lelaki pertama yang memiliki kontak fisik . Dan saya percaya, hal inilah yang dengan cepat membangun cinta yang sebelumnya tidak ada di antara saya dan suami. Maklum kami menikah tidak melalui proses pacaran . Apalagi suami benar-benar memperlakukan saya seperti ratu. Tidak jarang dia memberi surprise dengan menyiapkan sarapan pagi ketika ia bangun lebih awal dan kejutan-kejutan manis lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah sosok suami dan ayah yang baik, tipe pamily man yang banyak menghabiskan waktu di rumah selepas pulang kerja dan tidak pernah keluyuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hingga anak ke empat lahir, tidak ada cemburu di antara kami, rumah tangga tetap tenteram. Demi komitmen kepada keluarga , sejak anak pertama lahir saya memutuskan bekerja di rumah. Pekerjaan saya sebagai illustrator buku anak cukup memungkinkan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terasa sempurna . Saya kira itu jugalah yang ada di gambaran orang luar tentang keluarga kami. Bahkan saya dan suami kerap menjadi tempat curhat keluarga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa istri yang di hantui kecemburuan karena suami mereka yang sewaktu menikah cukup baik keislamanya, tapi sekarang mulai tampak "genit" selalu saya nasihati untuk tetap berpikir positif dan tidak berburuk sangka terhadap suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"barangkali pekerjaan suamimu menuntut itu"&lt;br /&gt;"lingkungan pergaulanya memang kalangan profesional, saya kira dia hanya berusaha tampil lebih luwes di kalangan umum"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran lain yang kerap lahir dari lisan saya&lt;br /&gt;"nikmati saja kan bagus suami merawat diri. Istri-istri lain banyak lho yang ngeluh karena suami mereka sama sekali tidak memperhatikan penampilan ketika keluar rumah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya bahagia jika para istri yang semburu dan kuatir suami mereka diam-diam sudah menikah lagi, kemudian bisa mengusap air mata dan pulang lebih tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karier yang Melesat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu, karier suami melesat jauh lebih baik dari yang bisa kami harapkan. ketika menikah, penghasilan suami hanya dua atau tiga ratus ribu rupiah per bulan , dari pekerjaannya di bidang edutainment. tetapi sekaranf meningkat berpuluh lipat, seiring bertambahnya anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman sesama muslimah  sempat menggoda penampilan suami yang menurut mereka makin modis, ada juga yang membisiki saya dengan kamimat serius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hati-hati puber kedua suami lho, Dik..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa saya hanya tertawa, tentu saja mata saya tidak luput terhadap perubahan penampilan suami. tetapi kepercayaan terhadap lelaki itu tidak pernah berkurang sedikit pun. Sebab kecuali penampilan , tidak ada yang berubah. Perhatianya terhadap saya dan anak-anak tidak berubah. Kejutan-kejutan manisnya masih ada. Kami masih sering jalan dan makan malam berdua seperti layaknya pengantin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal ibadah?&lt;br /&gt;Alhamdulillah, suami masih menjaga ibadanya seperti ketika dia masih aktivis rohis di kampus. Shalatnya masih tepat waktu . Tidak hanya itu, kebiasaan sholat malamnya tidak hilang. Pun puasa senin kamis. Jadi apa yang harus saya kuatir kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari lelaki itu tetap pulang tepat waktu, memang ada beberapa kali dalam sebulan, agenda keluar kota, biasanya ke Bogor tapi itu murni terkait pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk cemburu , hanya karena dia sekarang lebih rapi, memilih baju dan sepatu yang ber merk, atau rutin menyemprot parfum sebelum keluar rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin hati mengambil alih logika, apalagi sejauh ini perasaan saya masih tenteram dan sama sekali tidak ada kecurigaan apa-apa. Sekalipun suami memegang dua handphone kemana-mana, saya merasa tidak perlu mencurigai apalagi terdorong untuk mengecek siapa saja yang di telpon nya seharian itu atau mencuri-curi membaca deretan SMS yang di terimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya istri-istri yang tidak percaya pada kekuatan hubunagan dengan pasanganyalah yang melakukan demikian, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita suami A selingkuh atau suami B dan C poligami tidak membuat  saya menjadi istri yang paranoid. Cemburu bagi saya hanya menyesakan hati . Sementara dengan hati suram, bagaimana saya bisa maksimal merawat anak-anak dan suami? belum lagi mengerjakan order-order illustrasi yang sering datang tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa-bisa gara-gara istri yang cemburuan suami menjadi pusing dan jenuh berada di rumah. Dan saya menjaga betul, agar suami senantiasa nyaman dan merasa teduh sepulang dari kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perempuan Misterius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah logika saya sejauh ini selalu menang. konon di antara muslimah semasa di kampus, saya termasuk yang porsi logikanya sering di samakan dengan lelaki . Ketika Muslimah lain menangis, ngambek dan marah-marah , saya masih bisa berpikir rasional dan berpikir dengan jernih. Suami tau itu dan kerap memberi pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ponsel suami yang CDMA tertinggal. Kebetulan saya baru saja ganti handset karena handphone hilang sehari sebelumnya . Karena memerlukan  beberapa kontak, tanpa ragu saya pun meraih handphone suami. Sebab biasanya suami juga menyimpan beberapa nomor kontak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya tidak terusik membuka inbox SMS suami. Hanya menelusuri deret huruf kontak yang saya perlukan . Hingga kemudian saya meneapa satu nama yang menurut saya ganjil berada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami adalah tipe lelaki serius , pendiam dan sangat dewasa, lalu bagaimana ada kontak bernama "spongebob" di listnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang tiba-tiba berdetak di hati, namun saya lawan sebisanya . Pastilah ini hanya gurauan . Bisa jadi ketika saya buka , nomor tersebut merupakan nomor handphone adik perempuan, sepupu,  atau keponakan atau bisa jadi teman kantor . Saya bayangkan suami akan terpingkal-pingkal ketika saya ceritakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat sempat termenung beberapa lama sebelum membuka kotak SMS, bagi saya HP dan agenda adalah hal yang private dan saya sangat menghormati privacy suami saya . Tapi entahlah ada apa hari itu , firasat seorang istrikah yang akhrinya membuat saya bereaksi berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya logika saya kalah, saya akhirnya tergoda untuk menggerakan jari memencet keyphone untuk membuka baris sms yang masuk. Debaran di hati saya bertambah ketika saya menemukan empat SMS dari "spongebob".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membaca basmallah, dan berdoa sebelum akhirnya memutuskan membaca SMS misterius tersebut. SMS pertama dan kedua hanyalah kalimat resmi tentang janji ketemu. Tapi menginjak SMS ketiga, saya kaget menemukan kalimat-kalimat mesra di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bukankah siapa saja bisa berkata mesra?&lt;br /&gt;Bukankah yang lebih penting adalah bagaimana sikap suami terhadap yang bersangkutan dan bukankah sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalar saya bicara . saya tutup kotak pesan masuk dan mencoba menelusuri box sent item. Kepala saya mulai berdenyut. Jari-jari saya gemetar saat menemukan empat SMS dari suami sebagai balasan terhadap SMS si "Spongebob"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS pertama biasa saja, tetapi SMS kedua?&lt;br /&gt;"hari ini menemani anak-anak karate, sayang sedang apa? jangan terlambat makan, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya periksa tanggal SMS tersebut di kirimkan Ahad lalu, hari yang sama ketika suami menemani ketiga anak kami latihan karate. Sementara saya seharian di rumah menemani si bungsu yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca SMS -SMS balasan berikutnya , perasaan semakin di remas-remas, kedua kaki saya seakan lumpuh dan tidak bertenaga. Sementara kepala sontak berdenyut-denyut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;Suami saya lelaki yang taat beribadah, Al- Ma'tsuratnya tak pernah tertinggal setiap sholat Subuh. Dia mungkin lelaki terakhir yang akan saya curigai untuk berselingkuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah semua ini hanya guyonan?&lt;br /&gt;Tidak , dia tipe pemikir dan sangat menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Saya tidak menemukan alasan suami memanggil perempuan lain dengan sebutan "Sayang"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan di dalam SMS-SMS berikutnya yang di kirim suami , semakin mengukuhkan jalinan cinta keduanya. Betapapun saya berusaha berprasangka baik , sia-sia bagi saya menemukan sudut pandang yang mungkin bisa membantah kecemasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesorean itu sepanjang shalat Ashar dan menenangkan diri dalam tilawah . Saya menangis. Lima belas tahun pernikahan belum pernah sekalipun suami membuat saya menangis . Tapi hari itu saya benar-benar terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suami pulang saya mencoba menahan diri dan melayaninya seperti biasa . tetapi tangis yang saya tahan akhirnya tumpah juga ketika kami sudah berada di tempat tidur dan siap beristirahat. Dengan lembut seperti biasa suami menanyakan apa yang membuat saya begitu sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menjawab , saya raih handphone , membuka sent item dan saya sodorkan SMS yang di ketik oleh suami untuk si "spongebob"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap saya berubah dingin. Saya perhatikan raut wajah suami berubah , tidak lama kemudian ia terisak-isak dan merengkuh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aa minta maaf, Aa khilaf..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada air mata yang kini juga jatuh di pipi suami. Dia memandangi saya, dia usap-usap wajah saya seraya mengulangi permintaan maafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi belum jauh Dik, tidak ada yang terjadi" Berawal di dunia maya kedekatan mereka terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usianya tiga puluh tahun, belum menikah... Dia tinggal di Bogor"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu sering curhat kepada suami soal apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah berapa lama Aa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya  diam, matanya tampak ragu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin Aa jujur... tidak apa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu terdiam menghela nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tiga tahun, dik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercenung mendengar pengakuanya, tiga tahun begitu lama. Bagaimana mata saya bisa di butakan selama itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi saya suami terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dialog malam itu, sulit bagi saya membangun kepercayaan kepada suami . Saya terus-menerus memikirkan angka tiga tahun, imajinasi saya berputar-putar, Tiga tahun waktu yang lama, apa saja yang sudah terjadi di antara mereka? Hancur hati saya membayangkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ini saya mengungsi di rumah Ibu. Sudah enam bulan sejak penghianatan mereka saya ketahui (keduanya belum menikah). Saya berharap , waktu bisa memberi saya kejernihan hati untuk melakukan hal yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Berdasarkan kisah mbak... )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5044564798598099846?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5044564798598099846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/saya-tidak-ingin-cemburu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5044564798598099846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5044564798598099846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/saya-tidak-ingin-cemburu.html' title='Saya Tidak Ingin Cemburu'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-521574398515547842</id><published>2009-01-01T02:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T02:29:21.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Ini Baru diriku</title><content type='html'>Kadang ada yang protes kenapa aku tidak menuliskan tentang diriku sendiri...&lt;br /&gt;apa istimewanya coba? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walah bisa-bisa apa yang di rahasiakan Allah dan belum sempat ku perbaiki di ketahui oleh umum, tapi sedikit bocoran nich, tini lebih suka di rumah dari pada di ajak jalan kemana-mana, lebih suka tidur dari pada ngerumpi :O halah itu sisi baik apa buruk sich,  { ih orang emang maunya ngasih sisi baik tentang dirinya yach)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun 2008, orang-orang pada sibuk persiapan buat nyambut tahun baru, :~ tau ndiri lah kota Batam, selain pengen nikmati kembang api dari negri sebrang, mereka juga membagi keceriaan dengan kembang api ndiri.... hayah diriku mah sama sekali tidak tertarik , dulu pernah sich ikut-ikutan, tapi mubazir banyak hal tuch, contohnya waktu nich.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yach, bukan berarti diriku tidak menyukaimu ( yang merayakan nya) fine- fine aja tuch , kalo ada yang ngucapin yach di sambut dengan senyuman, kalo ga ada ya ga pa2 :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah jadi ga penting gini nulisnya , awalnya niat nurutin kemauan sohib ku yang suka koment lewat YM kalo bis ngunjungi blog (tulis tentang dirimu dunk) hehehe binun tuch apa yang maw ditulis maaf yach :y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-521574398515547842?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/521574398515547842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/kadang-ada-yang-protes-kenapa-aku-tidak.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/521574398515547842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/521574398515547842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2009/01/kadang-ada-yang-protes-kenapa-aku-tidak.html' title='Ini Baru diriku'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2636230092634299500</id><published>2008-12-29T21:38:00.000-08:00</published><updated>2009-10-16T04:44:44.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Episode Cinta, Episode Luka</title><content type='html'>&lt;div style="font-style: italic; text-align: left;"&gt;Terlihat lukisan buram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dia menggantung di awan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di terbangkan oleh angin bak debu-debu jalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambaran tentang perawan impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terbelenggu oleh tatanan ketidak adilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam episode cinta, episode luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, ia menangis di sepertiga malam, dalam dekapan dingin nya kelam,  dalam desah nafas yang berirama dengan  simphoni jiwa, menggelitik rasa , menebarkan aroma wewangian dalam relung –relung kalbu. Ukhti sedang bercengkrama dengan Sang Belahan Jiwa, Dia Sang Empunya dunia, ukhti merindukan Nya, dalam aliran darahnya terukir asma-asma Nya, yang ia lafadzkan dalam bait-bait dzikir dan muhasabah . Ukhti  wanita sholihah, bidadari yang di rindukan oleh kaum adam, dia yang selalu bersama lantunan ayat suci Al  Qur’an yang bergema di sudut-sudut ruang pengabdian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang yang juga ukhti rindukan, ia yang berusaha mengusik ketenangan , ia datang atas nama ikhwan, selalu membisikan kalimat cinta beriringan dengan kejujuran akan isi hati dan kekaguman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ukhti” bisiknya , “sungguh engkaulah bidadari yang selalu terlihat dalam mimpi-mimpiku, sungguh tiada niat hatiku untuk sekedar berbasa- basi dalam kalimat ini, mengertilah ukhti, di kala diri ini tak sanggup memicingkan mata barang sekejab ketika buliran-buliran harap menjadi bergumpal asa dan akhirnya cinta itu mengendap di sini, di hatiku ukhti” ia menunjuk dadanya , namun ukhti menjaga pandanganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti wanita biasa, ia juga punya cinta dan bisa jatuh cinta, ketika sayap-sayap nya mulai  ingin terbang ke angkasa merengkuh bahagia, tapi ukhti harus menunggu beberapa tahun lagi, ukhti harus meniti kesabaran dengan rasa-rasa yang mendebarkan. Inilah yang membuat ukhti menangis, ketika ia harus melawan rasa cinta yang mulai berbuah nafsu, karena cinta dan nafsu memang berbatas oleh dinding tipis, ketika keistiqomahan mulai di gerogoti oleh rayap-rayap keinginan memiliki, tidak ada yang salah dengan cinta bukan? Tidak ada yang salah dengan kerinduan bukan? Lalu apa yang salah? Kenapa ukhti menangis? kenapa ia begitu ketakutan ketika keinginan itu begitu kuat?  ketika usianya tidak lagi belia dan ia ingin penyempurnaan dien itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah ukhti bertanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah ukhti menunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabar ukhtiku, percayalah pada keseriusanku ini, percayalah pada tembang-tembang asmara di dada ini, percayalah pada do’a – do’a yang kita panjatkan dengan kesungguhan kepada Zat Yang Maha Mencintai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, kata-katanya bak aliran salju yang menyejukan kegundahan ukhti, sabar….***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan waktu sebentar jika setahun menunggu, karena setiap insan telah membuktikan dan berkata  bahwa penantian itu begitu membosankan, bahwa ketika kebosanan itu melanda semua terasa hambar dan melelahkan, lalu di mana letak kesabaran dan lagu-lagu kerinduan yang bersemi , purnama demi purnama yang di lewati dengan keteguhan cinta setidaknya harus memberikan hasil yang melegakan. Dan agar semua tak hanya harapan kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. siapa sang ikhwan itu berani menolehkan luka di hati ukhti dengan terus mengatakan kepadanya untuk bersabar, namun kali ini tidak dengan ukhti, meski sutera hatinya terkoyak dengan kenyataan akan kedunguan ikhwan , ketika bulan benderang pada purnama berikutnya satu tekad di hati ukhti bahwa ia akan mengakhiri semuanya, berusaha menutup ribuan cerca mata-mata yang berbicara padanya lewat pandangan mereka, dia bukanlah muslimah yang naïf dan di butakan oleh cinta semata, bukankah ia hamba beriman yang bisa bahagia jika tidak sekarang menemukan cintanya pada mahluk yang bernama adam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maaf akh, bukan maksud ku menepis janji yang meski hatiku saja yang berucap, aku adalah wanita yang selalu butuh kepastian dan bukan hanya janji yang selalu di akhiri dengan tanda tanya, bukan maksudku tidak percaya pada bait-bait do’a yang sering kita mohonkan bersama meski di tempat yang berbeda, namun aku wanita yang punya harapan dan lemah akan perasaan, biarlah bila memang Allah mengizinkan kelak Ia akan menyampaikanya pada kita, bukan dengan penantian tanpa kepastian yang kita janjikan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gundah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Layu dan sayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika degup jantung tak mampu memberi isyarat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika hati mulai terbersit kesadaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta tlah pergi karena ketidak pastian…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku mencintai keteguhanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juga kesalihanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan pergi bidadari…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi hanya hatiku yang berujar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tlah lama melukainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Harap &amp;amp; Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Sama ketika adam berharap bertemu Hawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama ketika Yaqub ingin menemui Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama ketika Muhammad merindukan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samakah perasaan mereka kala itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samakah harapan mereka kala itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samakah kerinduan mereka kala itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menyadarkan betapa menjadi jauh adalah khianat atas hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menyadarkan betapa terpisah jarak adalah menjadikan perihnya rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak semestinya manusia menghamba cinta pada manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Cinta Allah lebih indah dan mendebarkan di banding seribu cinta yang hamba Nya berikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kerakusan manusia mengalahkan hakiki Cinta Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah , tetes-tetes harapan ini membawa kami kembali ke pada MU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 24 December2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tini &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2636230092634299500?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2636230092634299500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/episode-cinta-episode-luka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2636230092634299500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2636230092634299500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/episode-cinta-episode-luka.html' title='Episode Cinta, Episode Luka'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2160060922358791328</id><published>2008-12-25T21:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T21:54:48.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Bukan Tentangku, Tapi tentang RIANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panggil  aku Riana&lt;/span&gt;, ini nama yang di berikan oleh kedua orang tua angkatku. Kata orang-orang ibu kandungku meraih gelar syahid ketika melahirkanku  InsyaAllah, secara otomatis aku tidak mengenal beliau sama sekali, aku juga tidak tau wajahnya, karena satu foto pun tidak aku punyai. Aku masih memiliki ayah kandung, juga kakak-kakak kandung yang sudah dewasa tapi mereka telah punya kehidupan sendiri bersama keluarga mereka. Ayah menikah lagi dengan wanita yang telah memiliki dua anak, kemudian dari pernikahan mereka  lahirlah adik ku, yang berbeda ibu denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kehidupanku,&lt;/span&gt; menjadi anak tunggal dari pasangan suami istri yang belum juga di anugrahi momongan setelah bertahun-tahun menikah, tapi cara mereka menyayangiku lain, aku tidak mengerti apa ini satu bentuk mencurahkan kasih sayang atau kekesalan karena aku yang di ambil anak tidak juga membantu mereka mendapatkan buah hati? (kata orang dengan memiliki bayi, itu bentuk pancingan agar segera di karuniai anak). Kata-kata kedua orang tuaku kasar , tangan mereka juga tidak segan-segan membantu kekasaran bukan hanya melukai hati tapi juga meberikan bekas membiru di tubuhku, tapi tidak apa karena aku anggap ini biasa ,mungkin karena terbiasa , orang-orang selalu berpendapat bahwa kedua orang tua angkatku bersikap begitu  karena aku bandel, dedel dan lain sebagainya sebagai bentuk keburukan sifatku, tapi apa peduliku? Toh mereka juga tidak akan mengerti apa-apa yang kurasakan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Otak ku dedel (bego orang bilang)?&lt;/span&gt; Itu memang benar, aku tidak akan menutupinya karena inilah kekuranganku, aku beberapa kali tidak naik kelas dan selalu berada di rangking nomor satu dari bawah, aku tidak tau kenapa, karena memang otak ku tidak cerdas, dan juga aku tidak punya cukup waktu untuk belajar, aku ini pekerja keras, sejak kecil sudah harus membantu kedua orang tua angkatku, karena mereka bukanlah orang berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegiatanku, &lt;/span&gt;aku di belikan satu ekor kambing, dan aku adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas kambingku ini, usiaku 15 tahun , tapi aku masih kelas satu SMP, jangan heran sahabat seperti yang ku katakan  sebelumnya, aku ini berotak dedel dan pernah tidak naik kelas, dan keberuntunganku bisa melanjutkan sekolah satu SMP, (ini kebaikan orang tua angkatku) dan karena kebaikan-kebaikan mereka meski dengan penyampaian yang menyakiti itulah alasan kenapa aku menyayangi mereka. Kambing yang akhirnya berjumlah lebih dari satu inilah sahabat karibku, tempat berbagi cerita (orang pikir aku pasti gila) tapi terserah mereka mau bilang apa, tapi yang jelas aku akan lebih lega jika menangis di depan mereka, karena siapa lagi yang akan mendengarkanku? tidak ada!!! ayah, mbak dan mas kandungku sudah menganggapku tak ada dan bukan tanggung jawab mereka lagi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayah kandungku meninggal ,&lt;/span&gt; ketika aku menginjak kelas dua SMP, dan kini aku resmi menjadi yatim piatu , aku tidak akan berani lagi kerumah mereka karena ibu dan saudara-saudara tiriku tidak menyukaiku. Kini tak ada satu orangpun yang bisa ku harapkan selain belas kasih kedua orang tua angkatku, dan aku harus menjalaninya dengan penuh syukur, bekerja keras di sawah sepulang sekolah, menerima makian juga cambukan meski usiaku telah  beranjak dewasa, ya aku telah menjadi seorang gadis remaja dan seharusnya mereka memperlakukanku lebih layak. Tapi ya sudahlah, ini memang jalan hidupku di syukuri saja apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku menyayangi kedua orang tua angkatku&lt;/span&gt;,  hari ini , kemarin atau mungkin besok mereka di penuhi khilaf karena menyakiti ku, padahal aku tau Allah jelas-jelas berfirman  dalam surat Al Mauun bahwa orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim. Ah semoga Allah mengampuni mereka, karena aku menyayangi mereka, hanya akulah yang di harapkan untuk usia senja mereka kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mu sahabatku, bersyukurlah !!!! aku tidak begitu menderita, karena aku bersyukur dan menerima apa adanya, masih banyak sahabat kita di belahan  dunia harus merangkak memohon belas kasih untuk bisa hidup , ini adalah sepenggal kisah, aku tidak bisa meramalkan akhir dari kisahku, karena memang setiap orang akan mempunyai akhir kisah yang berbeda, dan selagi kita bisa bersyukur, maka bersyukurlah. Kata orang bijak kebahagiaan tidak datang kepada kita tapi kitalah yang harus menjemputnya, ukuran kebahagiaan setiap orang memang berbeda tapi menjadi orang yang bersyukur itu adalah bentuk kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“di ceritakan oleh penulis, atas kejadian yang ia amati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam , 12 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            tini&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2160060922358791328?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2160060922358791328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/bukan-tentangku-tapi-tentang-riana.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2160060922358791328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2160060922358791328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/bukan-tentangku-tapi-tentang-riana.html' title='Bukan Tentangku, Tapi tentang RIANA'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-280732210840298725</id><published>2008-12-20T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-10-17T03:29:35.552-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cemburu (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi aku harus berhadapan denganya kali ini, bukan karena aku rindu tapi karena satu keputusan akhir yang ingin ku sampaikan padanya, “aku tidak ingin kejadian ini membuatku menjadi was-was sepanjang pernikahan kita nanti” ujarku memulai pembicaraan “membangun kepercayaan seperti halnya engkau tau tidak semudah membalikan telapak tangan”lanjutku tanpa memandang wajahnya, aku tidak tau bagaimana cara memandangnya padaku detik ini, apakah marah, benci, sakit hati atau sama dengan luka yang belum jua kering dari hatiku ini. “telah beberapa kali sholat istikharah ku lakukan dan jawabanya tetap sama, aku masih sangat terluka dan bayangan kalian pada waktu itu masih saja berputar jelas di ingatanku, itu adalah adegan yang aku harapkan sebagai mimpi buruk yang tak pernah hadir tapi kenyataanya dia pernah ku lihat dengan pandangan yang benar-benar nyata” tak kudengar ia membantah ucapanku sedikitpun, kenapa? Ingin rasanya aku memandang matanya melihat mimik wajahnya, tapi rasa takut menjalar di peredaran darahku, aku pernah merasakan debaran aneh ketika bertatapan mata denganya , debaran yang akhirnya membuatku memutuskan hal penting sebagai tapak awal dalam langkah hidupku, menguak  pintu lebar-lebar untuknya dan juga keluarganya membicarakan tentang pernikahan kami, apakah aku akan mengalaminya lagi setelah memandang wajahnya? Aku tidak tau karena aku masih menunduk kaku, mengatur nafas yang seolah putus asa karena kecemburuanku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sesaat lamanya menguasai kami , membiarkan kami tenggelam dalam kecamuk perasaan yang tak sepaham lagi, aku merasakan detak jantung ini berirama lebih cepat dari biasanya , aku menunggu suaranya, suara yang ingin ku redam dari ingatanku karena pernah sangat ku rindukan , suara yang pernah membuatku berangan akan keluarga bahagia karena dawainya bernada mesra dan menggugah rasa “astaghfirullahaladzim” aku beristighfar dalam hati untuk kemudian menyusun kekuatan memintanya berbicara, “bicaralah sepatah kata” satu suara tersekat di tenggorokanku, kebingungan akan suasana hening yang tak jua berubah makin membuatku tak percaya diri berada di sana hanya denganya, pandanganku beralih pada alam kulihat sekawanan burung gereja terbang melintas ,aku menikmatinya sekilas dari beranda rumah orang tua ku tempat kami bertemu saat ini. Senja kali ini berkabut , entahlah apa itu terjadi seperti kabut tebal yang menyelimutiku akhir-akhir ini? Dari ujung timur bergumpal-gumpal mendung hitam berjejer, aku harap pria di hadapanku ini  tak akan lama menyuarakan sebuah kepastian akhir dari masalah kami, karena tanda-tanda hujan yang akan segera tiba membuatku was-was ia akan lebih lama bertamu di rumah ini , atau akan ku biarkan ia pamit sementara alam tak begitu bersahabat, kecemburuanku tentu saja tidak membuatku menjadi wanita tidak berperasaan. Sementara dulu aku selalu ingin ia berada di sampingku mendendangkan berbait-bait lagu cinta dan tak rela ia beranjak dari sana. Ah perempuan, ia bisa mencintai dengan sempurna namun begitu susah menerima logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku juga lelah…” terdengar suara berat membuyarkan lamunanku “lelah membuatmu percaya bahwa kami hanya bersahabat” ku dengar suaranya bergetar, entah kenapa membuat perasaanku pilu “aku lelah meninggikan sebuah harapan tentang maaf dan kesetiaan, kecemburuanmu hadir karena aku tau ada cinta yang dahsyat di hatimu untuk ku, tapi sayang.. engkau tak bisa mengendalikan nya, entah berapa kali aku meminta maaf padamu, aku menyesali  hal yang terjadi masa itu, entahlah.. hari itu aku seolah masih berada di masa lalu..” ia menghentikan ucapanya dengan dengan lenguhan, aku masih menunggu, ada apa dengan masa lalu? Aku tidak pernah tau dengan masa lalunya, karena aku tidak pernah bertanya, jantungku berdegup tak normal, aku merasa takut mendengar hal buruk tentang masa lalunya, aku ingin tau? Tapi untuk apa? Untuk merubah keputusanku? Atau akan makin memperburuk image nya di mataku?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa mual menyerang daya pembauanku , rasanya aku tidak ingin berlama-lama berada di sana, suara para penjual di pasar dari segala penjuru seolah juga ikut menyerang daya pendengaranku, kini aku tau seorang ibu rumah tangga tidak hanya letih di rumah menghadapi berbagai pekerjaan hingga anak-anak, mereka juga harus bergelut dengan rangkaian kegiatan di pasar seperti yang harus ku lakukan untuk menggantikan saudaraku kali ini, aku belum bisa membayangkan mereka sanggup menghadapi ini setiap minggu atau bahkan setiap hari, menghadapi kata-kata pedas dari para penjual yang kadang tidak suka dengan penawaran mereka yang berlebihan, terlalu banyak problema di dunia ini, yang katanya hanya tempat mampir sementara, saat aku berusaha menghindari lantai becek karena cipratan air dari tempat ikan-ikan berjejer di sebelahnya tiba-tiba aku di kagetkan oleh ketidak sengajaanku menabrak seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“duh maaf mbak, saya tidak sengaja, maaf yach” ujarku membungkuk menyembunyikan wajahku di balik jilbab hitam yang ku kenakan “mbak Anis ya?” suara lembut sebagai jawaban ia mengenalku membuatku sontak mendongak , aku tidak bersuara ketika sekelebat bayangan muncul di ingatanku , gadis di hadapanku adalah seseorang yang membuatku berbalik keputusan meninggalkan calon suamiku “subhanallah mbak, saya sungguh ingin bertemu dengan anda, dan Allah mengabulkan do’a saya” ia berujar yang membuatku ternganga, gadis ini meminta pada Allah hanya untuk menemui orang sepertiku, aku yakin ada masalah yang sangat serius. Atau memang masalah yang sama, yang sudah berakhir sepekan yang lalu. “mbak” aku tergagap , buyar lamunanku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali aku membanting tubuhku ke kanan dan kekiri untuk bisa terlelap, tapi hasilnya nihil ada yang jelas terngiang di telingaku, bahkan seolah-olah aku menangkap sebuah drama dari ceritanya “ini salah saya mbak, sungguh…” ia memulai kisah nya “sejak kejadian itu mas Hadi sama sekali tidak ingin bertemu dengan saya, awalnya saya bingung kenapa, tapi setelah saya dengar mbak memutuskan untuk membatalkan pernikahan itu , saya sungguh sangat merasa berdosa, hari-hari saya lalui dengan perasaan yang sangat tersiksa, mbak saya ingin bertemu mbak untuk menjelaskan semuanya , menjelaskan bahwa mas Hadi sudah berubah sekarang, kami memang sangat bersahabat sejak dulu sejak kami belum mengerti apa itu hidup…” sesaat lamanya ia terdiam, mengusap buliran bening yang mengalir dari kelopak mata indahnya, perasaanku campur aduk, secara naluri aku merengkuhnya, membiarkan ia sesenggukan dia atas bahuku. Rasa bersalah karena membuatnya tersiksa tiba-tiba menyadarkanku , apa mungkin karena aku terlalu ego? Atau karena terlalu cemburu?. Itu karena aku tidak tau ia juga ikut merasakan luka karena keputusanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku langkahkan kaki ku menuju padasan, membasuh wajah yang penuh dosa dengan air wudlu, mengharap ampunan Allah jika sekiranya keputusan yang pernah ku ambil sangat melukai banyak orang, jika akhirnya kecemburuan yang datangnya dari Nya akhirnya menjadi ego yang merupakan bisikan syaiton, setelah sholat dua rakaat ku lalui, kuraih handphone butut ku, memencet sebuat nomor yang hampir ku hapus karena pemiliknya ingin ku lupakan, “ Nomor tidak aktif” aku mengeluh, ku coba lagi, tetap dengan jawaban sama, “kenapa?” aku menerawang mencapai puncak langit kamarku menembusnya hingga seperti menemukan jejeran mendung bergumpal di atas sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anisa” aku menoleh , melihatnya wajah gundah yang menatapku sayu “Mas Hadi, apa yang mas lakukan di sini?” aku seperti tak menyadari suaraku telah lembut kembali padanya, bukankah aku telah mencarinya dan ingin meminta maaf padanya. “Anisa” lagi-lagi ia memanggilku tanpa menjawab pertanyaanku, aku memandang sekitar hanya ilalang yang bertebaran di sepanjang penglihatanku, “tempat apa ini? Kenapa aku dan mas Hadi terjebak di tempat ini, kenapa ia tiba-tiba ada di belakangku dan hanya memanggilku?” aku  kembali memandangnya, kami berpandangan ada getaran cinta yang membuat wajahku bersemu merah, ah tapi tatapannya masih sayu, “mas Hadi , maafkan aku” ujarku terbata , ia mengangguk lemah, kemudian mundur beberapa langkah, “ mau kemana?” tanyaku cepat menghentikan langkahnya , tapi ia berbalik pergi , tak perduli dengan teriakanku , aku tak menemukan jejaknya , hanya buliran bening di sertai isakan tangis yang meledak.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata sinis mereka memandangku angkuh, aku tau kenapa, keputusanku memang telah merubah banyak hal termasuk sikap mereka yang manis padaku dulu. Ucapan salam yang  ku haturkan pun seolah bagai angin lalu, tak ada yang menyambut kedatanganku di rumah yang dulu begitu hangat menyapaku, aku tak berniat lama memang, hanya ingin meminta maaf kepada mas Hadi yang sejak semalam tak bias ku jumpai lewat telpon selulernya “mbak Anis” sebuah suara membuatku menoleh, seorang gadis berjilbab putih lengkap dengan seragam SMU nya menghambur ke arahku, ia memeluk ku hangat , ketika itu kusadari ia menangis di pelukanku  “Ifa sayang, ada apa de’?kok nangis?” ujarku menangkap matanya yang sayu “Ifa kangen mbak Anis , mas hadi juga” jawabnya polos, aku diam dengan gemuruh perasaan tak menentu di dadaku “mbak sudah ketemu mas Hadi khan?” tanyanya lagi , aku menggeleng pelan , aku terhenyak ketika ia menarik lenganku menuju jalan raya dan kemudian menyetop taxi, aku masih belum sadar ketika dia telah membawaku entah kemana “kita mau kemana de’?” tanyaku gugup “mbak harus liat mas Hadi” jawabnya terpotong.”rumah sakit ya pak” ujarnya, aku melongo, heran dengan tingkahnya “rumah sakit, siapa yang sakit de’?” aku mulai gugup , memandangnya dengan penuh tanya, namun ia menggeleng pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya istighfar di sepanjang perjalanan yang bagiku begitu panjang dan sangat melelahkan, apa ini pertanda mimpi ketika ia menjauh dariku? “Allahurabbi, jangan biarkan hamba terlambat memulai hal yang tertunda, hamba tau Engkau lebih mengetahui yang terbaik untuk hamba, namun izinkan hamba meminta ya Rahman” doaku dengan air mata yang hampir menganak sungai di pipiku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. lagi-lagi aku harus menghadapi pandangan yang sama dari orang tua mas Hadi, bahkan di barengi aksi melarang ku menjenguk mas Hadi yang tergolek di kamar rumah sakit, perasaan kikuk sungguh sangat membuatku tak nyaman, hanya Ifa adik bungsu mas Hadi yang bisa ku andalkan, dari jauh ku pandangi ia merayu sang mama yang hanya kaku tak bereaksi&lt;br /&gt;“mas mu sedang sakit, dan mama tidak mau wanita sok jual mahal itu membuatnya makin parah…” suara samar itu menusuk telingaku, “sok jual mahal” adalah kata-kata yang menyakitkan, atau pantas untuk ku, pandanganku kembali berkaca-kaca namun ku tahan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;“tapi ma, mas butuh mbak Anis, mama ga boleh lupa, bagaimana tiap malam mas Hadi memanggil nama mbak Anis, dan meminta maaf padanya, ini adalah moment dimana mas Hadi bisa melepaskan rasa bersalahnya” aku makin luruh dalam nestapa , mas Hadi ternyata sosok yang lemah dan tersiksa dengan apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kesempatan itu di berikan juga , meski hanya lima menit, ya just five minute for tell him that still any love in my heart.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum” sapaku meski hanya hening jawabanya, Ifa meninggalkan kami, ku pandangi ia yang pucat dengan berbagai selang medis dan perban, Ia telah melewati masa kritis atas kecelakaan barusan, namun belum siuman. Ku ambil tempat tepat di samping wajahnya, dia tetap terlihat tampan bagiku, itu sejenak ku lupakan karena kecemburuan yang sekarang entah sirna bersama aliran wudlu dan keikhlasan yang membasuh ku semalam.&lt;br /&gt;“maaf” hanya itu yang sanggup meluncur di bibirku, selebih nya cukup bersenandung sendu di hatiku “don’t leave me” . zikir dan ayat Ilahi yang kuhafal ku lafalkan dengan lirih, “Allah, Allah , Allah, pertolongan Nya Maha Dahsyat” harapanku cukup ku bisikan pada Nya, pada Sang Pemberi kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lima menit mbak” bisikan Ifa menyadarkanku ,kembali ku pandangi setiap millimeter wajahnya yang pasi, aku tak pernah berharap itu kali terakhir aku memandangnya,&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kenapa memandangku begitu?”&lt;br /&gt;“karena aku mencari cintamu padaku”&lt;br /&gt;“siapa bilang aku mencintaimu?”&lt;br /&gt;“kecemburuanmu masa itu yang bilang, kesetiaanmu, keteguhanmu”&lt;br /&gt;“aku tidak se sempurna itu”&lt;br /&gt;“bukan kesempurnaan yang ku cari dari jiwamu, karena kesempurnaan cukup Allah yang memegangnya, kecemburuanmu adalah jalanku menuju cinta hakiki pada Allah, kesetiaanmu mengajariku akan penghambaan pada Allah, keteguhanmu adalah bentengku dalam jihad di jalan Allah, engkau bidadariku dan InsyaAllah akan tetap jadi bidadariku sepanjang perjalanan hidup dunia dan akhirat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersipu, wajahku bersemu dadu mendengar pernyataan suamiku , dia yang telah mengajariku arti cemburu, dia mas  Hadi ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(end).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 12 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“di tengah amukan rasa, aku hanya ingin satu tidak lebih, yang menerbitkan kecemburuan, dan mendekatkan aku dengan Sang Empunya jiwaku”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-280732210840298725?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/280732210840298725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/cemburu-bagian-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/280732210840298725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/280732210840298725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/cemburu-bagian-2.html' title='Cemburu (Bagian 2)'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-9038438499353994925</id><published>2008-12-20T19:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T19:14:51.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Aku Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaykum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm back!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm berapa lama diriku ga post cerpen yach?&lt;br /&gt;Terlalu banyak masalah akhir-akhir ini, dari IT yang ga bersahabat alias nge block internetku , ampe orang-orang yang menunjukan rasa tidak sukanya padaku, awalnya down banget, tapi apa yang maw di kata, terus memperbaiki diri, mencari perhatian Allah juga  terus menebarkan senyum dan maaf :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya kubiarkan dulu blog ini tanpa di edit apa-apa, tapi kesibukan ku di belakang itu selalu ada, selain terus kuliah, kerja juga nulis cerpen , oh ya ada yang kasih ide gimana kalo tini buat NOVEL aja? hihihi kira-kira temanya apa yach, tentang cinta, semangat , perjuangan dan lain-lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar buruknya kembali ku dengar tentang sahabatku ah aku tidak bisa menceritakanya di sini, yang jelas selalu ada bait do'a untuk nya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"semoga Allah menjaga nya,ketika rengkuhan tangan ini tak mampu menggapainya, semoga Allah memberi semangat padanya, ketika lidah ini kelu mengatakanya, semoga Allah terus menyayanginya, ketika detak jantung ini tak mampu memberi isyarat padanya, amin"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok dech Thanks yang dah berkunjung ke blog ini , yang udah ninggalin comment dan pesan , Mohon Do'anya agar diriku tetap menegak kan wajah, dabarisan para Mujahidah dalam dakwah dan menuju ridha Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran Wassalamu'alaykum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-9038438499353994925?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/9038438499353994925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/aku-kembali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/9038438499353994925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/9038438499353994925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/aku-kembali.html' title='Aku Kembali'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4231397008416881495</id><published>2008-12-02T21:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T21:51:37.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Sebuah Proses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah kakiku pelan mengantarkanku pada pusat perbelanjaan di kota Batam tercinta “Sagulung Mall” :$ (suka banget jalan-jalan :D ). Setelah muter-muter sekejab akhirnya ketemu juga jilbab hitam yang kucari, itu di bantu oleh yang penjaga toko sendiri , wanita berjilbab, cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ wah ini panjang banget mbak Jilbabnya” komentarnya yang ku balas dengan senyuman bersahabat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ mbak kok suka pake jilbab panjang sich” lanjutnya sambil membantuku memilah-milah jilbab , lagi-lagi aku hanya tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya ga pa2 mbak, terasa nyaman aja” jawabku kalem (hehehe sok dewasa), ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya kalo yang segini sich ga pa2 mbak, tapi ini panjang banget lho, apa ga takut keliatan kedodoran?” lagi2 ia membuatku tersenyum (diriku memang murah senyum :$ ) , ia memegang jilbab yang tengah ku pakai, tidak begitu panjang hanya saja InsyaAllah cukup menjadi hijab bagiku.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“trus gimana tuch mbak, orang yang pake jilbab tapi pakaian nya ketat2” weleh pertanyaan ini seolah-olah di tujukan ke ustadzah hihihihi :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya ga boleh mbak” jawabku seadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tapi khan banyak tuch mbak yang pake begitu, yang penting khan pake jilbab” potongnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku ingat satu kejadian yang di ceritakan di Bab Fiqih Wanita , kejadian pada masa Rosulullah dimana beliau melarang wanita (lupa namanya) memakai pakaian yang mencetak lekuk tubuhnya, hmm dengan singkat aku menceritakanya, wanita penjaga toko yang menemaniku manggut2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ tolong mbak, mau cari rok dulu” dia membawakan jilbab yang hendak kubeli dan mengantarkanku ke tempat  yang menjadi tujuanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jadi mbak pake nya rok terus ya” tanyanya, ku jawab dengan anggukan kepala&lt;br /&gt;“iya lho mbak dulu pas di jawa saya pakenya juga rok , tapi semenjak ke Batam jadi begini” aku melihat baju dan celana mungil yang ia tunjukan padaku, aku tersenyum, ternyata dia juga orang jawa, sama dunks denganku. :d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sekarang saya kalo pake baju kayak mbak pake jadi ngerasa orang aneh, ngerasa kayak orang gila, kedodoran di sana-sini” ujarnya ceplas –ceplos , aku tersenyum dan istighfar dalam hati, tiba-tiba terbersit keinginan ku menceritakan moment hijrahku dari berjilbab gaul ke jilbab Muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mbak, dulu saya juga suka berpakaian begini tapi….” Jawabku menjelaskan bahwa ada proses yang tengah ku jalani saat ini “hijrah” ya sebuah hijrah dengan pertolongan Allah lewat akal ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah mbak nanti jadi ga ada yang ngelirik2 aku donk, gini aja ga ada yang naksir” aku bengong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“istighfar mbak”  ujarku , bukanya menurut malah ketawa renyah yang ku dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mbak usianya berapa sich” tanyanya yang kujawab jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lho , kita seusia dunk, tapi mbak ini keliatan lebih dewasa, itu lho cara berpikirnya” wajah ku bersemu dadu “Alhamdulillah, amin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mbak sering2 ke sini yach, biar saya dapat pencerahan, ya dech besok2 saya pake pakaian kayak mbak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“subhanallah, Alhamdulillah , amin” hatiku menjawabnya seiring senyuman dan anggukan kepala “ InsyaAllah” semoga ini bukan lantaran promosi  (suudzon ga? :( Astaghfirullah )&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatanku melayang pada sosok Dea , sahabat yang ku kenal lewat telpon seluler ini berdomisili di Palembang, kota kelahiranku. Alhamdulillah Allah mempertemukan kami, ketika ada acara pulang kampung beberapa bulan yang lalu ( ketika ayahku wafat). Dengan jilbab lebar, rok panjang, baju panjang ia menyapaku “Assalamu’alaykum, tini yach” kami berpelukan , dia ukhti banget, sedang aku bercelana jeans , baju biasa, juga jilbab mungil ( :( gaul banget), dua hari kami melewatinya bersama, dan hatiku melembut , menerima titik2 cahaya, betapa aku ingin kelihatan bersahaja seperti dirinya, betapa aku ingin jadi bidadari sepertinya, amin  Ya Allah kabulkan do’aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“De, Jazakillah ukhti, bidadari penyampai hidayah Allahurabbi, setelan jilbab gede dan baju panjang yang kita beli waktu itu adalah awal mula dimana aku akhirnya juga mencintai kaus kaki untuk menutup bagian aurat yang terbuka sekian lamanya, hanya saja aku masih berpikir , apakah aku bisa menghilangkan kebiasaanku yang suka manjat pohon jambu? Untung di sini tidak ada pohon jambu, tapi kalo aku pulang ke kampung halamanku? Bukan hanya pohon jambu lho tapi pohon rambutan juga pohon mangga banyak, eh malahan ada pohon kelapa, jadi ukhti ga boleh manjat pohon yach?  ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;@ Bang Nurul ,&lt;/span&gt; abangku ini akhirnya manggil aku ukhti juga, inget banget hehehe , Alhamdulillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;@ Syahrul ,&lt;/span&gt; syukran ade, pernah nanya, “kak pake jilbabnya panjang ga?” eng ing eng jadi harus pake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;@ Mas Ustadz Chodirin ,&lt;/span&gt; mas gambar di websitenya “begini khan lebih baik” menyadarkanku lho! Syukran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;@ Ukhtifillah, Aang , Mas Iqbal, Mas awie, Mas Achmad, Reno,&lt;/span&gt; syukran dah nemenin hari-hariku , juga yang sempet ngirim tausyiahnya, Jazakumullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam , 3 December 2008&lt;br /&gt;Di meja kerjaku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4231397008416881495?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4231397008416881495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/sebuah-proses.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4231397008416881495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4231397008416881495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/12/sebuah-proses.html' title='Sebuah Proses'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4627206384010054950</id><published>2008-11-19T21:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T21:48:00.947-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>MID Semester Bareng Closing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hiks hiks.... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planning nya mau ngambil cuti kerja , tapi ternyata mimpi belaka (sok dramatis :D )&lt;br /&gt;gimana ga coba? bayangin aja.. MID semester kali ini harus bareng ma closing akhir bulan, kerjaan jangan di tanya, ya pasti banyak laaaaaaaah, trus gimana ma ujian Tengah  ku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho namanya kerja nyambi kuliah (bukan kuliah nyambi kerja) ya begitu resikonya" komentar atasanku yang ku balas dengan nyengir kuda&lt;br /&gt;"emang bener tuch hehehe"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebenernya apa bedanya juga ada closing apa ga , toh pas ngerjain juga sama aja toh yang penting khan semangat kita buat bisa, kalo kita berusaha plus do'a (kadang do'a memang udah banyak di lupakan banyak orang, atau malah orang lebih mengandalkan do'a dari pada usaha? hihihi ntu mah sama aja boonk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;So... gimana nech ? yang jelas musti extra mikir yach , padahal kemampuan berpikir manusia ntu terbatas , ya gimana lagi (meminta keajaiban Allah atas usaha kita) cuz emang ga bisa di pungkiri hanya pada Nya lah segala urusan hidup kita di serahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Yo wes.. , makasih yang mau dengerin eh salah (baca) curhatanku.. mohon do'anya, biar semua lancar, amin :) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4627206384010054950?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4627206384010054950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/mid-semester-bareng-closing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4627206384010054950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4627206384010054950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/mid-semester-bareng-closing.html' title='MID Semester Bareng Closing'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-2271940137419129233</id><published>2008-11-18T21:14:00.000-08:00</published><updated>2009-10-17T03:33:20.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Sebelah sayap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By. Tiny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku ingin terbang, meski dengan sebelah sayap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena sebelah sayap nya adalah ada padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jika engkau ingin aku terbang dengan sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maka terbanglah bersamaku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hingga kita mempunyai sepasang sayap,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan mengapak kan di barisan awan biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal bait entah puisi atau barisan kata hati mampir di catatan Matematika Lily , entah siapa gerangan yang telah membuat perasaaan Lily campur aduk, yang membuat Lily menjadi detektif bak Conan dengan menyelediki sang pemilik tulisan rapi, setiap hari ia harus menyelinap bak pencuri demi mencocokan tulisan temn-teman satu kelasnya, namun sayang hasilnya nihil, tak ada yang bisa menyamai tulisan yang membuat nya seperti Shinta yang di butuhkan Rahwana (hehehehehe parah nich).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum Lily manis… “ ada yang membuyarkan lamunanya ,&lt;br /&gt;“wa’alaykumsalam” jawabnya singkat tak bersemangat.&lt;br /&gt;“eh non lupa yach ma budaya Islam? Kalo ada yang memberi sedikit….”&lt;br /&gt;“maka kita harus membalasnya lebih banyak, terutama salam, warrahmatullah wabarakatuh” potong Lily masih manyun.&lt;br /&gt;“tapi sangat lebih baik kalo kita juga memberi dengan ikhlas, ga dengan mulut monyong gitu” protes gadis berjilbab putih , teman Lily.&lt;br /&gt;“iya , ikhlas kuk” jawab Lily sekenanya.&lt;br /&gt;“kenapa sich non, ada masalah serius yach” mulai terdengar nada simpati dari sahabat nya.&lt;br /&gt;Tanpa bicara Lily menyerahkan buku catatan matematikanya, ia nyerah sok ingin memecahkan sendiri, jelas ia sangat membutuhkan bantuan sahabatnya itu.&lt;br /&gt;“what? Lu nyuruh gue ngerjain matematika, ga ah nyerah” gadis berjilbab sahabat Lily menyiapkan ancang-ancang langkah seribu.&lt;br /&gt;“baca dulu” Lily menarik lenganya hingga terduduk. Dengan gaya cermat ia menurut, membaca barisan kalimat di buku Lily,&lt;br /&gt;“subhanallah, lu dah nemuin soulmate ya? Jadi lulus skul kalian langsung married?, trus gimana cita-cita lu, karier lu dan…”&lt;br /&gt;“woi…. Yang maw married sapa? Yang dah nemuin soulmate siapa?” tangan jahil Lily nyasar kekepala sahabatnya , ampe meringis tuch orang di buatnya.&lt;br /&gt;“Lily ini kepala tau, bukan pintu, maen getok aja jadi orang”&lt;br /&gt;“ya lu ndiri ngarang…”&lt;br /&gt;“udah sekarang masalah lu apa ma tulisan ini?” potong teman Lily gantian manyun&lt;br /&gt;“gw harus tau siapa yang nulis ntu di buku gw”&lt;br /&gt;“trus”&lt;br /&gt;“ga da terusanya “&lt;br /&gt;“ga penting dunk, trus buat apa kita ngabisin waktu buat hal yang ga penting, Rosulullah tidak suka kita menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia”&lt;br /&gt;“mulai dech ceramahnya, ya dech penting”&lt;br /&gt;“pentingnya apa?”&lt;br /&gt;“gw ga maw ada orang yang jadi penggemar rahasia gw, lu taw gw dah liat tulisan nech anak satu kelas termasuk tulisan lu, tapi ga da yang cocok”&lt;br /&gt;“tulisan gw? Gila lu, lu kira gw sejenis kaum nabi Luth yang membangkang apa”&lt;br /&gt;“whahahaha…”&lt;br /&gt;“hussy, tutup ntu mulut, banyak tertawa mematikan hati tau, apalagi ngakak gitu, akhwat lagi..”&lt;br /&gt;Lily diam. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan penyelidikan yang pertama , karena Lily sendiri udah pernah gagal dengan menyelidiki teman-teman sekelasnya , Dea , sahabat Lily akhirnya menyarankan ia menyelidiki tulisan tukang kebun, driver, ma satpamnya, awalnya Lily menolak tapi alasan yang di berikan Dea cukup membuatnya menyetujui saran sahabat Jilbaber namun agak ngaco itu.&lt;br /&gt;Ngendap-ngendap Lily mendapati catatan sang satpam, itu daftar tamu keluarga mereka yang melapor, lega rasanya melihat tulisan yang tidak bisa terbaca itu, jelas ini bukan tulisan pak satpam, lalu ia berpindah ke catatan pak sopir, tentang jadwal di mana-mana ia harus menjemput anggota keluarganya , tambah lega ia mendapati tulisan itu bak gambar cacing (ih menghina nech Lily). Terakhir menurut saran Dea, tukang kebun nya yang udah berumur 40 tahunan itu juga harus di interogasi, alias di selidiki, masih kata Dea pria berumur segitu mengalami puber kedua, Lily sempat ngakak denger argument sahabatnya itu tapi tak urung juga ia mengikuti saranya. Tapi sayang ia ga menemukan catatan yang menandakan tulisan pak Min, paling tidak tentang cara merawat tanaman, tapi lagi-lagi nihil. Sedikit terengah ia mendapati mbok yem&lt;br /&gt;“mbok, pak Min pernah ngirim surat ke mbok ga?” Tanya Lily ngawur&lt;br /&gt;“duh non, kok nanyanya gitu, mbok ini punya keluarga di kampung, punya suami, punya anak…” jawab Mbok Yem dengan seraut wajah mendung, Liliy terpana, merasa bersalah.&lt;br /&gt;“iya mbok maaf, bukan itu maksud Lily, kali pak Min pernah minta di bikinin masakan lewat surat gitu”&lt;br /&gt;“ooo, ya ga pernah” mbok Yem tersipu&lt;br /&gt;Nah loh terus gimana menyelidiki tulisan pak Min? Lily mulai kebingungan&lt;br /&gt;“yey, gitu aja bingung, suruh pak Min nulis donk” ujar Dea di seberang telpon&lt;br /&gt;“kalo ketauan gimana?”&lt;br /&gt;“ya bilang aja dapat tugas dari skul, suruh buat makalah ilmiah tentang merawat tanaman” Lily manggut-manggut.&lt;br /&gt;“ya dech syukran ya De…, Assalamu’alaykum,klik” Lily memencet tombol merah di Hp nya.&lt;br /&gt;Setelah ngubek-ngubek halaman rumah akhirnya ia dapati pak Min lagi lesehan di bawah pohon jambu&lt;br /&gt;“pak Min, Lily boleh ganggu ga”&lt;br /&gt;“eh non, ya boleh , silahkan..” wajah cerah pak Min membuat Lily negative thinking&lt;br /&gt;“ini pak, Lily dapat tugas buat makalah tentang tanaman, pak Min bantuin Lily yach” jawab Lily setengah grogi (hiks kayak ngadepin calon soulmate hehehhe)&lt;br /&gt;“oh iya maw wawancara ma pak Min ya non? Sok atuh mangga” jawab pak Min tambah semangat dan sumringah.&lt;br /&gt;“ehhh ii iyaaa pak, emm pak Min bisa tulisin di buku Lily ini ga? Yang rapi ya..”&lt;br /&gt;“lho non, ya ga boleh khan non yang dapat tugas , pak Min Cuma menjelaskan saja” tolak Pak Min dengan alasan tepat membuat Lily melongo sekejab,&lt;br /&gt;“ya udah, Lily yang nulis, ayo jelasin”&lt;br /&gt;“tanaman itu mahluk hidup yang sebenarnya sama dengan manusia, ini tentang kebutuhan makan dan perawatan yang baik lho non, bukan yang lainya hehehehe” pak Min nyengir di balas senyum kaku oleh Lily “ kita harus rajin menyiramnya yang jelas” lanjut pak Min, sementara pikiran Lily makin semruwet tentu saja penjelasan pak Min sejak SD sudah ia pelajari, pak Min makin bersemangat , sementara ia makin lesu, ..&lt;br /&gt;“eh pak Min, duh Lily kebelet nich, pak Min tolong tulisin yang rapi di sini ya soalnya tugasnya harus segera di kumpul, nanti kalo Lily balik lagi lily yang nerusin” ujar Lily memindahkan catatanya ke tangan pak Min tanpa menunggu jawaban Lily ngeloyor pergi.&lt;br /&gt;Dengan wajah cerah lima menit kemudian Lily menghampiri pak Min,&lt;br /&gt;“lho kok kosong sich, pak Min ga maw nolong Lily dikit aja?” Lily cemberut..&lt;br /&gt;“anu non.. anu”&lt;br /&gt;“anu apa? Lily khan minta tolong sebentar, bukanya lama” potong Lily kasar&lt;br /&gt;“ini lho non, anu, pak Min ga bisa baca tulis, alias buta huruf, jadi ya ga tau apa yang mau di tulis”&lt;br /&gt;GUBRAK !!!!!!&lt;br /&gt;“kok pak Min ga bilang dari tadi sich?” omel Lily sambil menjauhi pak Min yang melongo .&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dea ngikik denger cerita Lily tentang pak Min,&lt;br /&gt;“makanya nanya dulu”&lt;br /&gt;“lu ndiri kasih saran ngawur”&lt;br /&gt;“iya iya , maaf, lagian napa sich lu ngebet banget pengen tau ntu tulisan siapa?, kalo emang dia jadi secret admirer lu kayak di cerpenya Om Solihin ntu , dia akan kasih tanda-tanda ke elu kok, nah ini sejak hari itu adem ayem aja khan?” Lily diam membenarkan ucapan sahabatnya&lt;br /&gt;“ lu pernah minjemin catetan lu ke siapa sebelum ini?” lanjut Dea&lt;br /&gt;“ yang sering pinjem catetan gue Cuma si Mira aja”&lt;br /&gt;“Mira…”&lt;br /&gt;“ya”&lt;br /&gt;“jangan-jangan…..”&lt;br /&gt;“apa?”&lt;br /&gt;“lu tau di Alfi khan? Aktivis rohis itu, dia khan sepupunya Mira”&lt;br /&gt;“what? Jadi maksud lu?” Dea manggut-manggut&lt;br /&gt;“ lu inget ga tadi kita ketemu di Alfi di perpustakaan , dia senyum manis gitu ma lu” Lily membayangkan kejadian barusan , ia setuju dengan apa yang Dea katakan, tentang senyuman ALfi&lt;br /&gt;“tapi De.., dia khan aktifis Rohis dan setauku dia aktif banget, Rohis khan menentang pacaran, masak dia mau macarin gw” Dea manggut-manggut lagi, setuju dengan ungkapan Lily&lt;br /&gt;“tapi kalo iya, emang lu ga maw?” goda Dea membuat Lily bersemu dadu&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“cieeeeeee yang dapet something dari Alfi? Puisi romantic lagi yach?”&lt;br /&gt;“bukan , undangan buat pertemuan anak rohis”&lt;br /&gt;“eh lu dah gabung?”&lt;br /&gt;“belum.”&lt;br /&gt;“kok dapet? Biasanya akhwat ngasih ke akhwat bukan ikhwan” komentar Dea&lt;br /&gt;Lily mengangkat bahu, ga mudeng tentang ikhwan atau akhwat, ntu bahasa anak rohis. Selama ini ia cukup patuh ma ortu ngejalanin Sholat lima waktu meski kalo subuh mesti di gedor-gedor dulu pintu kamarnya, Lily bukanlah penentang kegiatan rohis bukan pula termasuk di dalamnya, baginya Rohis sama dengan organisasi lainya dan dia bukan orang yang cukup aktif untuk mengikutinya. Tapi kali ini udangan yang di sampaikan langsung padanya lewat ALfi membuat nya ragu, Alfi adalah satu-satunya sasaran terakhir yang harus ia ketahui apakah pria berwajah bersih nan ganteng itulah yang menuliskan tentang sebelah sayap yang ada padanya.&lt;br /&gt;“de, kenapa lu ga gabung ma Rohis, lu khan pake jilbab” Dea tersenyum tipis&lt;br /&gt;“ ga harus khan? Kalo 5 rukun Islam itu baru wajib, itupun yang Haji masih buat orang yang mampu aja”&lt;br /&gt;“emang kenapa dengan Rohis De?”&lt;br /&gt;“ga kenapa-kenapa , bagus malah , menegak kan syariat Islam di sekolah kita”&lt;br /&gt;“trus”&lt;br /&gt;“trus apanya”&lt;br /&gt;“kenapa ga gabung?”&lt;br /&gt;“ seperti aku ga gabung ma OSIS, Pramuka, Karya Ilmiah, dll”&lt;br /&gt;“owww” Lily ga tau apa alas an Dea cukup tepat, tapi baginya hak Dea tidak menyalahi persahabatan mereka.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kesekian kalinya Lily mengikuti pengajian anak Rohis, sejak pertama ikut ia sudah tertarik dengan tema-tema yang di sampaikan, sedikit ia lupa tentang misi awalnya, namun tetap ia selidiki benarkah Alfi adalah penulis puisi di catatan matematika nya?&lt;br /&gt;“bengong?”&lt;br /&gt;“sedikit” jawab Lily tersenyum&lt;br /&gt;“sedikit dan banyak tentang bengong sama saja”&lt;br /&gt;“kata siapa?”&lt;br /&gt;“kata ana”&lt;br /&gt;“ana siapa? Nama seorang gadis” terdengar tawa renyah mereka&lt;br /&gt;“afwan”&lt;br /&gt;“sama-sama, bercanda memang penting khan?” seulas senyum manis mengembang, Lily memandangnya sekilas&lt;br /&gt;“suka menulis puisi?”&lt;br /&gt;“suka”&lt;br /&gt;“tentang cinta”&lt;br /&gt;“ya”&lt;br /&gt;“tentang sayap?” Tanya Lily langsung&lt;br /&gt;“cinta yang bersayap?” Alfi memandang Lily, mata mereka bertemu, ALfi menggeleng.&lt;br /&gt;Lily membuang pandangan, mendung berarak di balik hatinya yang sendu, dia bukan juga Alfi, mungkin benar kata Dea, dia harus melupakan bait sebelah sayap yang ia simpan di catatanya. Mendung kian menggumpal, dan kemudian mengabur, menetes.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum, ma Lily ganggu ga?” kepala berbalut jilbab biru muda melongok di pintu kamar sang mama.&lt;br /&gt;“nggak sayang , masuk gih” jawab mama lembut, Lily nyengir senang,&lt;br /&gt;“surat dari sapa ma, bersampul pink romantic banget” tanpa persetujuan sang mama Lily membaca isinya, bait puisi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku ingin terbang, meski dengan sebelah sayap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena sebelah sayap nya adalah ada padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jika engkau ingin aku terbang dengan sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maka terbanglah bersamaku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hingga kita mempunyai sepasang sayap,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan mengapak kan di barisan awan biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;akhirnya kita telah terbang beriringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;erat menggenggam jemari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meski angin kadang tak bersahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku tau engkau tetaplah sebelah sayapku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang membuatku sempurna terbang ke awan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hingga detik ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thanks a lot honey…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Papa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lily mengernyitkan dahi , baris puisi yang sama masih ia simpan rapi sejak tiga tahun yang lalu, baris puisi yang mengenalkanya pada keteguhan jilbab seperti sang mama,&lt;br /&gt;“ma , dari papa?” mama mengangguk senang&lt;br /&gt;“tulisan papa?” lagi-lagi anggukan kepala sebagai jawaban&lt;br /&gt;Lily berlari mendapati buku catatan matematikanya waktu SMU yang ia simpan sebagai kenang-kenangan,&lt;br /&gt;“ini tulisan papa?” ia tak percaya dengan apa yang ia dapati, ternyata puisi ini untuk sang mama&lt;br /&gt;“papaaaaaaaaa” teriaknya mendapati sang ayah yang termangu melihat polah anak gadisnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 11 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DI tengah amukan rasa , ia tak datang hari ini, ia tak tepati janji tapi bukan sengaja…, janjinya akan ia tepati satu purnama lagi, sabar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-2271940137419129233?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/2271940137419129233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/sebelah-sayap.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2271940137419129233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/2271940137419129233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/sebelah-sayap.html' title='Sebelah sayap'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5971788025139634897</id><published>2008-11-16T00:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T00:52:36.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku dan tepatnya kita pernah...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku&lt;br /&gt;dan Tepatnya kita pernah&lt;br /&gt;diterbangkan dalam sebuah kisah&lt;br /&gt;yang nyatanya ia mimpi belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;dan tepatnya kita pernah&lt;br /&gt;terbuai dalam janji masa depan&lt;br /&gt;padahal ia tak pernah ada dalam jangkauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;dan tepatnya kita pernah&lt;br /&gt;saling memberi harapan&lt;br /&gt;memberi kepastian&lt;br /&gt;padahal ia hak Allah semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;dan tepatnya kita&lt;br /&gt;akhirnya merasa lelah menapaki ketidakpastian&lt;br /&gt;menjejali diri dengan kesabaran menunggu&lt;br /&gt;karena sebenarnya&lt;br /&gt;Allah Maha Tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;dan tepatnya kita kini&lt;br /&gt;kembali menyusun kening berbalut sujud&lt;br /&gt;setelah akhir kata "maaf"&lt;br /&gt;dan berharap tak pernah bersua lagi&lt;br /&gt;meski cinta terus mencari&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-5971788025139634897?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/5971788025139634897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/aku-dan-tepatnya-kita-pernah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5971788025139634897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/5971788025139634897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/aku-dan-tepatnya-kita-pernah.html' title='Aku dan tepatnya kita pernah...'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7952312485527703823</id><published>2008-11-15T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T19:59:53.579-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerber'/><title type='text'>Miss Univers Berjilbab (episode 4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertemuan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja bisa di katakan inilah masa-masa kami bahagia, kedekatan Hessa dengan ikhwan yang aku tidak tau siapa namanya memang telah merubah sedikit banyak tingkah lakunya, aku tidak memerlukan banyak lagi persediaan kosakata untuk urusan sholat Hessa, awalnya aku ber suudzon bahwa Hessa berubah lantaran ikhwan itu, tapi segera ku tepis, aku yakin Allah menyayangi setiap hamba Nya, mungkin memang butuh ketidak ikhlasan karena Nya untuk menuju keikhlasan karena Nya amin. Aku sendiri, ya aku setidaknya harus mulai memikirkan tentang cintaku sendiri, kedekatanku dengan ikhwan yang punya senyuman manis itu, kadang aku harus menangis sendiri ketika aku tidak mampu lagi menahan gejolak kerinduan pada sang belahan hati, tapi lagi-lagi aku harus ber istiqfar, karena sebagai hamba yang Allah karuniai keimanan aku harus tau prosedur Islam dalam mengatur hubungan ikhwan dan akhwat aku harus mengandalkan kekuatan sabar sekarang, karena dengan ia aku bisa melumpuhkan musuh-musuh yang berusaha melemahkan keimanan ku , ku pasrahkan semuanya kepada Rabb’ ku yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfaal 66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum” Syafira memandangku dengan senyum&lt;br /&gt;“wa’alaikumsalam warrahmatullah wabarakatuh” aku membalas senyumanya “ada apa Sya?”&lt;br /&gt;“ana harap ini adalah impian anti, Insya Allah” ia mengulurkan sebuah amplop berwarna pink&lt;br /&gt;“kayak curat cinta” gumamku seperti pada diri sendiri&lt;br /&gt;“memang surat cinta” suara Syafira terdengar menggodaku&lt;br /&gt;“syukron”jawabku tersenyum tipis sambil memasukan amplop itu kedalam buku ku, aku berusaha menyembunyikan rasa penasaranku.&lt;br /&gt;“ga di buka sekarang Fa?”&lt;br /&gt;“nanti saja”&lt;br /&gt;“owh ok, duluan yach Assalamu’alaikum” ujarnya sambil berlalu&lt;br /&gt;aku mempersialahkan Syafira, dengan menjawab salamnya, segera ku langkahkan kaki ku menuju sebuah tempat, masjid kampus tujuanku, sekalian aku akan melaksanakan sholat dhuha dan membaca “surat cinta” yang aku tidak tau dari siapa, “Ya Rabb’ ku jagalah hati hamba MU amin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada Yth ......... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di tempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu'alaikum Wr Wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya, yang bernama Muhammad Shafwan Thabrani  menginginkan anda Hayfa’ Rihana Nazahah  untuk menjadi istri saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan tetapi saya masih kuliah. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan atau meneruskan kuliah saya dan membiaya kuliah anda. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah dan yang pasti menjaga hati saya. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat menulis surat ini yang menjadi dasar bagi saya sangat banyak antara lain dalam Alqur’an dan Alhadist, semoga Allah menjaga hati kita amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.  (An Nuur 24)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalamu'alaikum Wr Wb &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muhammad Syafwan Thabrani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(di kutip dari artikel : hanya manusia biasa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergugu, ku lipat surat cinta yang begitu bermakna dalam hidupku untuk pertama kalinya itu, benarkah yang berkirim surat ini ikhwan yang punya senyuman manis itu, Ya Allah terimakasih atas limpahan rizki yang Engkau berikan pada hamba Mu ini, berilah petunjuk pada hamba Mu yang lemah ini ya Allah, amin.&lt;br /&gt;Segera ku bersujud menyembah Nya, menyembah Tuhan yang memang layak dan harus di sembah, ku bersujud dalam istiqarahku, dalam munajatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Saran ikhwan yang punya senyuman teduh itu, Muhammad Syafwan Thabrani , akh Syafwan kami memanggilnya, aku sholat istiqarah sepanjang aku mampu melaksanakanya, satu minggu hampir berlalu, dan jawaban yang kudapat adalah menerimanya sebagai pendamping hidup dalam pernyempurnaan setengah dien adalah keputusanku, semoga Allah memberi barakah atas keputusan ini, karena Insya Allah ini atas dasar petunjuk Nya, petunjuk yang aku dapat setelah sholat istiqarahku, aku ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertemuan hati dengan pangeran hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membuatku luluh dan membisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku rangkai rindu pada kekasih hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ku berdo’a semoga Allah meridhai pertemuan hatinya dan hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(untuk akhi yang punya senyuman manis, I will be right here waiting for  you, with all my heart and misses oh my dear…)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tersenyum sendiri membaca diaryku , sejak kapan aku bisa menulis se romantis ini, menurut ukuranku ini memang sangat romantis, mungkin telah sejak lama, segera kusimpan teman baik ku ini, andai sang miss univers tau mungkin ia akan marah besar padaku , karena aku tidak mengajaknya berdiskusi untuk menentukan pilihan hatiku ini, tapi aku pasti akan membujuknya, setelah semuanya klik  aku baru akan memberi tahukan nya, hitung-hitung surprise untuk nya dan aku harap kemarahanya nanti hanya sekejap.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7952312485527703823?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7952312485527703823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/miss-univers-episode-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7952312485527703823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7952312485527703823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/miss-univers-episode-3.html' title='Miss Univers Berjilbab (episode 4)'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-869446783657346411</id><published>2008-11-09T21:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:33:43.848-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerber'/><title type='text'>Miss Univers Berjilbab (episode 3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hessa… I’m fall In Love &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hessa Zafirah Inaya, hmm nama yang sangat bagus , ada harapan besar orang tuanya memberi nama ini” gumamku dalam hati, ku baca KTM Hessa yang baru saja di titipkan BAAK pada ku, aku menunggunya di depan pintu kelasnya beberapa kali ku intip tidak tampak gadis yang punya best peformance itu, “Assalamu’aiakum, afwan ukhti ana ganggu” ada suara yang sering mengagetkanku, pemiliknya telah tersenyum manis memandangku “ ga pa2 akh, ada yang bisa ana bantu?” jawabku segera mengusir rasa kagetku, “owh hanya ingin menyampaikan ini” ia menyodorkan amplop putih bersih kepadaku “apa ini akh?” tanyaku segera,  “hanya undangan pengajian lusa ukh” aku manggut-manggut “syukran” “afwan” jawabnya masih dengan senyum manisnya. Setelah ikhwan itu berlalu aku melanjutkan misiku mencari Hessa. Tapi ternyata memang Hessa tidak ada di kelasnya, entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hessa di FKIP english Fa” jawaban sms Hessa membuat aku terhenyak, apa yang di lakukan gadis itu, hatiku khawatir tiba-tiba, ketakutan Hessa mempermalukan dirinya sendiri, segera ku langkahkan kaki mencari kelas English , jalanku setengah berlari hingga tak mampu ku kontrol lagi di tikungan menuju kelas FKIP aku menabrak seseorang, ikhwan.. dan dia adalah ikhwan itu lagi “maaf akh” aku tidak bisa menyembunyikan rasa malu yang menyelimuti hingga membuat wajahku memerah”ukhti terburu-buru, ada apa?” Tanyanya segera melepaskan ku yang sempat menubruknya, “ah.. iya akh, Ifa mau ke kelas FKIP English semester 1, afwan akh..” jawabku masih dengan rasa malu. “oh… silahkan ukh , hati-hati jangan sampai nabrak lagi “ia tersenyum manis. Aku hanya mengangguk membiarkan ia berlalu , sang pemilik senyuman manis itu membuatku berdebar-debar, “astaqfirullah, astaqfirullah” aku usap dadaku untuk bersabar, segera ku langkahkan kaki menuju kelas yang ku maksud.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tahan langkahku ketika ku lihat kelas itu tenang, tak ada keributan sedikitpun, di sana aku lihat Hessa dan akhwat itu saling menggenggam tangan , membicarakan sesuatu yang tidak aku tau apa, “alhamdulillah” gumamku bersyukur, ternyata sahabatku tidak seperti yang baru saja ku pikirkan , kusandarkan tubuhku di dinding dekat pintu , aku ingat kejadian tadi  dan tersenyum, aku masih merasakan debaran di hatiku yang tidak ku tau apa maksudnya “maybe I’m fall in love with him, with man that make me amazed, oh Allah protect me anything from  Your dislike, amin”aku menenangkan perasaanku , kembali mengumpulkan kekuatan iman yang Allah karuniakan padaku. Meski bunga-bunga perasaan itu ku tau pasti menjadikanku lebih bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“assalamu’alaikum ukhti Hayfa’ Rihana Nazahah” aku tersadar ketika ada dua orang telah berdiri di hadapanku , ku lihat senyuman Hessa setelah menyapaku dengan nama lengkapku “wa’alaikumsalam warrahmatullah wabarakatuh” jawabku tersipu&lt;br /&gt;“lagi ngapain non? Ngelamun di sini?”&lt;br /&gt;“enggak nyari Hessa aja, cuma maw ngasih ini” kusodorkan KTM Hessa&lt;br /&gt;“hmm, kayak ga da waktu lain aja, maw tetep di sini atau balik kekelas?”&lt;br /&gt;aku nyengir , sambil melangkahkan kaki mengikuti Hessa.&lt;br /&gt;“eit tunggu dulu, Ifa lum kenal ukhti Nadwa khan?” tiba-tiba Hessa berbalik memandangku, dan hanya mendapat jawaban dari gelengan kepalaku.&lt;br /&gt;“nich kenalin ukhti Nadwa, ifa”&lt;br /&gt;aku menyalami Nadwa dengan senyuman ramah, dan kudapati juga sebaliknya, di hatiku tersimpan tanda tanya besar ada apa sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I’m Fall in Love Ifa” uja Hessa, ketika interogasiku tentang Nadwa berlanjut, “what? This is imposible, you and Raka just now…. Emmm I not believe” jawabku dengan rangkaian pertanyaan heranku, “ya , karena dia aku belajar menerima kenyataan tentang Raka, dan ternyata Raka bukan berpacaran dengan Nadwa, hanya bersahabat dan sedikit bertanya, Raka memang tak berminat meneruskan hubungan kami, cowok itu atau ikhwan itu lebih baik dari Raka, Hessa yakin itu Fa..” aku  mengernyitkan dahi ketika ucapan itu meluncur dari bibir Hessa, “ikhwan? Who is he?” tanyaku, “subhanallah, cinta memang punya kekuatan yang dahsyat, mungkinkah cinta itu akan merubah Hessa, menjadikanya selayaknya akhwat yang istiqomah di jalan Nya, aku mengerti bagaimana perasaan nya “cause I’m fall in love too… Hessa” bisik hatiku hanya dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Aku punya pinta&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;br /&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan&lt;br /&gt;kasih-Mu&lt;br /&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Pertemukanlah kami&lt;br /&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;br /&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu...&lt;br /&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-869446783657346411?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/869446783657346411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/miss-univers-berjilbab-episode-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/869446783657346411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/869446783657346411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/miss-univers-berjilbab-episode-3.html' title='Miss Univers Berjilbab (episode 3)'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-7770192349025541565</id><published>2008-11-01T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T01:31:57.781-07:00</updated><title type='text'>Duh Ponakanku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQwRM3_gxYI/AAAAAAAAAJg/jB6J3qNUOTo/s1600-h/syif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQwRM3_gxYI/AAAAAAAAAJg/jB6J3qNUOTo/s400/syif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263600977375708546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duh kangenya diriku denganmu ponakanku tercinta,&lt;br /&gt;Setiap dateng ke rumah, dia selalu menyambutku dengan tawa "bibik" ujarnya, hmm dia bukan ponakan pertamaku, tapi ketiga dari empat ponakan yang lain, hmmm dia jadi ponakan terdekat sekarang, yang lain jauh2 banget&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQwRNcv-11I/AAAAAAAAAJo/N3iLgUGvM40/s1600-h/syif+n+me.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQwRNcv-11I/AAAAAAAAAJo/N3iLgUGvM40/s400/syif+n+me.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263600987242682194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;seneng kalo berpose ma nich anak, hehehe bisnya nurut kalo di suruh meringis yach pasti meringis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-7770192349025541565?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/7770192349025541565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/duh-ponakanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7770192349025541565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/7770192349025541565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/11/duh-ponakanku.html' title='Duh Ponakanku'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQwRM3_gxYI/AAAAAAAAAJg/jB6J3qNUOTo/s72-c/syif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-4658632820305928911</id><published>2008-10-26T23:19:00.001-07:00</published><updated>2008-10-26T23:27:47.598-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah, Halal Biahalal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQVdnw5lFqI/AAAAAAAAAJY/DBgaNpDFgCQ/s1600-h/ukhty.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQVdnw5lFqI/AAAAAAAAAJY/DBgaNpDFgCQ/s400/ukhty.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261714677374981794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mejeng dulu ah ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membawakan nasyid Do'a pagi oleh Hijjaz yang alhamdulillah meski ga semerdu pembawa aslinya, dan menurut controlku agak kejar2 an (bukan maen bola padahal) hehehehe,&lt;br /&gt;boleh dunks numpang mejeng di sini... :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1108353963651075896-4658632820305928911?l=tinisyifa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinisyifa.blogspot.com/feeds/4658632820305928911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/10/alhamdulillah-halal-biahalal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4658632820305928911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1108353963651075896/posts/default/4658632820305928911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinisyifa.blogspot.com/2008/10/alhamdulillah-halal-biahalal.html' title='Alhamdulillah, Halal Biahalal'/><author><name>tini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09290334281104665336</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/S-lNmM-aecI/AAAAAAAAAPo/O004UXJyiB4/S220/Image056.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a3Vxn0FHkHE/SQVdnw5lFqI/AAAAAAAAAJY/DBgaNpDFgCQ/s72-c/ukhty.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1108353963651075896.post-5707057480493874291</id><published>2008-10-20T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T23:35:19.572-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nyata Cinta : Aku Datang Maysa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika Allah sudah berkehendak maka jadilah ia, Kun Fayakun...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Nyata: Aku Datang Maisya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah dilanda keinginan mengebu untuk menikah. Bahkan sudah kujalani semua cara agar cepat bisa melaksanakan sunah Rasul yang satu ini. Malah aku selalu mengimpikannya di tiap malam menjelang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang kuidamkan sejak kecil, bahkan menjadi teman main bersama, ternyata dinikahi orang lain. Sedih juga rasanya. Ada juga yang aku dapatkan dari orang yang aku kenal baik, dan sudah kujalani "prosedurnya". Tapi ternyata kandas karena aku dinilai masih terlalu muda untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku kenal dengan seseorang yang sesuai dengan kriteria. Aku mengenalnya dengan perantaraan teman dekatku. Jujur saja, aku telah mendapat biodatanya, juga gambaran wajahnya. Langsung saja kukatakan pada teman dekatku bahwa aku sangat-sangat setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh,ente (kamu) harus ketemu dulu dan tahu dengan baik siapa dia," kata temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kujawab enteng, "Tapi ane (aku) langsung sreg kok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudah, terserah ente aja lah," sahut temanku sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku yakin pacaran jelas-jelas dilarang dalam Islam sebab hal itu adalah jalan menuju zina, aku pun tak menjalaninya. Jangankan zina, hal-hal yang akan mengarahkan kepadanya saja sudah dilarang. Oleh karena itu, aku hanya menunggu waktu kapan ada pembicaraan awal antara aku dan Maisya (akhwat incaranku itu). Sabar deh, sementara ikuti saja seperti air mengalir.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lewat kurang lebih 2-3 minggu mulailah terjadi pembicaraan antar aku dan Maisya. Ketika kuberanikan diri memulai pada poin yang penting yaitu mengungkapkan niatku untuk menikahinya, apa jawabnya? Aku disuruh menghadap murabbinya (guru/pembimbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa tidak ke orang tua Maisya saja?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Tidak, pokoknya akhi (saudara lelaki) harus ketemu dulu sama Murabbi saya." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru tahu, ada seorang akhwat ketika ada yang ingin menikahinya disuruh menghadap Murabbinya, bukan orang tuanya. Padahal, di antara birrul walidain adalah menjadikan orang tua sebagai orang yang pertama kali diajak&lt;br /&gt;diskusi tentang pernikahan, bukan gurunya, ustadznya, atau siapa pun. Barulah kutahu itu merupakan kebiasaan akhwat-akhwat tarbiyah (pergerakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku catat alamat murabbi (MR) yang Maisya sebutkan. Pada hari Ahad kuajak 2 teman dekatku untuk menemani ke rumah sang MR. Dengan sedikit kesasar akhirnya sampailah kami di rumahnya. Tapi setelah pencet tombol tiga kali dan "Assalamu'alaikum" tiga kali tak dibuka, kami pun pulang dengan agak kecewa, sebab siang itu adalah jam 2, saat matahari sangat terik menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutelepon Maisya bahwa aku tak bisa ketemu MR-nya. Maisya membolehkanku hanya dengan menelepon MR. Malam itu juga aku pun menelepon dan alhamdulillah nyambung. Aku ditanya segala macam yang berkaitan dengan agama. Dari masalah belajar, kerja, ngaji, tarbiyah, murabbi-ku, ustadz yang sering kuikuti kajiannya, sampai buku-buku&lt;br /&gt;yang sering kubaca. Juga, pertanyaan-pertanyaan tambahan lainnya.&lt;br /&gt;Dengan polos dan santai kujawab pertanyaan-pertanyaan itu. Yang membuatku heran,ketika kusebutkan nama ustadz-ustadz yang sering kuikuti kajiannya sampai, nada MR agak beda dari awal pembicaraan. Terutama ketika sebutkan&lt;br /&gt;kitab-kitab yang sering kujadikan rujukan dalam memahami agama. Aku belum tahu kenapa bisa begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuceritakan pembicaraan itu pada teman dekatku. Ternyata temanku menjawab dengan nada menyesal.&lt;br /&gt;"Aduh, kenapa tidak bicarakan dulu denganku. Ente tahu? Kalau akan menikahi akhwat tarbiyah sedang ente tidak ikut dalam tarbiyah atau liqa' tertentu dan punya MR, maka ente otomatis akan ditolak. Apalagi ente sebutkan nama-nama ustadz, buku-buku dan para syeikh Timur Tengah, bakalan ditolak deh, itu sudah ma'ruf (populer)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho kan ane jawab jujur, saat ini ane tidak ikut tarbiyah, atau apa namanya tadi, liqa'? Ya memang aku tak ikut. Ane juga nggak punya MR dong. Oo.., jadi begitu ya?" aku hanya melongo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, aku dapat telpon dari Maisya yang menjadikan hatiku sedikit hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum, akhi saya sudah mempertimbangkan semuanya, mungkin Allah belum menakdirkan kita berjodoh. Semoga kita sama-sama mendapatkan yang terbaik untuk pasangan kita, saya minta maaf, kalau ada kesalahan selama ini, Assalamu'alaikum,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kletuk, nuut nuut nuut" terdengar suara gagang telpon ditutup dan nada sambung terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih memegang gagang telepon dan hanya bisa melongo mendapat jawaban tersebut. Kutaruh gagang telpon dengan lunglai. "Astagfirullah," kusebut kata-kata itu berulang kali. Apa yang harus kuperbuat? Tak tahu harus bagaimana. Tapi sohib dekatku yang dari tadi memperhatikanku waktu menelepon nyeletuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditolak ya? Udah deh, kan masih banyak harem (wanita) lain, ngapain ngejar-ngejar ngapain ngejar-ngejar yang sudah jelas-jelas nolak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jawab saja dengan ketus, "Ane belum nyerah, karena ada janggal dalam penolakan itu, ane belum yakin dia menolak, akan ane coba lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah deh jangan terlalu PD," sahut sohibku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bener juga kata temanku itu, jawaban-jawabanku kepada MR menyebabkan aku ditolak oleh Maisya. Aku dipandang beda manhaj dalam memahami Islam, padahal yang kusebutkan waktu menjawab pertanyaan tentang buku-buku rujukan adalah Fathul Majiid, Al-Ushul Al-Tsalatsah, dan kitab-kitab karya Syeikh Muhammad bin&lt;br /&gt;Abdul Wahab, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Syeikh Muhammad Shalih Utsaimin, yang semuanya aku tahu bahwa mereka selalu mendasarkan bahasannya kepada dalil-dalil yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku sudah terlanjur cocok sama Maisya. Jujur aku sudah merasa sreg sekali kalau Maisya jadi pendamping hidupku. Tapi aku ditolak. "Apa yang harus kuperbuat?" kataku dalam hati. Menyerah kemudian mencari yang lain? Baru begitu saja kok nyerah.&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuan sohibku, kutulis surat ke orangtua Maisya. Yang kutahu bahwa dia hanya punya ibu. Bapaknya sudah meninggal saat Maisya berumur 8 tahun. Kutulis surat yang isinya kurang lebih tentang proses penolakan itu. Juga janjiku jika ditolak oleh ibunya, maka aku akan menerima dan tak akan menghubunginya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh harap kukirim surat tersebut, tak disangka ternyata surat itu sampai di tangan Maisya dan dibacanya. Alamak, kenapa bisa begitu? Untuk beberapa hari tidak ada respon. Gundah gulana pun datang. Apa yang harus kulakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuputuskan untuk mengirim surat ke Maisya langsung. Semuanya aku ungkapkan dengan bahasa setengah resmi tapi santai. Aku memang sedikit ndableg. Di penghujung surat tersebut kukatakan, "Kalau memang Allah takdirkan kita tidak jodoh, saya punya satu permintaan, tolonglah saya untuk mendapatkan pendamping dari teman-teman Maisya yang Maisya pandang pas untuk saya, minimal yang seperti Maisya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir Maisya akan "tersungkur" dengan membaca suratku yang panjang lebar. Aku berpikir seandainya ada orang membaca suratku, pasti akan mengatakan "rayuan gombal!". Tapi jujur saja, itu berangkat dari hatiku yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat kedua itu, qadarallah ternyata malah diterima dan dibaca oleh ibu Maisya dan kakak perempuannya. Nah, dari situkah terjadi kontak antara aku dan keluarganya. Tak disangka-sangka kudapat telpon dari kakak perempuan Maisya, Kak Dahlia (tentu saja bukan nama asli). Kak Dahlia menelepon dan memintaku untuk datang ke rumahnya guna klarifikasi surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian kupeniuhi undangan itu. Setelah bertemu dan "sesi tanya-jawab", dengan manggut-manggut akhirnya Kak Dahlia angkat bicara,"Baiklah, kakak sudah dengar cerita kamu, saya heran kenapa Maisya menolakmu, ya? padahal menurut hemat kakak, kamu pantas diterima kok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku berbunga-bunga mendengarnya,. Tapi langsung surut lagi karena pernyataan itu datang dari Kak Dahlia bukan Maisya. Aku sedikit senyum kecut menanggapi omongan kak Dahlia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini aja deh, kamu sekarang pulang dulu. Biar nanti kakak dan Umi yang akan rayu Maisya. Pokoknya kamu banyak doa aja. Pada dasarnya kami setuju kok sama kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku izin pulang dengan sedikit riang gembira. Mulutku hanya bergumam penuh doa, semoga Allah mengabulkan cita-citaku. Kira-kira 2 minggu setelah itu kudapat telpon lagi dari Kak Dahlia agar aku ke rumahnya. Dia bilang aku harus bertemu langsung dengan Maisya. Hatiku pun berdebar. Dengan sedikit gagap aku iyakan undangan itu. "Besok deh Kak, insyaAllah saya datang," jawabku.&lt;br /&gt;Aku duduk di kursi ruang tamu yang sama untuk kedua kalinya. Sedikit basa-basi Kak Dahlia mengajakku ngobrol tentang hal-hal yang belum ditanyakan pada pertemuan sebelumya. Kurang lebih 10-15 menit Kak Dahlia memanggil Maisya agar ke ruang tamu menemuiku. Dadaku berdegub. Inilah saatnya aku nadhar (melihat) bagaimana rupa Maisya yang sebenarnya. Apa sama seperti yang kubayangkan sebelumnya?&lt;br /&gt;Jangan-jangan tidak sama. Lebih jelek atau bahkan lebih cakep dari aslinya. Tunggu saja deh. Tidak lama kemudian keluarlah sosok makhluk Allah yang bernama Maisya. Aku tetap menjaga pandanganku. Tapi jujur saja, tak kuasa kucuri pandang untuk yang pertama kalinya. Bahkan seharusnya untuk acara nadhar biasanya lebih dari&lt;br /&gt;mencuri pandang, karena memang dianjurkan oleh Rasulullah. Tapi bagiku sangat cukup melihatnya sekali-kali. Aku hanya bisa mengatakan dalam hatiku tentang Maisya, subhanallah! Aku tak bisa ceritakan kepada pembaca karena itu hanya untukku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sadar keringat dingin mengalir dari pelipis. Ada apa gerangan? Kenapa rasanya agak grogi? Ah, aku harus teguh dan tangguh hadapi semua ini. Obrolan pun mulai bergulir. Dari mulai pertanyaan-pertanyaan agama secara umum sampai diskusi tentang kerumahtanggaan. Kurang lebih satu jam aku di rumah itu. Aku pun pamit&lt;br /&gt;sambil memberikan hadiah-hadiah buku-buku kecil tentang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bus kota aku senyum-senyum sendirian. Seakan-akan bus itu adalah bus patas AC padahal sebenarnya hanya bus ekonomi yang panas dan penuh asap rokok. Tapi semua itu tidak kurasakan. Kuberdoa semoga rayuan Kak Dahlia berhasil.&lt;br /&gt;Ternyata benar, beberapa hari kemudian aku ditelepon Maisya, kali ini menanyakan kelanjutan proses kami kemarin. Kujawab jika dibolehkan akan kuajak keluargaku di waktu yang kutentukan. Di penghujung pembicaraan, Maisya setuju dengan tawaranku.&lt;br /&gt;Kutanya ke sana ke mari tentang barang-barang apa yang pantas dibawa ketika meng-khitbah seorang wanita. Kubeli sebuah koper kecil dan kuisi dengan barang-barang seperti bahan pakaian, komestik, sepatu, dan sebagainya. Tak lupa aku bawakan buah-buahan seadanya. Hal ini sebenarnya sudah kutanyakan kepada&lt;br /&gt;Maisya, tapi Maisya hanya menjawab terserah aku mau bawa apa saja pasti dia akan terima. Duh..., senangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya aku lupa, ternyata Maisya masih punya darah Arab dari ibunya. Bahkan, ibunya punya nasab Arab yang dikenal di Indonesia sebagai Habib (Orang Arab yang mengaku punya garis nasab langsung dengan Rasulullah). Padahal setahuku Rasulullah tak punya keturunan laki-laki yang kemudian punya anak. Yang ada hanya Fatimah yang diperistri oleh Ali bin Abi Thalib. Sedangkan dalam Islam, darah nasab hanya sah dari garis bapak atau lelaki. Jadi, mungkin yang dimaksud mereka adalah keturunan dari Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diketahui, bahwa dalam adat orang Arab terutama golongan Habaib atau Habib, wanita mereka pantang dinikahi oleh non Arab. Bahkan, sebagian mengharamkannya. Alasan yang populer adalah mereka merasa lebih mulia dari keturunan non Arab. Bahkan, sebagian mengharamkannya. Aku pun harus siap dengan apa yang akan aku hadapi nanti. Bisa jadi ditolak atau tidak. Dan yang ada di depan mataku adalah ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang sekeluarga dengan naik Taksi. Aku tidak punya mobil. Dari mana aku punya mobil sedangkan aku baru bekerja setahun? Sambutan hambar kudapatkan ketika memasuki ruang tamu. Di situ sudah hadir ibu-ibu yang merupakan keluarga besar dari ibu Maisya. Anehnya,di acara itu tidak hadir laki-laki dari pihak keluarga&lt;br /&gt;besar Maisya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian acara dilanjutkan dengan saling memberi sambutan. Namun yang kutunggu hanya momen di mana Maisya menerima lamaranku dari mulutnya sendiri. Saat itu pun tiba. Dengan agak malu-malu dan terbata-bata Maisya menerima lamaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir acara ketika hari penentuan hari "H" dan bentuk acaranya. Ada salah satu dari anggota keluarga Maisya yang menanyakan uang untuk walimah nanti. Aku hanya menjawab bahwa hal itu sudah kubicarakan dengan Maisya. Tapi dia memaksaku untuk menyebutkan jumlahnya. Aku tetap tak mau menyebutkan. Rupanya orang tadi kecewa berat dengan jawabanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara selesai, aku pamit. Sedikit lega kulalui detik-detik mendebarkan. Aku bersyukur kepada Allah yang meloloskan diriku pada babak berikutnya dalam usaha mengamalkan sunah Rasulullah yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ujian belum selesai juga. Maisya didatangi keluarga besarnya dengan membawa lelaki yang akan dijodohkan dengannya. Lamaranku ditimpa oleh lamaran orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang akan dijodohkan dengan Maisya masih punya hubungan keluarga. Mereka datang dengan mobil, membawa makanan banyak sekali, uang lamaran, dan juga perhiasan.&lt;br /&gt;Apa yang kubawa kemarin tidak ada apa-apanya dibanding dengan yang dibawa pelamar kedua ini. Tapi subhanallah, apa yang Maisya lakukan? Maisya tak mau menemuinya. Maisya tak menerima lamarannya. Bahkan setelah rombongan itu pulang dan meninggalkan bawaan mereka sebagai lamaran untuk Maisya, apa yang Maisya lakukan? "Kembalikan semua barang bawaannya dan jangan ada yang menyentuh walau untuk mencicipi makanan, kembalikan dan jangan&lt;br /&gt;ada yang tersisa di rumah ini." Aku dapatkan cerita ini dari kak Dahlia yang meneleponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar semua ini, tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku. Padahal aku adalah lelaki yang selama ini selalu berpantang untuk menangis. Saat itulah aku mulai yakin bahwa Maisya harus kudapatkan, sekali pun harus menghadapi hal-hal yang menyakiti hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa&lt;br /&gt;hari kemudian aku mendapat telepon dari seorang ibu yang mengaku bibi Maisya. Ketika kutanya namanya dia tak mau menyebutkan. Malah dia nyerocos panjang lebar tentang acara lamaranku kepada Maisya. Dengan nada sinis dan&lt;br /&gt;tinggi dia mulai merayuku untuk membatalkan lamaranku. "Saya kasih tau ya! Kamu kan baru bekerja belum satu tahun, belum punya rumah dan mobil. Sedangkan Juli Jajuli (bukan nama asli) kan sudah punya kerjaan, rumah besar, mobil ada dua. Jadi, kamu batalkan lamaran. Biar Maisya menerima lamaran Jajuli. Kamu kan&lt;br /&gt;bisa cari yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhh! Betapa mendidih mendengar ocehan sinis itu. Tapi aku langsung kontrol diri. Aku jawab dengan suara pelan dan sopan bahwa aku akan terima hal itu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari siapa pun. Sebelum kudengar langsung dari mulut Maisya, aku tak akan pernah membatalkan lamaranku. Gubrakkkk!, terdengar suara gagang telepon dibanting, padahal jawabanku belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di tengah kesibukanku, datanglah seorang wanita sekitar umur 25-30 tahun ke kantorku. Tanpa permisi dan sopan santun dia menghampiriku, "Kamu yang melamar Maisya? Kamu tuh ga tahu diri ya? Belum jadi menantu saja sudah belagu," cerocosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon tenang dulu, apa masalahnya? Ayo kita duduk dulu di sini jelaskan dengan pelan," sambutku dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tuh kalo ngasih alamat yang jelas, biar mudah dicari, saya sudah muter-muter mencari alamatmu tapi ternyata tidak ketemu-ketemu, apa kamu mau mempermainkan kami?" tukasnya sambil menunjukkan kartu namaku.&lt;br /&gt;"Apa tadi ente tidak tanya sama orang-orang?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" jawabnya ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya jelas pasti kesasar, seharusnya ente tanya-tanya dong," sahutku.&lt;br /&gt;"Aaah udah deh jangan banyak alasan," jawabnya. "Eh aku kasih tau ya, kau tuh jangan&lt;br /&gt;pernah macam-macam dengan keturunan Nabi, kuwalat loh!", ancamnya.&lt;br /&gt;Dengan sedikit senyum kujawab ancamannnya, "Kalo Nabi punya keturunan seperti ente, pasti Nabi akan sangat marah pada ente. Wanita kok pakai celana jeans, kaos ketat, dan tidak berjilbab. Nabi tentu akan malu jika punya keturun
